oleh

PDIP Menginisiasi Kerja Sama Parlemen Indonesia-Palestina

-Berita Terkini, Kronik-11 kali dibaca

JAKARTA – Duta Besar Palestina untuk RI Zuhair Saleh Muhammad Al-Shun menyambangi kantor DPP PDI Perjuangan di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/4/2018) .

Kedatangan Zuhair Saleh disambut langsung Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Beberapa pengurus PDI Perjuangan pusat juga mendampingi Hasto selama pertemuan dengan Dubes Zuhair. Seperti Andreas Pareira (Ketua Bidang Luar Negeri DPP PDIP), Hamka Haq (Ketua Bidang Keagamaan), Bambang DH (Ketua Bidang Pemenangan Pemilu), serta Nasyrul Falah Amru (Sekretaris Umum Bamusi).

Hasto menyebutkan harus ada langkah konkret untuk mendorong dukungan demi terwujudnya kemerdekaan kepada Palestina yang tengah berjuang melawan pendudukan Israel.

Terlebih, kata Hasto, adanya aksi yang dilakukan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Yerusalem sebagai ibukota Israel. Tindakan tersebut harus dikecam bersama karena Yerusalem sejak dulu merupakan kota suci di Palestina.

Pertemuan antara Hasto dengan Dubes Zuhair tidak hanya membicarakan soal upaya memerdekakan Palestina. Pertemuan itu juga menghasilkan upaya untuk mewujudkan kerja sama antara DPR dengan parlemen Palestina.

Hasto pada pertemuan itu menginisiasi kerja sama antarparlemen kedua negara. Tujuannya sebagai saluran baru untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina yang selama ini hanya mengandalkan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

“Kerja sama joint committee ini juga antara parlemen negara lain khususnya Asia dan Afrika,” kata Hasto usai pertemuan.

Dia menambahkah, PDIP juga mendorong kerja sama antara politisi kedua negara. Bentuknya bisa berupa pelatihan bersama.

PDIP, sebut Hasto, terus menyiapkan pemimpin berwawasan internasional dan memahami langkah diplomasi RI yang pernah dirintis Bung Karno melalui Konferensi Asia Afrika (KAA) dan Gerakan Non-Blok (GNB).

Berdasar diplomasi yang dirintis Bung Karno, Indonesia terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya. “Penyelesaian Palestina secara menyeluruh tanpa Yerusalem tidak ada artinya,” tegasnya.

Hasto menambahkan, perjuangan PDIP untuk terus membantu memerdekakan Palestina dilandasi prinsip bahwa kemerdekaan ialah hak segala bangsa sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

Bung Karno dan para pemimpin Asia ataupun Afrika juga pernah menegaskan hal itu dalam KAA 1955 di Bandung.

“Sebagaimana diketahui pada 1962 Bung Karno juga mengingatkan bahwa sepanjang kemerdekaan Palestina belum diperoleh, maka selama itu pula Indonesia berjuang menentang pendudukan Israel,” tegasnya. (goek)