oleh

Obat Terapi Covid-19 Langka, Armuji Imbau Warga Surabaya Tidak Panic Buying

-Eksekutif-24 kali dibaca

SURABAYA – Wakil Wali Kota Surabaya Armuji mengimbau warga Kota Pahlawan tidak “panic buying”, memborong suplemen atau obat terapi Covid-19  secara besar-besaran yang mulai langka di sejumlah toko obat/apotek.

“Warga kami imbau untuk tidak melakukan pembelian apabila belum membutuhkan terlebih hanya untuk jaga-jaga, kasihan yang lain membutuhkan,” kata Armuji, Selasa (13/7/2021).

Terkait pasokan obat terapi Covid-19 di Kota Surabaya ini, Armuji kemarin memimpin rapat koordinasi secara daring.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri perwakilan distributor obat dan apotek, Ikatan Apoteker Indonesia Kota Surabaya, Polrestabes Surabaya, Polrestabes Tanjung Perak, Kejaksaan Negeri Surabaya , Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Komisi D DPRD Kota Surabaya  dan OPD Pemkot Surabaya.

Menurut Armuji, sinergi yang dibangun Pemkot Surabaya dengan jajaran samping dan pihak yang kompeten tersebut dibutuhkan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan ketersediaan obat yang dihadapi masyarakat.

Saat memimpin rapat, Armuji menyampaikan, rujukan penjualan obat harus sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/4826/2021 tentang Harga Eceran Tertinggi Obat Dalam Masa Pandemi Covid-19.

Adapun beberapa jenis obat yang diatur dalam SK Kemenkes tersebut di antaranya Favipiravir, Remdesivir, Oseltamivir, Intravenous, immunoglobulin, Invermectin, Tocilizumab dan Azithromychin.

Pihaknya selama ini mendapatkan banyak keluhan dari warga Surabaya khususnya yang melakukan isolasi mandiri terkait dengan kelangkaan obat-obatan terapi Covid-19.

“Warga yang dirawat di rumah membutuhkan beberapa jenis obat-obatan seperti antivirus serta berbagai suplemen vitamin. Tolong dibatasi pembeliannya untuk menjamin semua terpenuhi,” pinta politisi senior PDI Perjuangan ini.

Untuk itu, kata dia, Pemkot Surabaya bersama kejaksaan dan kepolisian akan terus mengawasi dan berupaya agar obat mudah didapatkan dan terjangkau oleh masyarakat.

“Kami akan mengambil langkah tegas apabila diperlukan untuk menjamin keselamatan warga Surabaya,” tandas Armuji.

Dalam rakor kemarin, perwakilan Ikatan Apoteker Indonesia Kota Surabaya, Distributor Obat dan Apotek di Surabaya menyampaikan, bahwa kelangkaan obat terapi Covid-19 diakibatkan supply-demand yang tidak seimbang. (nia/pr)