MALANG – Bupati Malang HM Sanusi bersama Wakil Bupati Malang H Didik Gatot Subroto langsung meninjau Pasar Bululawang, yang pada Minggu (16/1/2022) dini hari, mengalami musibah kebakaran. Keduanya lantas berkeliling melihat kondisi pasar dan dialog dengan pedagang.
Sanusi mengatakan, Pemkab Malang segera memperbaiki pasar yang rusak akibat kebakaran tersebut. Dia menargetkan paling tidak dalam 1 bulan perbaikan sudah rampung.
Menurut bupati asli Gondanglegi ini, jika perbaikan dilakukan sekaligus dengan revitalisasi maka waktu yang diperlukan akan relatif lebih lama.
“Tidak (revitalisasi), kelamaan. Kalau bisa nanti dalam waktu 1 bulan mereka (pedagang) sudah bisa berdagang lagi,” terang Sanusi, Selasa (18/1/2022).
Rencananya untuk perbaikan kembali Pasar Bululawang, akan membangun kios yang bagian atasnya ditutupi cor.

Hal tersebut berdasarkan laporan yang dia terima terkait keberadaan sebuah kios yang utuh pasca kebakaran berlangsung yang beratapkan cor.
Sementara itu, untuk anggaran yang akan digunakan untuk perbaikan pasar, Sanusi menyebut akan menggunakan anggaran yang bersumber dari dana gotong royong.
Misalnya melalui program corporate social responsibility (CSR) dari beberapa perusahaan yang ada di Kabupaten Malang.
“Karena perkiraan saya (kebutuhan pembangunan ulang) tidak banyak. Jadi nanti dari gotong royong, karena APBD kan sudah jalan. Seperti dari pengusaha atau dari perusahaan yang ada di sekitar Bululawang,” jelasnya.
Dia mencontohkan, seperti peristiwa serupa yang terjadi di Pasar Gondanglegi sekitar tahun 2008. Menurutnya, saat itu perbaikan dilakukan secara mandiri oleh pedagang dan dibantu oleh beberapa pihak termasuk dari pemerintah.

“Di Gondanglegi itu sekitar tahun 2008, satu bulan dikerjakan sendiri selesai. Dengan disupport bantuan anggaran juga. Dan sampai saat ini juga utuh, ada gempa juga utuh,” ungkap Sanusi.
Sementara itu Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto menyampaikan akan ada tahapan-tahapan yang akan dilalui sebagai upaya penanganan pasca kebakaran. Sebelum menjadi dasar tindak lanjut bagi Pemkab Malang untuk mengambil kebijakan.
”Dalam waktu jangka pendek adalah relokasi sekitar 35 pedagang agar sirkulasi perekonomian pedagang tetap bisa berjalan. Sehingga, secara keseluruhan langsung bisa berjalan dengan baik,” terang Didik.
Terkait dengan relokasi sementara para pedagang di Pasar Bululawang, ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang tersebut, harus dikomunikasikan dengan baik antara pedagang dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
“Lokasinya di mana yang dimungkinkan. Seluruh pedagang jangan sampai kehilangan pembelinya,” harapnya. (ace/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










