Rabu
29 April 2026 | 5 : 42

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDI Perjuangan Tolak Gagasan Jabatan Presiden 3 Periode!

pdip-jatim-basarah-150321-2

JAKARTA  – PDI Perjuangan tegas menolak adanya gagasan masa jabatan presiden selama tiga periode.

“Gagasan tentang masa jabatan presiden ditambah menjadi tiga periode ini jelas jauh dari pandangan dan sikap politik PDI Perjuangan,” kata Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah.

Penegasan itu dia sampaikan dalam acara peluncuran hasil survei nasional SMRC bertajuk “Sikap Publik Nasional terhadap Amendemen Presidensialisme dan DPD”, yang dilakukan secara daring, di Jakarta, Minggu (20/6/2021).

Bahkan, sebut Basarah, Presiden Joko Widodo tidak pernah berpikir bisa menjadi presiden tiga periode.

“Isu tiga periode ini kalau kita lihat subjeknya (Jokowi) bolak-balik beliau sudah mengatakan tidak pernah berpikir bisa menjadi presiden tiga periode,” bebernya.

Presiden Jokowi, lanjut Basarah, menganggap bahwa orang-orang yang memunculkan gagasan tiga periode itu mau mencari muka.

“Dalam ungkapan satire, Presiden Jokowi menganggap orang-orang yang memunculkan gagasan tiga periode, mau cari muka, mau nampar muka saya dan ingin menjerumuskan saya,” sebut Wakil Ketua MPR RI ini.

“Jadi, kalau subjeknya saja sudah tidak mau, saya kira sangat tidak elok konstitusi kita dipermainkan hanya kepentingan orang per orang saja,” imbuhnya.

Wakil rakyat dari dapil Malang Raya Jawa Timur ini mengatakan PDI Perjuangan juga menolak adanya narasi presiden dipilih MPR.

Dia menyebut, jika ada amendemen, PDI Perjuangan ingin amendemen terbatas yakni supaya MPR bisa menetapkan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN).

“Sama sekali kita tidak pernah membahas presiden dipilih oleh MPR, sikap PDI Perjuangan ini adalah amendemen terbatas, artinya tidak mau melebar ke mana-mana, hanya menambah satu ayat di pasal 3 UUD 1945 yaitu MPR diberikan wewenang untuk menetapkan haluan dan haluan pembangunan nasional,” paparnya.

Basarah menjelaskan adanya amendemen agar MPR menetapkan GBHN itu guna pembangunan nasional terus berlanjut. Sehingga ketika pemimpin berganti program pembangunan nasional tidak berhenti.

PDI Perjuangan akan menarik diri dari agenda amandemen terhadap UUD 1945 jika mengarah kepada perubahan masa jabatan presiden.

“Kalau ada agenda itu secara tegas PDI Perjuangan menarik diri dari agenda tersebut. Apalagi misalkan gagasan tentang masa jabatan presiden ditambah menjadi tiga periode. Ini jelas jauh dari pandangan dan sikap politik baik di MPR dan PDI Perjuangan,” tegas Basarah. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Respons Cepat Pemkab Kediri, Layanan SPPG Tugurejo Di-suspend Usai Dugaan Keracunan Siswa

Pemkab Kediri hentikan sementara layanan MBG di Tugurejo usai dugaan keracunan siswa, sampel makanan diuji di ...
LEGISLATIF

Romy Soekarno Tekankan Soliditas Kader, Kunci Hadapi Tantangan Politik dan Rebut Hati Gen-Z

Romy Soekarno tekankan soliditas kader PDIP dan strategi digital untuk menjangkau Gen Z dalam menghadapi Pemilu ...
KRONIK

Cek Kesehatan Gratis Masyarakat, Bupati Lukman Tegaskan Prioritas Pembangunan Daerah

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menegaskan bahwa kesehatan masyarakat menjadi salah satu prioritas ...
KRONIK

Kemendagri Nobatkan Banyuwangi sebagai Peringkat Terbaik Kabupaten Berkinerja Tinggi se-Indonesia

BANYUWANGI – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menetapkan Banyuwangi sebagai peringkat pertama alias terbaik ...
KRONIK

Tinggal Tunggu SK Gubernur, Syaifuddin Zuhri Siap Jabat Ketua DPRD Surabaya

SURABAYA – Syaifuddin Zuhri dipastikan akan segera menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya. Hal tersebut ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Gelar Sosialisasi Literasi Digital, Ajak Perempuan Kembangkan Diri

TULUNGAGUNG – Memperingati Hari Kartini 2026, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar sosialisasi ...