Jumat
28 Agustus 2026 | 8 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDIP Bakal Kembali Menang Pemilu, Ini Alasannya…

pdip-jatim-mega-jajaran-dpp

JAKARTA – PDI Perjuangan diprediksi masih berpeluang besar memenangi Pemilu Legislatif 2019. Selain sebagai partai pemenang Pemilu 2014, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini punya kelebihan kesolidan internal.

Pengamat politik dari Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, PDIP masih konsisten dalam ideologi dan jauh dari benturan faksi di internal partai.

“Punya sosok pemimpin Megawati Soekarnoputri, ada mekanisme internal partai yang berjalan dengan baik. Kesolidan partai mendukung,” kata Pangi, Kamis (1/11/2018).

Dia menganalisis PDIP berbeda dengan partai lain. Sebagai partai besar, partai berlambang banteng moncong putih itu cenderung bagus dalam kaderisasi partai.

Hal ini penting untuk menjaga kesolidan internal partai menuju persaingan di Pemilu 2019. “Semakin solid partai maka sentimen publik akan cenderung positif. Itu artinya peluang untuk meraih dukungan publik semakin terbuka lebar,” ujarnya.

Kemudian, faktor PDIP sebagai partai pengusung presiden petahana Joko Widodo di Pilpres 2019 menjadi kelebihan lain.

Dia setuju dengan beberapa hasil survei soal teori efek ekor jas atau coattail effect Jokowi sebagai capres akan memberikan dampak positif terhadap PDIP. Sebab, selama ini Jokowi merupakan bagian PDIP.

Bila PDIP bisa memberikan bukti kepada masyarakat sebagai pemilih maka berpeluang besar memenangkan Pileg 2019.

“Ini akan menjadi keuntungan dan peluang lebih besar untuk kembali mengulang sukses story memenangkan hati rakyat via hajatan Pileg 2019,” jelas Pangi.

Parpol Modern Dinilai Akan Bertahan Lama

Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira, mengatakan, partai yang berpeluang besar lolos Parliamentary Threshold di pemilu berikutnya, karena mempunyai basis konstituen yang loyal, basis ideologi yang jelas, kepemimpinan yang kuat serta karismatis, dan pelembagaan maupun kaderisasi kader partai yang berjalan kontinyu.

Hal ini dia sampaikan menanggapi hasil survei sejumlah lembaga yang menyebutkan hanya 5 sampai 6 partai politik yang bisa lolos Parliamentary Threshold di pemilu berikutnya.

“Partai-partai ini memiliki manajemen modern yang mengikuti perkembangan zaman,” kata Andreas, Rabu (31/10/2018).

Menurut Andreas, parpol yang menjual isu SARA dan politik identitas cenderung secara nasional sulit untuk laku. “Mungkin di beberapa daerah bisa menggunakan isu-isu ini tetapi secara nasional tidak akan laku. Kemungkinan juga bisa tereliminir,” jelasnya.

Dia mengatakan, secara keseluruhan masyarakat Indonesia memang hakikatnya adalah masyarakat yang bhineka. Sehingga apabila politik diarahkan untuk membangun sentimen-sentimen sektarian, maka akan menemukan daya resisten dari dalam masyarakat sendiri.

“Sehingga partai-partai yang beraliran sektarian, atau yang secara politis ingin mengembangkan sektarianisme dan primordialisme, akan langsung berhadapan dengan mayoritas masyarakat bangsa ini,” ujar anggota Komisi I DPR itu. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Kota Malang Usulkan Insentif Guru PAUD Naik, Dibahas dalam APBD 2027

MALANG – DPRD Kota Malang mendorong peningkatan alokasi tunjangan insentif bagi para pendidik Pendidikan Anak Usia ...
LEGISLATIF

Abidin Fikri Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Bingkisan untuk Takmir Masjid di Bojonegoro

BOJONEGORO – Momentum Jumat Berkah dimanfaatkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. ...
KRONIK

Setengah Jam di Posko Baguna, Tempat Para Penggembira Muktamar Melepas Lelah

JOMBANG – Matahari sedang terik-teriknya ketika jarum jam menunjuk pukul 13.30 WIB, Kamis (27/8/2026). Sinar ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Ingin Purna PMI Tak Kembali Jadi Pencari Kerja, tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Bupati Malang HM Sanusi ingin purna PMI tak kembali menjadi pencari kerja, tetapi mampu memanfaatkan modal dan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Perubahan Kota Madiun, Bansos Turun hingga BTT Melonjak

MADIUN — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun menyoroti sejumlah perubahan komposisi anggaran dalam Raperda ...
KRONIK

Soroti Anggaran Pemeliharaan Aplikasi Rp310 Juta, Alfan PDIP Jember: Belum Sebanding Kualitas Layanan

JEMBER – Anggaran pemeliharaan aset tidak berwujud dan aplikasi layanan masyarakat sebesar Rp310,3 juta di Dinas ...