PONOROGO – Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, bersama Wakil Bupati Ponorogo, Lisdyarita, Danrem 081/Dsj, Kolonel Inf. Deni Rejeki, Dandim 0802/Ponorogo, Letkol Inf Hirta Juni Adriansyah, dan jajaran Forkopimda lainnya melakukan panen raya dan cabut bunga benih jagung di lahan milik Kodim 0802/Ponorogo, Rabu (14/9/2022).
Dalam pemanfaatan lahan seluas 5 hektar itu, dikembangkan bibit unggul jagung jenis baru asli Ponorogo. Jagung hibrida dengan varietas Reog 234 itu merupakan inovasi yang dilakukan para petani Ponorogo.
“Saya menghaturkan terima kasih kepada Pak Danrem, Pak Dandim yang merelakan tanahnya untuk menjadi sawah riset dari teman-teman dari PT Agro Mandiri. Reog 234 ini adalah hasil penyilangan yang sebelumnya dibutuhkan penelitian hampir 2 tahun,” ucap Bupati Sugiri.
Untuk kebutuhan benih di Ponorogo hampir 1000 ton per tahun. Jika mampu dipenuhi, maka akan berakibat pada nilai tambah dari jagung produksi ke harga benih.
“Kalau ditanami benih ada efek domino ekonomi yang saya pikir ini keren. Apalagi jika suatu ketika bisa memenuhi kabupaten tetangga, benihnya biar ambil dari sini. Sehingga kemudian putra daerah bisa melahirkan produksi benih sendiri,” jelas politisi PDI Perjuangan itu.
Sementara itu, Danrem 081/Dsj, Kolonel Inf. Deni Rejeki, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya yang dilakukan TNI dalam rangka terus mendukung program pemerintah dan komando atas dalam bentuk ketahanan pangan nasional.
“Ini salah satu demplot yang sudah dikerjakan kodim dengan menggunakan bibit Reog 234. Alhamdulillah, hasilnya bagus. Bapak KSAD mengapresiasi ini dan terus ditingkatkan,” ujarnya.
Deni Rejeki juga menambahkan, di jajaran Korem 081/Dsj ada lahan seluas 120 hektar yang sebagian besar ditanami jagung.
“Madiun Raya tanahnya seperti ini sehingga cocok ditanami jagung,” pungkasnya. (jrs/set)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS













