Selasa
29 September 2026 | 4 : 46

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Nyekar ke Rembang, Puti: Kartini Inspirasi Perempuan Indonesia

pdip-jatim-puti-kartini1

REMBANG – Cawagub Jawa Timur Puti Guntur Soekarno menyebut Raden Ajeng Kartini menjadi inspirasi baginya, juga bagi kaum perempuan di Indonesia. Menurut Puti, semangat Kartini tak pernah padam, bahkan makin terang menyala di era milenial saat ini.

“Selamat memperingati Hari Kartini bagi seluruh perempuan Indonesia. Selamat mengembangkan peran di semua sektor kehidupan. Semoga Indonesia Raya semakin jaya ke depan,” kata Puti Guntur, usai nyekar makam RA Kartini di Desa Bulu, Rembang, Jawa Tengah, Jumat (20/4/2018).

Melalui Keputusan Presiden No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, Presiden Soekarno menetapkan RA Kartini sebagai Pahlawan Nasional. Bung Karno juga menetapkan 21 April sebagai Hari Kartini yang diperingati secara nasional.

Di lokasi makam, Puti menaburkan bunga segar, dan khusyuk berdoa. “Semoga Allah SWT memberikan tempat bahagia dan mulia bagi Ibu Kartini dan semua pejuang bangsa ini,” ucapnya.

Didampingi Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Sri Untari, Puti Guntur juga berkunjung ke rumah yang sering disinggahi Kartini. Puti melihat-lihat seisi rumah, termasuk kamar yang menjadi tempat istirahat Kartini ketika berkunjung ke rumah itu.

“Kita mensyukuri kelahiran Ibu Kartini, yang di belakang hari berperan penting dalam sejarah bangsa, terutama dalam peran emansipasi perempuan,” ujar Puti.

Di rumah itu Puti bertemu Ny. Janarto, dari keluarga besar Bupati Rembang Djojo Adiningrat, suami Kartini. “Biasanya saat memperingati Hari Kartini, kerabat keluarga ada yang datang di rumah ini,” jelas Ny. Janarto.

“Semoga Mbak Puti Guntur Soekarno terpilih menjadi Wakil Gubernur Jawa Timur,” ucap Ny. Janarto.

Di rumah itu, ia menunjukkan foto kakeknya dan Bung Karno. Keduanya teman sekolah di HBS Surabaya.

Bagi Puti Guntur, Kartini mempraktikkan cara berpikir yang ‘out of the box’ yang tidak lazim di zamannya. Dia tertarik cara berpikir kaum perempuan Eropa.

“Ibu Kartini juga ingin mengangkat kaum perempuan pribumi, yang saat itu perannya masih sangat terbelakang,” kata Puti.

Sebelum usia 20 tahun, Kartini banyak melakukan korespondensi dengan kawan-kawan dia di Belanda. Ia juga melahap koran, buku dan majalah terbitan modern. Pemikiran-pemikiran modern telah diserapnya di usia sangat muda.

Buku berjudul: Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta, karya Multatuli, juga dibaca Kartini. Buku itu mengisahkan perlakuan buruk pemerintah kolonial Belanda pada bangsa pribumi Jawa.

Kartini meninggal dunia pada usia muda, 25 tahun, ketika melahirkan putera pertamanya dari perkawinan dengan Bupati Rembang K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat.

Setelah meninggal, surat-surat Kartini dikumpulkan menjadi buku oleh Mr. JH Abendanon. Buku itu ditulis ulang dalam Bahasa Melayu oleh Armijn Pane, sastrawan Pujangga Baru, dengan judul: Habis Gelap Terbitlah Terang.

“Ibu Kartini tokoh yang sangat mencintai kaum dan bangsanya. Api nasionalisme menyala pada dirinya. Pikiran-pikirannya penuh humanisme,” ujar Puti. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

HEADLINE

Puan Akan Atur Pertemuan Lanjutan Prabowo-Megawati

JAKARTA – Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengatakan akan mengatur kembali pertemuan ...
KRONIK

Bupati Fauzi Fokus Bangun Generasi Emas Sepak Bola Sejak Dini

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, akan menggelar turnamen sepak bola antar-Sekolah Dasar ...
KRONIK

Sebanyak 348 Pelajar Banyuwangi Ikuti Digital Mission Race Palang Merah Remaja (PMR)

BANYUWANGI – Dalam rangkaian Peringatan HUT ke-81, PMI Banyuwangi menggelar lomba Digital Mission Race UKS/PMR ...
HEADLINE

Presiden Datangi Rumah Megawati, Sampaikan Duka atas Wafatnya Guruh Soekarnoputra

Presiden mendatangi kediaman Megawati Soekarnoputri di Jakarta untuk menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Guruh ...
LEGISLATIF

Guntur Wahono Soroti Honor Guru TK Swasta, Dorong Pemerintah Lebih Bertanggung Jawab

Guntur Wahono menyoroti rendahnya honor guru TK swasta di Blitar. Ia mendorong kebersamaan dan tanggung jawab ...
EKSEKUTIF

RAPBD Surabaya 2027 Rp12,825 Triliun, Pendidikan Gratis hingga Rutilahu Tetap Jadi Prioritas

SURABAYA – Pendidikan gratis, kesehatan gratis hingga perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dipastikan tetap ...