Sabtu
31 Oktober 2026 | 10 : 53

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Momen Hari Ibu, Ini Pesan Megawati

pdip-jatim-megawati-hari-ibu1

JAKARTA – Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri mengatakan setiap warga negara, baik laki-laki maupun perempuan mempunyai hak yang sama di mata hukum.

“Negara sebenarnya telah memberikan dengan sah kepada perempuan Indonesia derajat yang sama dengan kaum laki-lakinya,” kata Megawati.

Pernyataan tersebut disampaikan Megawati dalam sambutan seminar nasional dengan tema “Perempuan Hebat Untuk Indonesia Maju” yang digelar BPIP, di Ritz Carlton, Jakarta, (22/12/2019).

Menurutnya, sebagai sosok perempuan di Indonesia, dia sering dielu-elukan. Memang, kata Megawati, dirinya bisa dijadikan salah satu contoh tokoh untuk menjadi panutan bagi anak-anak perempuan Indonesia, agar bisa mengikuti jejaknya sebagai politisi.

Saat dia kecil, anak perempuan sering dibilang “Konco Wingking” dalam istilah Jawa, yang artinya perempuan hanya ada di belakang laki-laki. “Saya dari kecil sudah berontak, saya bilang tidak bisa begitu, kita ini seharusnya bangga jadi kaum perempuan,” ujar Presiden ke-5 RI tersebut.

Menurutnya, jangan berpikir perempuan hanya ada di belakang laki-laki, padahal sudah ditetapkan dengan jelas oleh konstitusi bahwa setiap warga negara Indonesia mempunyai hak.

“Banyak yang bertanya kepada saya, kenapa mau menjadi Presiden? Saya bilang karena saya berjuang,” kata Megawati.

Meski begitu, dia mengaku merasa kesepian, karena banyak dari kaum perempuan yang tidak mau terjun ke dunia politik.

Sebagian orang, sebutnya, menganggap politik bagi perempuan itu tabu, dan meyakini adalah tempat untuk kaum laki-laki saja.

“Bagi saya seorang wanita yang berkecimpung di politik itu naik turun, kadang bagus kadang turun, lalu kenapa? Ini memang persoalan kita bersama, kalau tidak ada perempuan di bidang politik, lalu bagaimana kita bisa menjalankan tata pemerintahan kita tanpa ada kaum perempuan,” ucap Ketua Umum PDI Perjuangan ini.

Tak ayal, menurutnya, sulit kaum perempuan ingin masuk politik, dan lebih banyak yang berkecimpung di bidang lain, sehingga tidak pernah mau menyentuh bidang politik.

Pada kesempatan itu  Megawati mengatakan, momentum Hari Ibu setiap 22 Desember mengingatkannya tentang perjuangan para pahlawan perempuan.

Menurutnya, keberanian para pahlawan perempuan dalam berpartisipasi memerdekakan Indonesia patut dijadikan motivasi hidup. Dia menyebut Kartini, Cut Nyak Dien, dan Cut Mutia.

Megawati juga menyebut nama Fatmawati sebagai seorang perempuan pemberani yang berani menjahit bendera merah putih di saat negara ini masih dijajah. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

DPRD Tulungagung Sahkan 5 Perda, Fraksi PDI Perjuangan Soroti Isu Pendidikan hingga Disabilitas

TULUNGAGUNG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulungagung bersama eksekutif resmi mengesahkan lima ...
LEGISLATIF

Buleks Apresiasi Prestasi Bank Suroboyo, Minta Kinerja Lima Tahun Berturut-turut Dipertahankan

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono, mengapresiasi capaian BPR Surya Artha Utama (BPR SAU) atau ...
SEMENTARA ITU...

Pemkot Surabaya Kembangkan Taman Hutan Kota Jeruk, Warga Desil 1 hingga 3 Diprioritaskan Kelola Usaha

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan pengembangan Taman Hutan Kota Jeruk di Kecamatan ...
LEGISLATIF

Bangun Ekonomi Berbasis Zero Waste, Sri Untari Gandeng Warga Empat Desa di Kabupaten Malang

MALANG – Empat desa di Kabupaten Malang disiapkan menjadi proyek percontohan pengelolaan sampah berbasis zero waste ...
EKSEKUTIF

Museum Penataran Expo 2026 Angkat Warisan Budaya Takbenda, Pemkab Blitar Luncurkan Reservasi Online

BLITAR – Museum Penataran Expo 2026 menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Blitar mengenalkan kekayaan warisan budaya ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Larang Pungutan Perpisahan Siswa SD-SMP Negeri Surabaya, Dispendik Tegur Kasek

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melarang sekolah negeri membebani orang tua murid dengan pungutan ...