Kamis
30 Juli 2026 | 6 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Momen Hari Ibu, Ini Pesan Megawati

pdip-jatim-megawati-hari-ibu1

JAKARTA – Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri mengatakan setiap warga negara, baik laki-laki maupun perempuan mempunyai hak yang sama di mata hukum.

“Negara sebenarnya telah memberikan dengan sah kepada perempuan Indonesia derajat yang sama dengan kaum laki-lakinya,” kata Megawati.

Pernyataan tersebut disampaikan Megawati dalam sambutan seminar nasional dengan tema “Perempuan Hebat Untuk Indonesia Maju” yang digelar BPIP, di Ritz Carlton, Jakarta, (22/12/2019).

Menurutnya, sebagai sosok perempuan di Indonesia, dia sering dielu-elukan. Memang, kata Megawati, dirinya bisa dijadikan salah satu contoh tokoh untuk menjadi panutan bagi anak-anak perempuan Indonesia, agar bisa mengikuti jejaknya sebagai politisi.

Saat dia kecil, anak perempuan sering dibilang “Konco Wingking” dalam istilah Jawa, yang artinya perempuan hanya ada di belakang laki-laki. “Saya dari kecil sudah berontak, saya bilang tidak bisa begitu, kita ini seharusnya bangga jadi kaum perempuan,” ujar Presiden ke-5 RI tersebut.

Menurutnya, jangan berpikir perempuan hanya ada di belakang laki-laki, padahal sudah ditetapkan dengan jelas oleh konstitusi bahwa setiap warga negara Indonesia mempunyai hak.

“Banyak yang bertanya kepada saya, kenapa mau menjadi Presiden? Saya bilang karena saya berjuang,” kata Megawati.

Meski begitu, dia mengaku merasa kesepian, karena banyak dari kaum perempuan yang tidak mau terjun ke dunia politik.

Sebagian orang, sebutnya, menganggap politik bagi perempuan itu tabu, dan meyakini adalah tempat untuk kaum laki-laki saja.

“Bagi saya seorang wanita yang berkecimpung di politik itu naik turun, kadang bagus kadang turun, lalu kenapa? Ini memang persoalan kita bersama, kalau tidak ada perempuan di bidang politik, lalu bagaimana kita bisa menjalankan tata pemerintahan kita tanpa ada kaum perempuan,” ucap Ketua Umum PDI Perjuangan ini.

Tak ayal, menurutnya, sulit kaum perempuan ingin masuk politik, dan lebih banyak yang berkecimpung di bidang lain, sehingga tidak pernah mau menyentuh bidang politik.

Pada kesempatan itu  Megawati mengatakan, momentum Hari Ibu setiap 22 Desember mengingatkannya tentang perjuangan para pahlawan perempuan.

Menurutnya, keberanian para pahlawan perempuan dalam berpartisipasi memerdekakan Indonesia patut dijadikan motivasi hidup. Dia menyebut Kartini, Cut Nyak Dien, dan Cut Mutia.

Megawati juga menyebut nama Fatmawati sebagai seorang perempuan pemberani yang berani menjahit bendera merah putih di saat negara ini masih dijajah. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Bojonegoro Setujui Dua Raperda, Tentang Kepariwisataan dan Anak

BOJONEGORO– Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bojonegoro resmi memberikan persetujuan terhadap dua Rancangan ...
LEGISLATIF

Untari Desak Pemprov Jatim Hidupkan Kembali Hibah Kebudayaan untuk Sanggar dan Pelaku Seni

Ketua Komisi E DPRD Jatim Sri Untari Bisowarno mendesak Pemprov Jatim mengembalikan hibah kebudayaan ke sistem ...
KRONIK

Revitalisasi Eks Terminal Kamal, Upaya Hidupkan Gairah Ekonomi Masyarakat

BANGKALAN – Komisi I DPRD Kabupaten Bangkalan bersama Pemerintah Kecamatan Kamal menggelar forum sosialisasi ...
EKSEKUTIF

Mangrovisasi di Lamongan Tuai Apresiasi dari Gubernur Jatim

LAMONGAN – Pengelolaan Mangrove Lamongan Tuai Apresiasi Tingkat Jatim. Langkah konsisten Pemerintah Kabupaten ...
KRONIK

Gaungkan Warisan Pemikiran Sang Proklamator, Cucu Bung Karno Frederik Kiran Ziarah ke Blitar

Kunjungan Frederik Kiran Soekarno Seegers ke Makam Bung Karno di Blitar menjadi momentum menggaungkan kembali ...
LEGISLATIF

Puan Maharani Usulkan Grand Design Nasional Penuntasan Anak Tidak Sekolah 2045

Ketua DPR RI Puan Maharani mengusulkan Grand Design Nasional Penuntasan Anak Tidak Sekolah 2045 untuk ...