Rabu
09 September 2026 | 4 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

PAC PDIP Mumbulsari Mulai Konsolidasi, Soroti Sampah dan Normalisasi Sungai

pdip jatim 260509 pac mumbulsari

PAC PDIP Mumbulsari mulai konsolidasi jelang pelantikan sambil menyerap keluhan warga soal sampah dan normalisasi sungai.

JEMBER — Menjelang pelantikan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan oleh DPD PDI Perjuangan Jawa Timur pada Mei 2026, konsolidasi internal mulai digencarkan di sejumlah wilayah. Di Kecamatan Mumbulsari, calon PAC mulai bergerak menyusun struktur partai sekaligus menyerap persoalan masyarakat di tingkat bawah.

Sebanyak 11 calon PAC Mumbulsari menggelar konsolidasi pada Jumat (8/5/2026). Selain membahas pembentukan kepengurusan ranting, forum tersebut juga menyoroti persoalan lingkungan yang dikeluhkan warga.

Calon Ketua PAC Mumbulsari, Muhammad Ali, menegaskan seluruh calon pengurus yang telah diajukan ke DPC wajib segera menyusun struktur kepengurusan hingga tingkat bawah sesuai arahan partai.

Menurutnya, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Widarto, menekankan pentingnya regenerasi kader dengan melibatkan milenial dan generasi Z berusia di bawah 35 tahun, termasuk keterwakilan perempuan dalam struktur kepengurusan.

Dalam konsolidasi tersebut, kader partai juga diminta lebih aktif hadir di tengah masyarakat, bukan hanya saat momentum politik.

“Partai tidak boleh hanya hadir saat momentum politik. Kader harus ikut mendampingi masyarakat, terutama di tengah kondisi yang saat ini banyak dikeluhkan warga,” ujar Ali.

Menurutnya, konsolidasi organisasi harus berjalan seiring dengan penguatan kerja-kerja sosial di tingkat bawah.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu PAC Mumbulsari, Ahmad Farid Wajedi atau yang akrab disapa Popong, menyebut pihaknya mulai mencatat berbagai persoalan yang dikeluhkan warga.

Dua persoalan utama yang paling banyak disampaikan masyarakat ialah penanganan sampah dan banjir akibat belum optimalnya normalisasi saluran sungai di wilayah Mumbulsari.

“Akibat tumpukan sampah yang terbawa saat banjir, banyak yang akhirnya menyangkut di sekitar rumah warga dan menimbulkan bau tidak sedap,” jelasnya.

Keluhan tersebut, kata Popong, akan segera dilaporkan ke DPC sebagai bahan tindak lanjut dan penentuan langkah organisasi.

Dia menambahkan, persoalan normalisasi sungai sebenarnya bisa segera ditangani. Namun di lapangan, prosesnya masih terkendala dukungan operasional.

Menurutnya, alat berat untuk normalisasi sebenarnya tersedia, tetapi belum disertai dukungan bahan bakar minyak (BBM) maupun operator.

Kondisi itu membuat penanganan persoalan lingkungan berjalan lambat, sementara dampaknya terus dirasakan masyarakat sehari-hari.

“Dua persoalan ini belum tertangani maksimal dan masyarakat terus merasakan dampaknya,” tandasnya. (art/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Serahkan Insentif Guru Rohani Lintas Agama, Bupati Ipuk: Bagian dari Penguatan Pendidikan Karakter

BANYUWANGI – Ratusan guru rohani lintas agama menerima insentif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi di ...
LEGISLATIF

Puan Desak Pelaku Pembakaran Lahan untuk Sawit Segera Ditindak

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pelaku pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kemudian ...
LEGISLATIF

Jalan Gador-Pakis Rusak dan Lama Dikeluhkan, Doding Turun Langsung Cek Kondisi

TRENGGALEK – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rahmadi turun langsung meninjau kondisi jalan rusak yang ...
LEGISLATIF

Puan Dorong Satu Kepemimpinan Penanganan Bencana, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pemerintah membangun satu kepemimpinan dalam penanganan bencana yang ...
LEGISLATIF

Buleks: Air Keruh Jangan Dibebankan ke Konsumen, Sumber Masalah Harus Dibuka Transparan

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Budi Leksono atau Buleks meminta Perumda Air Minum Surya Sembada ...
LEGISLATIF

Tolak Utang Rp786 Miliar, Fraksi PDI-P Jember Tinggalkan Paripurna KUA-PPAS 2027

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember memilih tidak masuk ruang paripurna saat penandatanganan nota ...