Sabtu
12 September 2026 | 10 : 00

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Momen Haru Pemberangkatan 861 Jemaah Haji Lumajang oleh Bupati dan Wakil Bupati, Nenek Umur 95 Tahun Turut Serta

IMG-20250507-WA0088

LUMAJANG – Dengan penuh haru dan kebanggaan, sebanyak 861 jemaah haji asal Kabupaten Lumajang resmi dilepas keberangkatannya menuju Tanah Suci oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah), dan Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma (Mas Yudha) dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Pendopo Aryawiraraja, Rabu pagi (7/5/2025).

Prosesi pelepasan ini menjadi momentum spiritual yang mendalam tidak hanya bagi para calon haji, namun juga bagi keluarga, masyarakat, dan pemerintah daerah.

Hadirnya jajaran Forkopimda, seperti Dandim 0821/Lumajang, Kapolres Lumajang, Danyon 527, dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang menunjukkan kuatnya sinergi dalam mendampingi langkah-langkah ibadah masyarakat.

Dalam sambutannya, Bunda Indah tak kuasa menyembunyikan rasa haru dan bahagia. Ia menegaskan bahwa haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin menuju kesempurnaan iman.

“Kami mendoakan semoga seluruh jamaah diberikan kelancaran, kesehatan, dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.”

“Bawalah nama baik Lumajang, dan jadikan momen ini sebagai ladang kebaikan untuk saling membantu dan menjaga kekompakan,” pesannya penuh makna.

Sementara itu, Mas Yudha menyoroti pentingnya peran semua pihak dalam mempersiapkan keberangkatan jamaah. Ia mengapresiasi kerja keras Kementerian Agama, tenaga kesehatan, pendamping haji, dan keluarga jamaah yang telah memberikan dukungan maksimal.

“Ini adalah momen yang sangat dirindukan umat Islam. Kita patut bersyukur karena pemerintah daerah dapat ikut serta memberikan pelayanan terbaik demi kenyamanan jamaah,” ujarnya.

Uniknya, keberangkatan tahun ini turut diwarnai dengan keberadaan jamaah termuda, Verdi Pratama (18 tahun), dan jamaah tertua, Mbah Satumi (95 tahun). Keduanya menjadi simbol semangat lintas generasi dalam menunaikan rukun Islam kelima.

Acara pelepasan diakhiri dengan doa bersama, yang dipanjatkan dengan linangan air mata dan keheningan penuh kekhusyukan. Bagi masyarakat Lumajang, pelepasan ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud cinta dan dukungan kolektif dalam mengantar para tamu Allah menuju perjumpaan suci di Baitullah. (ndy/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Rekomendasikan Pemutakhiran Data Desil, DPRD Trenggalek Minta BPS dan Dinsos Turun ke Lapangan

TRENGGALEK – DPRD Trenggalek merekomendasikan pemutakhiran data desil secara langsung di lapangan untuk mengatasi ...
SEMENTARA ITU...

Yuzar: Kader Digital Harus Kritis, Jangan Mudah Sebarkan Informasi Belum Terverifikasi

KEDIRI – Anggota DPRD Kota Kediri dari Fraksi PDI Perjuangan, Yuzar Rasyid, mengingatkan kader digital Muhammadiyah ...
KABAR CABANG

Probolinggo Siaga Darurat Kekeringan, PDI Perjuangan Instruksikan Kader Jadi Early Warning System

KABUPATEN PROBOLINGGO – Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu daerah dengan status Siaga Darurat Kekeringan di ...
EKSEKUTIF

Desil Bukan Lagi Acuan Tunggal, Pemkot Surabaya Libatkan Warga dan Pemuda Verifikasi Bansos

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah pola penentuan penerima bantuan sosial (bansos) dengan tidak ...
KRONIK

Raker PP Bamusi, Gus Falah Sampaikan Urgensi Ukhuwah Wathoniyah Ormas-ormas Islam

CIANJUR – Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi) menggelar rapat kerja untuk merumuskan program ...
EKSEKUTIF

Wawali Mojokerto: Jaminan Sosial Ketenagakerjaan adalah Hak Dasar Setiap Pekerja

MOJOKERTO – Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi menegaskan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan ...