Minggu
28 Juni 2026 | 8 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ony Setiawan: Pemda Harus Serius Alokasikan Anggaran untuk Penguatan Petani Gurem

PDIP-Jatim-Ony-Setiawan-08022023

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Ony Setiawan, mendorong penguatan petani gurem melalui kebijakan integrasi pertanian dan peternakan.

Hal ini dia sampaikan dalam momentum peringatan Hari Tani Nasional 2025, sebagai respons terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi petani kecil di Jawa Timur.

Menurut Ony, mayoritas petani di Jawa Timur tergolong sebagai petani gurem, yaitu petani yang menggarap lahan kurang dari 0,5 hektare.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lebih dari 60 persen dari total 4,6 juta rumah tangga pertanian di Jawa Timur termasuk dalam kategori tersebut.

“Petani gurem menghadapi banyak keterbatasan, mulai dari akses lahan, permodalan, hingga harga jual hasil panen yang tidak stabil. Karena itu, kami menilai integrasi antara pertanian dan peternakan perlu didorong untuk meningkatkan pendapatan mereka,” kata Ony, Rabu (24/9/2025).

Konsep integrasi ini, sebut Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim tersebut, memungkinkan petani memanfaatkan lahan secara lebih efisien.

sumber foto ilustrasi petani gurem jogjapolitan.harianjogja.com

Limbah pertanian dapat digunakan sebagai pakan ternak, sementara limbah peternakan diolah menjadi pupuk organik. Pola ini dinilai mampu menekan biaya produksi dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Ony menilai, integrasi pertanian dan peternakan bukan hal baru, namun implementasinya masih belum optimal. Dia mendorong Pemprov Jatim dan pemerintah kabupaten/kota agar menjadikan program ini sebagai prioritas dengan dukungan anggaran dan pendampingan teknis yang memadai.

“Kalau petani gurem hanya mengandalkan panen padi atau jagung, jelas penghasilannya tidak cukup. Tapi jika ditambah peternakan kecil seperti ayam, kambing, atau sapi, ada tambahan penghasilan yang bisa meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Selain itu, Ony juga menekankan pentingnya peran BUMD pangan dalam membantu pemasaran produk petani. Dia menyebut, anjloknya harga saat panen raya masih menjadi persoalan serius yang merugikan petani gurem.

Legislator dari dapil Bojonegoro-Tuban ini pun mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran dan distribusi hasil tani. Juga kerja sama dengan perguruan tinggi untuk menghadirkan inovasi teknologi tepat guna di sektor pertanian.

“Ini bukan sekadar wacana. Pemerintah daerah harus serius mengalokasikan anggaran untuk penguatan petani gurem melalui model usaha tani yang berkelanjutan,” pungkas Ony. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KOLOM

Bulan Bung Karno: Jangan Biarkan Menjadi Sekadar Seremoni

Oleh Nasrullah SETIAP bulan Juni, keluarga besar PDI Perjuangan memperingati Bulan Bung Karno. Rangkaian kegiatan ...
KABAR CABANG

Pemkot Madiun Apresiasi Turnamen Catur PDIP, Dinilai Gerakkan UMKM dan Lahirkan Atlet Berprestasi

Pemkot Madiun mengapresiasi Open Turnamen Catur Piala Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Madiun karena dinilai mampu ...
KABAR CABANG

Tebar 15 Ribu Benih Ikan Nila di Waduk Bendo, PDIP Ponorogo Dorong Pelestarian Ekosistem dan Ketahanan Pangan

PONOROGO – Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, DPC PDI Perjuangan Ponorogo menggelar kegiatan penebaran 15 ...
KRONIK

Peternak Ayam Petelur Tertekan, Sonny Dorong Kementan Lakukan Langkah-Langkah Bantuan

JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI, Sonny T. Danaparamita, mendorong Kementerian Pertanian (Kementan) untuk ...
KABAR CABANG

PDIP Kota Batu Gelar Turnamen Catur, Tanamkan Pola Pikir Strategis ala Bung Karno

DPC PDI Perjuangan Kota Batu menggelar Turnamen Catur Piala Bung Karno 2026 sebagai upaya membumikan nilai ...
KABAR CABANG

Berangkat Pukul 04.30 dari Malang, Amelia ke Kediri untuk Melukis Bung Karno

Lomba Melukis Wajah Bung Karno yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menarik 171 peserta dari berbagai ...