TULUNGAGUNG – Kabupaten Tulungagung yang kini berusia 816 tahun telah banyak mencatat keberhasilan. Pandemi Covid-19 yang saat ini melanda bangsa ini pun tidak menyurutkan Kabupaten Tulungagung meraih prestasi.
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, usai acara Bersih Nagari Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-816 di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis (18/11/2021) mengatakan sudah banyak keberhasilan pembangunan yang dicapai Kabupaten Tulungagung.
“Saat ini bisa dilihat sistem pemerintahan lebih mantap dan pembangunan fisik lebih mapan,” ujar Maryoto.
Dia pun menyebut saat ini antara daerah perkotaan dan pedesaan di Kabupaten Tulungagung relatif tidak ada perbedaan.
“Baik itu sarana dan prasarana atau kondisi lingkungannya. Hampir sama antara kota dan pedesaan,” sambungnya.

Kader PDI Perjuangan ini selanjutnya memaparkan dengan prinsip peningkatan pelayanan pada masyarakat, Kabupaten Tulungagung sekarang berpredikat sebagai kabupaten layak anak.
Selain juga tercatat sebagai kabupaten yang dapat mengurangi penderita stunting dan dapat menumbuhkembangkan UMKM dan IKM.
Namun demikian, pihaknya mengakui pembangunan infrastruktur yang belum maksimal masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Pemkab Tulungagung. Terlebih saat ini masih juga dalam masa pandemi Covid-19.
“Pandemi Covid-19 yang sudah berjalan dua tahun menjadi kendala dalam percepatan pembangunan infrastruktur. Apalagi sekarang musim hujan yang rawan sekali membuat jalan rusak,” sebut Maryoto.
Sementara itu, terkait prosesi acara Bersih Nagari, Bupati Maryoto menyatakan karena masih pandemi Covid-19 diselenggarakan seperti tahun lalu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.

“Memang juga ada perbedaan di alunan gamelan yang lebih ke-irama Mataraman. Selain juga untuk sesaji di Buceng Wadon sekarang menggunakan hasil pertanian lokal Tulungagung. Tidak lagi yang berasal dari luar kota,” tuturnya.
Dalam acara Bersih Nagari Hari Jadi Kabupaten Tulungagung selalu disediakan gunungan sesaji tumpeng yang bernama Buceng Lanang dan Buceng Wadon.
Buceng Lanang berisi beraneka makanan pokok hasil bumi Tulungagung. Sedang Buceng Wadon terdapat sesaji berupa aneka buah-buahan dan sayur mayur.
Gunungan sesaji ini biasanya menjadi rebutan warga Tulungagung usai acara. Namun dalam dua tahun terakhir ini, Buceng Lanang dan Buceng Wadon itu hanya menjadi rebutan sebagian tamu undangan yang ada di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso.
Sebagian warga Tulungagung masih percaya jika aneka makanan dan buah-buahan yang tersaji di Buceng Lanang dan Buceng Wadon membawa berkah.

Dengan memakan sebagian aneka makanan dan buah-buahan tersebut mereka berharap dalam setahun kedepan mendapat keselamatan dalam hidup dan murah rezeki.
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tulungagung yang digelar pada tanggal 18 November mengacu pada Prasasti Lawadan yang terdapat di Desa Wates Kecamatan Campurdarat.
Dalam prasasti itu tertulis Sukra Suklapaksa Mangga Siramasa, yang artinya Jumat Pahing 18 November 1205.
Prasasti Lawadan dikeluarkan atas perintah Raja Daha terakhir, Paduka Sri Maharaja Sri Sarwweswara Triwikrama Warata Nindita Srengga Lancana Digjaya Tungga Dewanama atau lebih dikenal dengan sebutan Sri Kretajaya atau Raja Kertajaya.
Pada waktu itu, Raja Kertajaya merasa berkenan atas kesetiaan warga Thani Lawadan terhadap raja ketika terjadi serangan musuh dari sebelah timur Daha. (atu/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










