Sabtu
05 September 2026 | 1 : 51

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mujid Riduan Ajak Warga Terdampak Banjir di Desa Beton Mengungsi ke Posko

IMG-20230222-WA0044_copy_1200x652_copy_900x489

GRESIK – Banjir akibat jebolnya tanggul anak Kali Lamong di Desa Beton, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, mendapat perhatian Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan.

Politisi PDI Perjuangan itu meninjau langsung kondisi konstituennya yang terdampak banjir dan memilih tinggal di tenda darurat yang dibangun sendiri di pinggir jalan.

Mereka memilih tinggal di tenda karena lokasinya dekat dengan kediamannya. Sedangkan lokasi posko pengungsian lumayan jauh.

Mujid Riduan berharap, warga mau mengungsi ke posko pengungsian yang lebih aman. Dan pengawasan anak-anak lebih terjamin. Karena, masih banyak anak-anak yang bermain di air.

“Mari ibu-ibu kita ke balai desa saja. Di sana lebih aman, makanan dan kesehatan ibu-ibu serta anak-anak semua, di sana dapat kita awasi,” ujar Mujid, Rabu (22/2/2023).

Ketua DPC PDI Perjuangan itu juga berusaha meyakinkan warga terdampak banjir bahwa rumah mereka aman dari tindakan kejahatan. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan, TNI – Polri untuk memberikan keamanan.

“Para korban takut barang-barang mereka yang ada di dalam rumah dicuri, karena itu mereka memilih bertahan di tenda yang dibangun seadanya di pinggir jalan,” imbuhnya.

Sementara Camat Menganti, Gunawan Purna Atmaja menyampaikan, banjir di Desa Beton ini merupakan banjir pertama setelah 20 tahun. Banjir ini terjadi karena tanggul anak Kali Lamong jebol sejak Jumat (17/2) kemarin.

“Kami sebenarnya sudah melakukan perbaikan, tapi jebol lagi. Ini karena debit air di anak Kali Lamong, tepatnya di perbatasan Desa Beton dan Desa Cermen sangat besar,” katanya.

Pihaknya menyebutkan, di Desa Beton, banjir telah merendam dua Dusun. Total ada 46 Kartu Keluarga (KK) yang menjadi korban, yaitu Dusun Beton dan Dusun Biyodo. Masing-masing ada 30 dan 16 KK yang menjadi korban.

“Kita sudah mengunjungi dan mengajak pengungsi pindah ke posko. Kita juga berkoordinasi dengan TNI-Polri untuk senantiasa mengontrol keamanan di wilayah banjir, sehingga para pengungsi lebih merasa aman,” ujarnya.

Sementara, salah satu pengungsi, Popi (31), mengaku khawatir jika mengungsi ke balai desa, mengingat jaraknya lumayan jauh dari kediamannya, sekitar 1 kilometer.

Pihaknya berharap, tanggul yang jebol segera teratasi. Sehingga, warga bisa beraktifitas seperti sediakala.

“Kami sudah tinggal di sini selama dua tahun. Banjir baru pertama ini,” tandasnya. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Tambahan Fiskal Rp223 Miliar di P-APBD Jember 2026, PDIP: Apa Manfaat Nyatanya Buat Warga?

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember mempertanyakan manfaat tambahan ruang fiskal sekitar Rp223,12 ...
OLAHRAGA

Trenggalek Bertekad Tembus 10 Besar Porprov Jatim 2027

KONI Trenggalek menargetkan masuk 10 besar Porprov Jatim 2027 meski anggaran terbatas. Dari 40 atlet yang siap ...
EKSEKUTIF

Tanam Pohon Peringatan Hari Lahir Kejaksaan, Wabup Antok Berharap Srigati Bisa Jadi Agro Wisata

NGAWI – Kejaksaan Negeri Ngawi menanam sejumlah pohon buah di kawasan wisata religi Palereman Srigati, Desa ...
KRONIK

Imbas 1.600 Pekerja PT INKA Banyuwangi Dirumahkan, DPRD Desak Pemkab dan Pusat Turun Tangan

BANYUWANGI – Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, menyatakan keprihatinan mendalam atas ...
OLAHRAGA

Bupati Fauzi Lepas Assyabaab U-13, Titipkan Pesan Penting Soal Karakter dan Disiplin

SUMENEP – Sebanyak 25 anggota Assyabaab U-13 resmi dilepas menuju Kabupaten Jember untuk mengikuti kompetisi Zona ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong RT/RW Dilibatkan Aktif dalam Pendataan Bansos, Data Desil Harus Sesuai Kondisi Riil Warga

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono mendorong pemerintah melibatkan RT dan RW secara aktif ...