Jumat
25 September 2026 | 3 : 56

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Pakai Baju Koko Warna Putih di Surat Suara Membuat Jokowi-Ma’ruf Lebih Egaliter

pdip-jatim-jokowi-maruf-surat-suara

JAKARTA – Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Aria Bima, menandatangani hasil validasi dan approval surat suara pemilihan presiden 2019.

Dalam surat suara tersebut pasangan capres cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin mengenakan baju koko warna putih dan peci hitam, hanya foto Ma’ruf menggunakan sorban berwarna putih di pundak.

“Tidak ada catatan, sudah cukup bagus,” kata Arya di gedung KPU RI, Jakarta, Jumat (4/1/2019).

Menurutnya pakaian warna putih yang dikenakan oleh Jokowi dan Ma’ruf merupakan keseharian dari kedua tokoh ini.

“Pak Jokowi suka pakai baju lengan panjang putih. Pak Kiai [Ma’ruf] sebagai ulama besar kebiasaan beliau juga menggunakan baju koko putih, dan kebetulan itu maka yang dipakai berdua cocok putih-putih,” ujarnya.

Selain itu, menurut politisi PDI Perjuangan ini, penggunaan baju koko dengan warna putih membuat kedua tokoh ini nampak lebih egaliter.

“Lebih sesuatu yang original baik untuk Pak Jokowi dan untuk Kiai Ma’ruf. Era saat ini kan lebih bagaimana ekspresi yang lebih egaliter itu. Saya kira pemimpin lebih dilihat dari keteladanannya bukan suatu pakaian yang dia pakai,” jelasnya.

Sementara itu, Ma’ruf AMin menjelaskan alasannya memilih foto tersebut karena dirinya dan Jokowi menyukai baju warna putih.

“Artinya filosofinya yang bersih-bersih. Jadi kita ingin tampil bersih dan juga berkampanye bersih. Kita menang tapi juga bersih,” jelas Ma’ruf di rumahnya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Jumat (4/1/2019).

Filosofi lainnya, pihaknya tidak ingin merusak suasana dan kampanye Pilpres 2019 dengan ucapan dan perilaku yang tidak bersih. Untuk itu dia dan Jokowi tampil mengenakan baju dan sorban putih.

Ma’ruf juga mengungkap makna filosofis kopiah hitam. Menurut dia, kopiah hitam merupakan ciri khas dari para pemimpin Indonesia yang telah berjuang bagi bangsa dan negara. “Tentu dari pemimpin-pemimpin kita dulu sejak Bung Karno juga, Bung Hatta kan mereka pakai peci. Bahkan kita kalau ada pelantikan menteri presiden selalu pakai peci. Oleh karena itu kita pun tampil juga dengan menggunakan ciri indonesia,” ujar Ma’ruf. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Novita Hardini: Ekspansi Industri Tak Boleh Abaikan Aspek Ekologis

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan ekspansi industri harus berjalan seiring dengan ...
LEGISLATIF

Banggar DPRD Magetan Alihkan Dana Beli Mobil PKK Rp 498,8 Juta untuk Proyek Jalan Bendo–Belotan

MAGETAN – Rencana Pemerintah Kabupaten Magetan untuk membelikan kendaraan dinas baru bagi Tim Penggerak ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Siapkan Sumur Bor Tenaga Surya untuk Atasi Krisis Air Petani Blitar

BLITAR – Krisis air akibat kemarau panjang menjadi keluhan utama petani di wilayah barat Kabupaten Blitar. ...
LEGISLATIF

Yuzar Rasyid Sidak Pasar Bandar dan Pahing, Cari Jalan Keluar Polemik Pedagang

KEDIRI – Anggota Komisi B DPRD Kota Kediri Yuzar Rasyid bersama sejumlah anggota dewan melakukan inspeksi mendadak ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Kota Pasuruan Setujui P-APBD 2026 dengan Catatan

KOTA PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pasuruan secara resmi menyatakan menerima dan menyetujui Rancangan ...
PEMILU

PDI Perjuangan Usulkan Parliamentary Threshold 6 Persen untuk RUU Pemilu

JAKARTA – PDI Perjuangan akan membawa usulan parliamentary threshold (PT) sebesar 6 persen sebagai sikap resmi ...