Rabu
29 Juli 2026 | 4 : 53

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mufti: Rencana Beli Peternakan di LN Tak Hargai Peternak dan Peneliti

pdip-jatim-mufti-anam-110121

JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR Mufti Anam menilai wacana yang dilontarkan Menteri BUMN Erick Thohir untuk membeli peternakan sapi di Belgia tidak sejalan dengan upaya meningkatkan daya saing industri peternakan dalam negeri.

”Akuisisi peternakan di luar negeri tidak memberi sedikit pun nilai tambah ke stakeholder peternakan di tanah air, terutama para peternak,” kata Mufti Anam, Senin (19/4/2021).

”Benar, Indonesia masih impor daging sapi. Namun itu bukan alasan untuk membeli peternakan di luar negeri, kemudian sapinya diimpor ke Indonesia. Sama saja kalau begitu. Apalagi Belgia, jauh, pengirimannya tentu cukup mahal,” ujarnya.

Konon Menteri BUMN Erick Thohir berencana membeli peternakan sapi di Belgia. Erick kabarnya sudah meminta Duta Besar RI untuk Belgia, Andri Hadi untuk mencarikannya pertenakan sapi yang siap dijual.

Mufti mengatakan, akan jauh lebih baik jika BUMN membantu mengembangkan peternakan sapi di tanah air untuk mengakselerasi tercapainya swasembada daging.

”Politik pangan Presiden Jokowi jelas, yaitu optimalkan potensi dalam negeri. Ini jadi pertanyaan publik, kok malah para menterinya menempuh jalan berbeda dibanding politik pangan presiden,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Dia mengatakan, sejumlah langkah bisa dilakukan untuk memacu peternakan sapi di tanah air.

Kementerian Pertanian, misalnya, juga telah mengembangkan sapi Belgian Blue, bekerja sama dengan UGM dan IPB. Peningkatan mutu genetik ternak juga terus dilakukan melalui riset dan uji coba yang sebagian telah sukses.

Mufti mengatakan, rencana akuisisi peternakan di luar negeri terkesan tidak menghargai peternak dan para peneliti yang telah berjuang keras selama ini meningkatkan produksi daging sapi.

”Bahwa masih ada tantangan peningkatan produksi itu fakta, tetapi seharusnya BUMN bantu dong. Cari lokasinya yang sesuai dengan kebutuhan sapi Belgian blue, begitu pula jenis sapi lainnya, ada Simmental, Limousin, Angus, Madura, Bali, PO, Aceh, dan sebagainya. Sentuh teknologi modern, peternakan 4.0. Tunggu saatnya panen raya menuju swasembada, bahkan bisa ekspor,” ujar mantan ketua HIPMI Jatim tersebut.

”Begitu seharusnya pola pikir membangun kemandirian ekonomi bangsa,” imbuh wakil rakyat dari Dapil Pasuruan-Probolinggo ini. (*/goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Jember Belum Bahas Persetujuan Pinjaman Daerah Akibat Defisit Rp987 Miliar

JEMBER – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jember, Candra Ary Fianto, menyatakan Tim Anggaran Pemerintah Daerah ...
KABAR CABANG

PDI Perjuangan Kabupaten Madiun Genjot Konsolidasi hingga Desa Hadapi Pemilu 2029

MADIUN – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun Fery Sudarsono mempercepat konsolidasi organisasi hingga tingkat ...
KABAR CABANG

Kukuhkan Pengurus Ranting, Doding Rahmadi Ingatkan Kader PDIP Jangan Lupakan Sejarah

TRENGGALEK – Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, mengingatkan kader partai agar ...
LEGISLATIF

DPRD Magetan Beri Catatan Pertanggungjawaban APBD 2025, SiLPA Tinggi PAD Belum Optimal

MAGETAN – DPRD Kabupaten Magetan menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Pengambilan Keputusan terhadap Rancangan ...
KABAR CABANG

DPC Nganjuk Gelar Khataman dan Sarasehan Peringati 30 Tahun Kudatuli

NGANJUK – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk menggelar rangkaian kegiatan doa bersama ...
KRONIK

Sambut Hari Kemerdekaan, Suwito Gotong Royong Bersama Masyarakat Arosbaya Cat Pembatas Jalan

BANGKALAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bangkalan, Agus Suwito, menegaskan pentingnya gotong royong dan ...