Selasa
20 Oktober 2026 | 6 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mujid Riduan Ajak Warga Terdampak Banjir di Desa Beton Mengungsi ke Posko

IMG-20230222-WA0044_copy_1200x652_copy_900x489

GRESIK – Banjir akibat jebolnya tanggul anak Kali Lamong di Desa Beton, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, mendapat perhatian Wakil Ketua DPRD Gresik Mujid Riduan.

Politisi PDI Perjuangan itu meninjau langsung kondisi konstituennya yang terdampak banjir dan memilih tinggal di tenda darurat yang dibangun sendiri di pinggir jalan.

Mereka memilih tinggal di tenda karena lokasinya dekat dengan kediamannya. Sedangkan lokasi posko pengungsian lumayan jauh.

Mujid Riduan berharap, warga mau mengungsi ke posko pengungsian yang lebih aman. Dan pengawasan anak-anak lebih terjamin. Karena, masih banyak anak-anak yang bermain di air.

“Mari ibu-ibu kita ke balai desa saja. Di sana lebih aman, makanan dan kesehatan ibu-ibu serta anak-anak semua, di sana dapat kita awasi,” ujar Mujid, Rabu (22/2/2023).

Ketua DPC PDI Perjuangan itu juga berusaha meyakinkan warga terdampak banjir bahwa rumah mereka aman dari tindakan kejahatan. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan, TNI – Polri untuk memberikan keamanan.

“Para korban takut barang-barang mereka yang ada di dalam rumah dicuri, karena itu mereka memilih bertahan di tenda yang dibangun seadanya di pinggir jalan,” imbuhnya.

Sementara Camat Menganti, Gunawan Purna Atmaja menyampaikan, banjir di Desa Beton ini merupakan banjir pertama setelah 20 tahun. Banjir ini terjadi karena tanggul anak Kali Lamong jebol sejak Jumat (17/2) kemarin.

“Kami sebenarnya sudah melakukan perbaikan, tapi jebol lagi. Ini karena debit air di anak Kali Lamong, tepatnya di perbatasan Desa Beton dan Desa Cermen sangat besar,” katanya.

Pihaknya menyebutkan, di Desa Beton, banjir telah merendam dua Dusun. Total ada 46 Kartu Keluarga (KK) yang menjadi korban, yaitu Dusun Beton dan Dusun Biyodo. Masing-masing ada 30 dan 16 KK yang menjadi korban.

“Kita sudah mengunjungi dan mengajak pengungsi pindah ke posko. Kita juga berkoordinasi dengan TNI-Polri untuk senantiasa mengontrol keamanan di wilayah banjir, sehingga para pengungsi lebih merasa aman,” ujarnya.

Sementara, salah satu pengungsi, Popi (31), mengaku khawatir jika mengungsi ke balai desa, mengingat jaraknya lumayan jauh dari kediamannya, sekitar 1 kilometer.

Pihaknya berharap, tanggul yang jebol segera teratasi. Sehingga, warga bisa beraktifitas seperti sediakala.

“Kami sudah tinggal di sini selama dua tahun. Banjir baru pertama ini,” tandasnya. (mus/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Festival Anak Sholeh, Ikhtiar Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berikhtiar membentuk generasi muda yang tidak hanya ...
KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Panaskan Mesin Hingga Akar Rumput, Lantik 1.645 Pengurus Ranting

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus mengintensifkan konsolidasi organisasi ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Targetkan Zero ATS 2027, Kejar Paket A hingga C Bakal Gratis

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menargetkan Kabupaten Malang bebas Anak Tidak Sekolah (ATS) atau Zero ATS pada ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Raperda Transportasi Terintegrasi Harus Jawab Kebutuhan Warga

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Baznas Surabaya Prioritaskan Warga Miskin Desil 1

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya memprioritaskan warga ...