oleh

Pasar Induk Kota Batu Dirancang Ramah Difabel

-Kliping Media-19 kali dibaca

JAKARTA – Kabar gembira untuk warga Kota Batu, Jawa Timur, menyusul progres fisik proyek Pasar Induk Kota Batu saat ini telah menyentuh angka 11,8 persen.

Melansir laman resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jumat (13/5/2022), pembangunan Pasar Induk Kota Batu baru dimulai pada bulan Februari 2022 dan ditargetkan rampung seluruhnya pada pertengahan 2023.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur Muhammad Reva mengatakan, pembangunan Pasar Induk Kota Batu merujuk pada Peraturan Menteri PUPR Nomor 2 Tahun 2015 tentang bangunan gedung hijau.

“Pasar ini akan mengutamakan efisien listrik, air, dan ramah lingkungan sehingga bangunan dipercaya aman, nyaman, sehat, ramah perempuan, anak dan difabel,” ucap Reva.

Pasar Induk Kota Batu dibangun melalui BPPW Jawa Timur Direktorat Jenderal Cipta Karyadi atas lahan seluas 39.548 meter persegi dengan total luas bangunan 35.077 meter persegi.

Pasar ini dibangun setinggi tiga lantai dengan pembagian lantai 1 sebagai zona basah, lantai 2 sebagai zona kering dan lantai 3 sebagai zona makanan dan kuliner.

Jumlah kios Pasar Induk Kota Batu sebanyak 1.733 unit dan total los 1.033 unit. Pasar ini dikerjakan oleh kontraktor PT Sasmito dengan anggaran Rp 152,721 miliar.

Dengan selesainya pembangunan Pasar Induk Kota Batu ini, diharapkan dapat menampung 3.306 pedagang dari pasar lama yang sebelumnya hanya dapat menampung 2.210 pedagang ditambah dengan para pedagang yang berjualan di luar bangunan pasar yang lama.

Kemudian, hadirnya pasar ini diharapkan dapat meningkatkan omzet para pedagang hingga 5 persen sesuai dengan target pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan atau rehabilitasi pasar dilakukan dengan meningkatkan fungsi pasar sebagai sarana perdagangan rakyat sehingga menjadi bangunan yang aman, nyaman, bersih, tertata, dan lebih estetis (tidak kumuh).

“Diharapkan, infrastruktur pasar yang berkualitas dapat dirasakan langsung manfaatnya, terutama menjamin distribusi bahan pokok dan turut menggerakan sektor riil atau UMKM yang merata hingga pelosok desa di seluruh Indonesia,” kata Menteri Basuki.

Selain Pasar Induk Kota Batu, pada TA 2022 Kementerian PUPR ditargetkan akan membangun dan rehabilitasi 6 unit pasar lain.

Beberapa di antaranya adalah Pasar Mardika di Maluku, Pasar Thumburuni di Papua Barat, Pasar Gede Klaten Tahap II di Jawa Tengah, Pasar Sibolga Nauli di Sumatera Utara, Pasar Tempe Sengkang di Sulawesi Selatan dan Pasar Sentral Gorontalo. (kompas)