SURABAYA — Jelang akhir 2025, Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPP PDI Perjuangan siap menggelar awarding dan penghargaan bagi Tim Baguna se-Indonesia.
Acara ini dijadwalkan berlangsung pada awal Desember 2025, sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kerja kemanusiaan luar biasa dari tim Baguna PDIP seluruh penjuru tanah air.
Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PDI Perjuangan Tri Rismaharini menyatakan, penghargaan ini bukan hanya bentuk simbolik. Tapi juga bentuk nyata pengakuan terhadap kerja keras tim-tim relawan yang selama ini kerap luput dari sorotan publik, namun berperan krusial dalam merespons berbagai situasi darurat kemanusiaan.
Baca juga: Kurangi Risiko Bencana di Perkotaan, Baguna Jatim Gelar Pelatihan Mitigasi Bencana
“Saya sangat hormat dan apresiasi betul tim Baguna di seluruh Indonesia, mulai dari tenaga sopir ambulans yang stand by 24 jam untuk berjaga menolong masyarakat hingga tim juru masak yang siap di segala kondisi,” ungkap Risma usai membuka Pelatihan Simulasi Penanggilangan Bencana di DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Minggu (7/9/2025).
Menurut Risma, Baguna PDI Perjuangan telah menjelma menjadi salah satu kekuatan sipil tangguh dalam menghadapi situasi bencana di berbagai wilayah, dari banjir, longsor, gempa bumi, hingga kebakaran hutan.
Mereka hadir tidak hanya dengan logistik dan peralatan, tetapi juga dengan semangat gotong royong dan keberanian yang luar biasa.
“Mereka sangat cepat tanggap dalam menolong masyarakat. Kehadiran para tim satgas kita adalah bukti bahwa PDI Perjuangan bukan hanya bekerja saat pemilu, tetapi kita memeluk masyarakat di setiap kondisi,” tuturnya.
Lebih lanjut, mantan Mensos RI dan Wali Kota Surabaya dua periode tersebut menjelaskan, agenda penghargaan ini dirancang tidak hanya untuk para koordinator atau pimpinan wilayah. Tapi juga untuk seluruh elemen tim yang berkontribusi nyata, mulai dari sopir ambulans, juru masak, logistik, tim pencari dan penyelamat, hingga tenaga kesehatan.
“Tanpa juru masak, para relawan tidak bisa bekerja dengan tenaga penuh. Tanpa sopir ambulans yang siaga 24 jam, banyak nyawa mungkin tak tertolong. Karena itu, apresiasi ini diberikan kepada semua — tanpa terkecuali,” pungkasnya. ( yols/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










