KEDIRI – Ketua DPRD Kabupaten Kediri Murdi Hantoro minta pemerintah daerah setempat untuk segera melakukan penanganan bencana alam banjir dan tanah longsor di Kecamatan Mojo.
Menurutnya, langkah cepat harus segera dilakukan agar peristiwa serupa tidak kembali terulang mengingat curah hujan saat ini masih sangat tinggi.
Saat sidak langsung ke 4 desa yang terdampak bencana, Murdi Hantoro melihat ada sekitar 10 rumah milik warga yang berpotensi kembali terjadi bencana longsor apabila turun hujan dengan intensitas tinggi.
“Kita memberikan saran dan masukan untuk segera menangani bencana ini. Kemudian kedua mengantisipasi agar tidak terjadi kembali. Paling tidak ada solusi bagi warga,” terang Murdi Hantoro, Senin (25/5/2025).
” Tadi saya melihat di Desa Pamongan ada 10 rumah warga yang rawan. Kalau terjadi hujan terus menerus juga akan terjadi longsor. Karena itu Pemda harus memikirkan bagimana nasib 10 rumah milik warga ini ke depan, ” sambung pria yang juga menjabat sebagai ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri itu.
Dia menambahkan, bagi warga yang memiliki rumah di kawasan lokasi rentan terjadi longsor bisa direlokasi ke tempat lain.
“Misalkan kalau masih ada tanah bengkok, mungkin bisa diajak kesana. Atau bisa dibangun plengsenagan agar tidak longsor. Nanti kita coba berikan saran dan masukan kepada Pemda agar warga merasakan aman dan nyaman tidak ketar ketir, ” tutur dia saat mengikuti kegiatan sosial pemberian bantuan paket sembako kepada masyarakat setempat .
Berdasarkan pendataan BPBD Kabupaten Kediri, dampak bencana yang terjadi pada Jumat 16 Mei 2025 lalu mengakibatkan 24 rumah di Desa Petungroto mengalami kerusakan akibat tanah longsor.
Kemudian, di Desa Pamongan dua rumah rusak akibat longsor, Desa Ngetrep akses jalan tertutup material longsor, dan di Desa Blimbing terdapat dua rumah rusak akibat banjir. Selain itu juga dikabarkan 1 orang lansia dikabarkan hilang dan sampai sekarang belum juga diketemukan. (putera/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










