Rabu
13 Mei 2026 | 10 : 57

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ony Setiawan: Pemda Harus Serius Alokasikan Anggaran untuk Penguatan Petani Gurem

PDIP-Jatim-Ony-Setiawan-08022023

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Ony Setiawan, mendorong penguatan petani gurem melalui kebijakan integrasi pertanian dan peternakan.

Hal ini dia sampaikan dalam momentum peringatan Hari Tani Nasional 2025, sebagai respons terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi petani kecil di Jawa Timur.

Menurut Ony, mayoritas petani di Jawa Timur tergolong sebagai petani gurem, yaitu petani yang menggarap lahan kurang dari 0,5 hektare.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lebih dari 60 persen dari total 4,6 juta rumah tangga pertanian di Jawa Timur termasuk dalam kategori tersebut.

“Petani gurem menghadapi banyak keterbatasan, mulai dari akses lahan, permodalan, hingga harga jual hasil panen yang tidak stabil. Karena itu, kami menilai integrasi antara pertanian dan peternakan perlu didorong untuk meningkatkan pendapatan mereka,” kata Ony, Rabu (24/9/2025).

Konsep integrasi ini, sebut Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim tersebut, memungkinkan petani memanfaatkan lahan secara lebih efisien.

sumber foto ilustrasi petani gurem jogjapolitan.harianjogja.com

Limbah pertanian dapat digunakan sebagai pakan ternak, sementara limbah peternakan diolah menjadi pupuk organik. Pola ini dinilai mampu menekan biaya produksi dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Ony menilai, integrasi pertanian dan peternakan bukan hal baru, namun implementasinya masih belum optimal. Dia mendorong Pemprov Jatim dan pemerintah kabupaten/kota agar menjadikan program ini sebagai prioritas dengan dukungan anggaran dan pendampingan teknis yang memadai.

“Kalau petani gurem hanya mengandalkan panen padi atau jagung, jelas penghasilannya tidak cukup. Tapi jika ditambah peternakan kecil seperti ayam, kambing, atau sapi, ada tambahan penghasilan yang bisa meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Selain itu, Ony juga menekankan pentingnya peran BUMD pangan dalam membantu pemasaran produk petani. Dia menyebut, anjloknya harga saat panen raya masih menjadi persoalan serius yang merugikan petani gurem.

Legislator dari dapil Bojonegoro-Tuban ini pun mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran dan distribusi hasil tani. Juga kerja sama dengan perguruan tinggi untuk menghadirkan inovasi teknologi tepat guna di sektor pertanian.

“Ini bukan sekadar wacana. Pemerintah daerah harus serius mengalokasikan anggaran untuk penguatan petani gurem melalui model usaha tani yang berkelanjutan,” pungkas Ony. (yols/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

UPRINTIS Futsal League 2026 Sukses Digelar, Mas Ipin Tunggu Full Season Bulan Depan

UPRINTIS Futsal League 2026 di Trenggalek sukses digelar. Novita Hardini siapkan Full Season lebih meriah bulan ...
KRONIK

Bupati Lukman Coba Tanam Padi dengan Rice Transplanter, Dorong Modernisasi Pertanian

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memperkuat sektor pertanian dengan modernisasi alat dan metode ...
KRONIK

Bu Risma Melayat ke Rumah Duka Sopir Ambulans Baguna Sidoarjo, Serahkan Santunan BPJS Rp 118,5 Juta

​SIDOARJO – Mantan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menyerahkan secara langsung santunan kematian dari BPJS ...
KRONIK

Pedagang Pasar Mangu Kerap Kirim Video Atap Bocor ke Dinas, Yang Datang Anggota Dewan

MAGETAN – Keluhan pedagang Pasar Mangu Takeran atas kerusakan fasilitas kerap disampaikan kepada pihak pengelola ...
EKSEKUTIF

Rijanto Tegaskan Komitmen Jaga Toleransi Jelang Perayaan Waisak di Blitar

Rijanto menegaskan komitmen menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama jelang perayaan Waisak di Kabupaten ...
KRONIK

Program Banyuwangi Hijau Layani 23.410 Rumah Tangga, Kelola Sampah Secara Sirkular

BANYUWANGI – Program Banyuwangi Hijau yang mengelola sampah secara sirkular terus mendapatkan animo positif dari ...