Senin
29 Juni 2026 | 11 : 14

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pancasila Relevan Jadi Pijakan Selesaikan Konflik Kekinian

pdip-jatim-yudi-latief-bpip

JAKARTA – Mantan Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudi Latief menilai bahwa Pancasila masih relevan menjadi pijakan dalam menyelesaikan permasalahan sosial saat ini.   

“Sebenarnya Pancasila sudah memberi bekal bagaimana menyelesaikan konflik-konflik sosial di dalam konteks masyarakat Indonesia kekinian. (Sebab), kalau kita lihat dalam Pancasila itu perihal demokrasi dan pemerintahan kan ada di sila keempat,” ujar Yudi dalam seminar di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (15/11/2019).

Sila keempat itu, kata dia, langsung diapit oleh sila ketiga perihal persatuan Indonesia dan sila kelima yang menekankan keadilan sosial bagi masyarakat.

Penempatan sila-sila yang spesifik ini, menurut Yudi menjadi komposisi yang tepat sebagai pedoman bangsa Indonesia mengatasi persoalan intoleransi.

“Ini jenius sekali (penempatan sila-sila itu). Jadi dalam menghadapi intoleransi, hendaknya menjadikan konektivitas antar-keberagaman itu harus diperluas. Jaringan-jaringan keragaman itu harus diperluas (mengacu sila ketiga Pancasila),” kata Yudi.

Dia lantas memberikan contoh sekaligus mengkritik sikap masyarakat yang masih memberikan stereotip tertentu kepada masyarakat daerah.

“Misalnya bagi warga Papua yang mungkin 99 persen orang seumur hidup tinggal di Papua. Begitu keluar Tanah Papua, misal jadi mahasiswa di Yogyakarta, dia hanya hidup di asrama Papua,” ujar Yudi.

Menurut dia, kondisi semacam itu bukan salah dari rekan-rekan asal Papua. Dia justru menyoroti sikap masyarakat sekitar yang masih memberikan stigma tertentu kepada mahasiswa asal Papua.

Dia menyarankan masyarakat sebaiknya merangkul dan memperluas ruang perjumpaan dengan rekan-rekan dari daerah.

“Sehingga stigma-stigma yang ada (soal masyarakat daerah) itu bisa lebur. Sebab, berbagai penelitian menunjukkan, rata-rata orang yang radikal itu berada di lingkungan pergaulan tertutup. Begitu dia diperkenalkan kepada yang berbeda, mengalami intoleransi,” kata Yudi.

“Maka yang pertama kita perlu perkuat adalah jaringan persatuan,” ucap dia lagi.

Namun, Yudi mengingatkan bahwa persatuan bangsa yang kuat tidak cukup. Langkah kedua yang juga penting menurut Yudi yakni menciptakan keadilan sosial seperti sila kelima Pancasila. 

“Sebab kita juga perlu perbaiki keadilan sosial. Sekuat apa pun persatuan nasional kita, kalau keadilan sosial belum merata dan kesenjangan sosial masih ada maka intoleransi akan menguat,” ucap dia. (kompas)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Nila Yani Minta RUU Kawasan Industri jadi Prioritas, Indonesia Tak Boleh Kalah Bersaing Rebut Investasi ASEAN

JAKARTA – Persaingan memperebutkan investasi di kawasan Asia Tenggara yang semakin ketat dinilai menjadi momentum ...
KABAR CABANG

Jelang Musran, DPC PDI Perjuangan Ponorogo Minta PAC Siapkan Kandidat Ketua Ranting

PONOROGO – Ketua DPC PDI Perjuangan Ponorogo, Siswandi, memberikan arahan kepada seluruh pengurus PAC terkait ...
KRONIK

Indonesia Kawinkan Gelar Banyuwangi BMX Supercross 2026, Bupati Ipuk: Selamat kepada Pemenang

BANYUWANGI – Banyuwangi BMX Supercross 2026 hari kedua, yang digelar di Sirkuit BMX Banyuwangi, Minggu (28/6/2026), ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Kota Batu Kawal Rumah Layak Huni dan Percepatan Penyerahan PSU

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu menegaskan komitmennya mengawal program rumah layak huni dan percepatan ...
KABAR CABANG

PDIP Kota Blitar Kenalkan Nilai Bung Karno Lewat Lomba Mewarnai Anak

DPC PDI Perjuangan Kota Blitar menggelar lomba mewarnai bertema Warna-Warni Api Semangat Bung Karno sebagai upaya ...
KABAR CABANG

PDIP Kota Kediri Rayakan Bulan Bung Karno dengan Aksi Sosial dan Gotong Royong Bersama Rakyat

DPC PDI Perjuangan Kota Kediri memperingati Bulan Bung Karno melalui beragam kegiatan sosial, budaya, olahraga, dan ...