Sabtu
24 Oktober 2026 | 4 : 58

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Nyekar ke Rembang, Puti: Kartini Inspirasi Perempuan Indonesia

pdip-jatim-puti-kartini1

REMBANG – Cawagub Jawa Timur Puti Guntur Soekarno menyebut Raden Ajeng Kartini menjadi inspirasi baginya, juga bagi kaum perempuan di Indonesia. Menurut Puti, semangat Kartini tak pernah padam, bahkan makin terang menyala di era milenial saat ini.

“Selamat memperingati Hari Kartini bagi seluruh perempuan Indonesia. Selamat mengembangkan peran di semua sektor kehidupan. Semoga Indonesia Raya semakin jaya ke depan,” kata Puti Guntur, usai nyekar makam RA Kartini di Desa Bulu, Rembang, Jawa Tengah, Jumat (20/4/2018).

Melalui Keputusan Presiden No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, Presiden Soekarno menetapkan RA Kartini sebagai Pahlawan Nasional. Bung Karno juga menetapkan 21 April sebagai Hari Kartini yang diperingati secara nasional.

Di lokasi makam, Puti menaburkan bunga segar, dan khusyuk berdoa. “Semoga Allah SWT memberikan tempat bahagia dan mulia bagi Ibu Kartini dan semua pejuang bangsa ini,” ucapnya.

Didampingi Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Sri Untari, Puti Guntur juga berkunjung ke rumah yang sering disinggahi Kartini. Puti melihat-lihat seisi rumah, termasuk kamar yang menjadi tempat istirahat Kartini ketika berkunjung ke rumah itu.

“Kita mensyukuri kelahiran Ibu Kartini, yang di belakang hari berperan penting dalam sejarah bangsa, terutama dalam peran emansipasi perempuan,” ujar Puti.

Di rumah itu Puti bertemu Ny. Janarto, dari keluarga besar Bupati Rembang Djojo Adiningrat, suami Kartini. “Biasanya saat memperingati Hari Kartini, kerabat keluarga ada yang datang di rumah ini,” jelas Ny. Janarto.

“Semoga Mbak Puti Guntur Soekarno terpilih menjadi Wakil Gubernur Jawa Timur,” ucap Ny. Janarto.

Di rumah itu, ia menunjukkan foto kakeknya dan Bung Karno. Keduanya teman sekolah di HBS Surabaya.

Bagi Puti Guntur, Kartini mempraktikkan cara berpikir yang ‘out of the box’ yang tidak lazim di zamannya. Dia tertarik cara berpikir kaum perempuan Eropa.

“Ibu Kartini juga ingin mengangkat kaum perempuan pribumi, yang saat itu perannya masih sangat terbelakang,” kata Puti.

Sebelum usia 20 tahun, Kartini banyak melakukan korespondensi dengan kawan-kawan dia di Belanda. Ia juga melahap koran, buku dan majalah terbitan modern. Pemikiran-pemikiran modern telah diserapnya di usia sangat muda.

Buku berjudul: Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta, karya Multatuli, juga dibaca Kartini. Buku itu mengisahkan perlakuan buruk pemerintah kolonial Belanda pada bangsa pribumi Jawa.

Kartini meninggal dunia pada usia muda, 25 tahun, ketika melahirkan putera pertamanya dari perkawinan dengan Bupati Rembang K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat.

Setelah meninggal, surat-surat Kartini dikumpulkan menjadi buku oleh Mr. JH Abendanon. Buku itu ditulis ulang dalam Bahasa Melayu oleh Armijn Pane, sastrawan Pujangga Baru, dengan judul: Habis Gelap Terbitlah Terang.

“Ibu Kartini tokoh yang sangat mencintai kaum dan bangsanya. Api nasionalisme menyala pada dirinya. Pikiran-pikirannya penuh humanisme,” ujar Puti. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Dengar Aspirasi Pemuda, Bupati Lukman Buka-bukaan Soal Strategi Pembangunan Daerah

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terus membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat ...
KRONIK

IMM Tagih Solusi Darurat Pendidikan Jember, DPRD Bidik 23 Ribu Anak Tak Sekolah

JEMBER – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyelesaikan persoalan ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP Soroti APBD Kota Batu 2027, Dorong Kemandirian Fiskal dan Belanja Tepat Sasaran

BATU – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Batu mendorong pemerintah kota memperkuat kemandirian fiskal dalam ...
KRONIK

Makanan Diantar ke Rumah Lansia Miskin Tiap Pagi, Rantang Kasih Terus Lanjut

BANYUWANGI – Setiap pagi, sekitar pukul 06.30 WIB, Elok Susanti datang mengantarkan makanan ke rumah Sahani (67), ...
EKSEKUTIF

Anggaran Surabaya 2027 Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Penanganan Banjir

SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya memprioritaskan pendidikan, kesehatan, dan penanganan banjir dalam penyusunan ...
EKSEKUTIF

Hari Santri 2026, Rijanto Dorong Santri Blitar Kuasai Teknologi dan Ikut Membangun Daerah

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong para santri menguasai ilmu agama sekaligus teknologi agar mampu mengambil ...