Sabtu
31 Oktober 2026 | 10 : 54

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PDI Perjuangan Jatim Memulai Gerakan Minimalisir Penggunaan Plastik

pdip-jatim-arif-wibowo-rakorbid-organisasi2

SURABAYA – Rapat Koordinasi Bidang (Rakorbid) Organisasi yang digelar DPD PDI Perjuangan Jawa Timur pada Sabtu (21/12/2019) terlihat istimewa dan beda dari sebelumnya.

Dalam Rakorbid Organisasi yang dihadiri Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Arif Wibowo, dan pengurus PDI Perjuangan tingkat kabupaten/kota se-Jatim kali ini, PDI Perjuangan Jatim tidak menyediakan air minum dalam kemasan gelas atau botol plastik sebagaimana biasanya. Untuk minum, peserta menggunakan tumbler dan gelas kaca. Air putih disiapkan dalam beberapa dispenser.

“Mulai sekarang kita tidak menyediakan air minum dalam kemasan gelas atau botol plastik. Ini menindaklanjuti instruksi DPP agar kader PDI Perjuangan lebih peduli lingkungan dengan meminimalisir penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Sri Untari Bisowarno.

Baca: Tak Hanya Pandai Pidato, Wasekjen PDIP: Partai Butuh Pengurus Berkeahlian Khusus

Instruksi yang dimaksud Untari, tertuang dalam surat edaran tertanggal 15 November 2019 No 905/IN/DPP/XI/2019 yang ditandatangani Ketua DPP PDI Perjuangan I Made Urip dan Sekjen Hasto Kristiyanto.

Instruksi ditujukan kepada DPD PDIP, DPC PDIP, anggota Fraksi PDIP DPRD Provinsi/Kabupaten-Kota dan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dari PDI Perjuangan seluruh Indonesia agar mengurangi pemakaian plastik.

Saat DPD PDIP Jatim menggelar acara Focus Group Discussion (FGD) bertema “Perspektif Perempuan dalam Menjaga Kebhinekaan dan Meneguhkan Kebangsaan”, Jumat (20/12/2019), ungkap Untari, pihaknya juga tidak menyuguhkan air minum kemasan botol plastik.

DPD Jatim juga menginstruksikan kepada DPC PDIP kabupaten/kota, agar tidak menggunakan air minum dalam kemasan plastik setiap menggelar rapat internal bersama jajaran di bawahnya.

Menurut Untari, langkah PDI Perjuangan Jatim ini diharapkan bisa membantu mengurangi limbah plastik yang sangat mengganggu ekosistem lingkungan dan kesehatan. Sebab, sebutnya, sampah plastik menjadi penyumbang terbesar kerusakan lingkungan.

Sebenarnya, tambah politisi yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim ini, upaya mengurangi sampah plastik ini sudah dimulai sudah lama. Yakni dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha di kantor DPD PDIP Jatim pada Selasa (13/8/2019) lalu.

Saat itu, PDIP Jatim melaksanakan penyembelihan hewan kurban dan membagikan dagingnya dengan konsep Go Green. Daging korban yang dibagikan itu tanpa menggunakan tas wadah kresek plastik.

“Ke depan, dalam setiap kegiatan kepartaian di internal PDI Perjuangan, kami menghindari penggunaan plastik, seperti dalam rakorbid ini,” pungkasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Tulungagung Sahkan 5 Perda, Fraksi PDI Perjuangan Soroti Isu Pendidikan hingga Disabilitas

TULUNGAGUNG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulungagung bersama eksekutif resmi mengesahkan lima ...
LEGISLATIF

Buleks Apresiasi Prestasi Bank Suroboyo, Minta Kinerja Lima Tahun Berturut-turut Dipertahankan

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono, mengapresiasi capaian BPR Surya Artha Utama (BPR SAU) atau ...
SEMENTARA ITU...

Pemkot Surabaya Kembangkan Taman Hutan Kota Jeruk, Warga Desil 1 hingga 3 Diprioritaskan Kelola Usaha

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan pengembangan Taman Hutan Kota Jeruk di Kecamatan ...
LEGISLATIF

Bangun Ekonomi Berbasis Zero Waste, Sri Untari Gandeng Warga Empat Desa di Kabupaten Malang

MALANG – Empat desa di Kabupaten Malang disiapkan menjadi proyek percontohan pengelolaan sampah berbasis zero waste ...
EKSEKUTIF

Museum Penataran Expo 2026 Angkat Warisan Budaya Takbenda, Pemkab Blitar Luncurkan Reservasi Online

BLITAR – Museum Penataran Expo 2026 menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Blitar mengenalkan kekayaan warisan budaya ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Larang Pungutan Perpisahan Siswa SD-SMP Negeri Surabaya, Dispendik Tegur Kasek

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melarang sekolah negeri membebani orang tua murid dengan pungutan ...