Senin
09 Februari 2026 | 5 : 38

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pemilu dengan Proporsional Tertutup Lebih Simpel dan Hemat

pdip jatim - sekjen Hasto di Batu

pdip jatim - sekjen Hasto di BatuJAKARTA – PDI Perjuangan tetap mendorong agar pemilihan umum menggunakan sistem proporsional tertutup. Sistem ini dianggap tepat dilakukan khususnya untuk pemilu legislatif (pileg).

“Sistem proporsional tertutup lebih simple, lebih hemat, tinggal bagaimana partai mengurutkan nomor calonnya dengan benar-benar tersistem,” kata Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, di Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2015).

Hasto mengatakan, pemilu legislatif dengan sistem proporsional terbuka terbukti menimbulkan sejumlah masalah. Ia menyebutkan, beberapa kelemahan dari sistem proporsional terbuka adalah boros dari segi anggaran dan sangat menguras tenaga karena banyak diwarnai kompetisi yang tidak sehat, bahkan terjadi di antara caleg dari partai yang sama.

Dia khawatir potensi terjadinya konflik akan semakin besar saat pemilu digelar serentak. Selain itu, kata Hasto, sistem proporsional terbuka juga tidak menjamin caleg yang lolos ke DPR RI atau DPRD memiliki kompetensi yang memadai.

Dia merujuk banyaknya anggota legislatif yang terpilih hanya karena mengandalkan popularitas, tetapi tidak memiliki pemahaman dan kemampuan menjalankan fungsi legislatif dengan memadai.

“Praktik proporsional terbuka sejauh ini tidak menjamin hasil yang bagus, lebih banyak praktik teman makan teman juga di internal partai,” ujarnya.

Hasto mengungkapkan, PDI Perjuangan mulai meyakinkan partai lain mengenai penyederhanaan pemilu melalui sistem proporsional tertutup. Meski belum mendapatkan dukungan konkret, dia yakin usulan ini akan diterima.

Menurut Hasto, keraguan pada sistem proporsional tertutup dapat ditepis dengan diterapkannya prasyarat dasar untuk memastikan objektivitas partai dalam menyusun calegnya. Dengan demikian, kekhawatiran terjadinya oligarki dapat langsung terbantahkan. PDI Perjuangan mulai menapakinya dengan membentuk sekolah partai.

Melalui sekolah itu, seluruh caleg dan calon kepala daerah diberi pembekalan ilmu pemerintahan, skema penyusunan anggaran yang efektif dan lainnya dengan mentor dari internal dan eksternal partai. “Proporsional tertutup membuat sistem pemilu jadi lebih sederhana, mempercepat pendidikan politik publik, dan fungsi partai benar-benar berjalan,” kata Hasto. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Tuntaskan Penjaringan Calon Ketua PAC di Semua Dapil

BOJONEGORO – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro secara resmi mengakhiri tahapan ...
KOLOM

Deni Wicaksono Dukung RS BHC Run, Dorong Budaya Hidup Sehat di Sumenep

SUMENEP – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan RS BHC ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin: Program Gentengisasi Prabowo Sejalan dengan Konsep Kota Atraktif Trenggalek

TRENGGALEK — Bupati Mochamad Nur Arifin memastikan arah pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Trenggalek ...
SEMENTARA ITU...

Suwondo Dorong Konservasi Hulu Sungai Jari demi Ketahanan Air Petani Blitar

BLITAR – Pagi itu, embun masih menggantung di dedaunan ketika sejumlah warga berkumpul di hulu Sungai Jari, Desa ...
SEMENTARA ITU...

Hadiri Pengajian Muslimat NU, Anggota DPRD Magetan Tekankan Pentingnya Karakter Generasi Muda

MAGETAN – Di tengah derasnya arus keterbukaan informasi, penguatan karakter generasi muda melalui pendidikan agama ...
KRONIK

Said Abdullah Dorong RS BHC Run Jadi Agenda Tahunan, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

SUMENEP – Event RS BHC Run 2026 sukses menarik ribuan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kegiatan lari ...