Pada Festival Muharram, Bupati Ipuk Serahkan Santunan untuk 1.444 Anak Yatim

 17 pembaca

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi kembali menghelat Festival Muharam. Festival yang rutin digelar setiap tahun di Banyuwangi bertujuan untuk memuliakan anak yatim. Beragam program positif dilaksanakan, mulai kelas inspirasi hingga santunan untuk 1.444 anak yatim se-Banyuwangi, yang masing-masing mendapatkan Rp300.000.

Yang menarik, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mendesain penyaluran santunan secara non-tunai melalui buku tabungan. Hal tersebut berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang selalu disalurkan secara tunai.

“Ini bagian dari upaya kita menjadikan anak-anak yatim punya literasi keuangan yang baik sejak dini. Dimulai dari menabung. Menabung tidak harus langsung banyak, sedikit demi sedikit tidak masalah. Nanti insya Allah tabungannya makin banyak, bisa digunakan mendukung sekolah dan sebagainya,” ujar Bupati Ipuk, Selasa (9/8/2022).

Bupati Ipuk juga mengatakan, dari 1.444 anak yatim, sebagian telah menerima buku tabungan. Sebagian lainnya diserahkan secara tunai karena pertimbangan teknis.

“Tahun depan kita akan full 100 persen diberikan non-tunai, juga akan ada pendidikan keuangan dari pakar dan praktisi keuangan. Ini agar melek keuangan tidak hanya dimiliki atau dipahami anak-anak orang berada, anak-anak orang kaya, tapi juga anak-anak yatim yang kurang mampu,” jelas Bupati Ipuk.

Festival Muharram Banyuwangi berjalan meriah dan khidmat. Kelas inspirasi digelar untuk memotivasi anak-anak yatim terus bersemangat meraih cita-cita. Bersama dengan Rumah Literasi Indonesia anak-anak yatim diajak mencintai buku sebagai salah satu upaya meraih cita-cita di Pendopo Sabha Swagata Blambangan hingga Senin sore (8/8/2022).

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, Festival Muharram digelar untuk semakin memperkuat kepedulian kepada lingkungan sekitar, khususnya kepada para anak yatim.

“Mari saling bantu, bergotong-royong untuk anak-anak yatim se-Banyuwangi,” harap Bupati Ipuk.

“Semoga dengan kita terus memuliakan anak yatim, keberkahan selalu tercurah untuk masyarakat Banyuwangi. Semuanya akur. Tidak ada konflik. Semuanya bersatu padu,” imbuh Bupati Ipuk.

Sementara itu, Pengasuh PP. Minhajut Thullab, KH Thoha Munthoha, yang mengisi ceramah, menegaskan keutamaan memuliakan anak yatim. Dia menjelaskan, anak yatim adalah titipan Allah SWT kepada umat-Nya.

“Barangsiapa yang memuliakan anak yatim, dijamin oleh Rasulullah, akan ada bersama beliau di surga kelak,” tegasnya.

Dalam rangkaian Festival Muharam ini juga dilakukan “Deklarasi Pesantren Ramah Anak”. Deklarasi diikuti sejumlah perwakilan Ormas Islam dan Kepala Kemenag Banyuwangi, Moh. Amak Burhanudin.

Dari ormas Islam, hadir Ketua PCNU Banyuwangi KH Ali Makki Zaini, Ketua Pengurus Rabithah Ma’ahdi Islamiyah (RMI) NU KH Fahrurrozi, Ketua MUI KH. Mohammad Yamin, Ketua Muhammadiyah Mukhlis Lahuddin, Ketua Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Astro Djunaidi, Pimpinan Al Irsyad Banyuwangi Syarif Abdat, dan Rabithah Alawiyah Banyuwangi Habib Abdurrahman bin Abdullah al-Jufri. (set)