Rabu
21 Oktober 2026 | 8 : 33

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Minta Relawan Mulai Kampanye Pilpres, Jokowi: Menteri Jangan Ikut

pdip-jatim-jokowi-saat-melawat-ke-hongkong

JAKARTA – Presiden Joko Widodo minta para relawannya untuk kampanye menjelang pemilihan presiden 2019 mendatang. Sedang kepada para menteri dan pembantunya, Jokowi minta untuk tidak ikut-ikutan kampanye.

“Jangan belum-belum sudah mau kampanye. Enggak usah kampanye-kampanye. Yang kampanye itu bagiannya Projo,” kata Jokowi, di depan ribuan relawan Pro Jokowi (Projo) di Sport Mall, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (4/9/2018).

Sekitar 1.000 relawan yang hadir pun langsung menyambut antusias arahan Jokowi itu. Relawan yang mengenakan baju serba putih langsung bertepuk tangan dan bersorak tanda setuju.

“Saya ngurusi kerja saja. Karena masih banyak hal yang belum kita selesaikan, terutama fokus kita kepada pembangunan infrastruktur,” ucap Jokowi.

Jokowi pun mengingatkan para relawannya, tahapan Pilpres 2019 sudah akan dimulai satu tahun dari sekarang. Penetapan capres dan cawapres sudah dimulai September 2018 mendatang.

“Tahun depan itu sudah masuk tahun politik. Dan kalau sudah masuk tahun politik, pasti rame-ramenya lebih kenceng. Sahut menyahutnya pasti lebih kenceng,” ucap Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga minta para relawan untuk membantu mensosialisasikan program dan capaian pemerintah.

Dia mencontohkan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang bisa membantu anak-anak tidak mampu untuk mengenyam pendidikan. Menurutnya, sudah ada 19 juta KIP yang dibagikan ke seluruh Indonesia.

Begitu juga Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang bertujuan membantu masyarakat miskin mendapatkan akses terhadap kesehatan.

Menurut Jokowi, sudah ada 92 Juta KIS yang dibagikan kepada masyarakat tidak mampu. Namun, kedua program ini tak banyak dikenal masyarakat sebagai capaian pemerintah.

“Harusnya ini sampai komunikasi itu. Relawan Projo harus menyampaikan hal-hal seperti ini supaya ‘oh ya ini program kita’. Jangan sampai ada yang ngeklaim-klaim. Yang lain klaim, repot nanti,” ujarnya.

Dia memberi contoh lain, seperti dana desa yang total anggarannya mencapai Rp 127 triliun. Dana desa ini bertujuan agar pembangunan dan ekonomi di pedesaan bisa tumbuh dengan baik.

Dengan dana besar itu, seharusnya rakyat menyadari kerja pemerintah dan rakyat merasakan manfaatnya. “Kasih tahu ke masyarakat kita sudah bekerja siang malam, Sabtu Minggu,” ucapnya.

Jokowi juga memaparkan sejumlah program lain seperti sertifikasi lahan dan kredit usaha rakyat. Selain itu, ada juga kebijakan bahan bakar minyak satu harga. Kebijakan ini diklaim membuat harga BBM di Jawa sama dengan di Papua.

“Memang maish ada satu dua yang belum, tapi secara umum sudah sama seperti Jawa,” kata dia. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Banyuwangi Gelar Rembug Santri, Ruang Jaring Aspirasi Generasi Pesantren

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus berupaya menghadirkan program pembangunan yang inklusif ...
EKSEKUTIF

2027, Alur Pelayanan Seluruh Puskesmas Surabaya Diselaraskan dengan Rumah Sakit

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan menyelaraskan alur pelayanan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat ...
LEGISLATIF

Minta Tak Ada Pungutan Pemakaman, Kaji Ipuk: Jangan Bebani Keluarga Berduka

SURABAYA – Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta pengelola tempat pemakaman umum (TPU) tidak melakukan ...
LEGISLATIF

Indi Naidha Prihatin Dugaan Kekerasan Siswa Sekolah Rakyat Jember

JEMBER – Sekretaris Komisi D DPRD Jember, Indi Naidha, menyoroti dugaan kekerasan terhadap tiga siswa Sekolah ...
KRONIK

Gus Falah Desak Kasus Penganiayaan Terhadap Kepsek Lamongan Diusut Tuntas

LAMONGAN – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil X (Lamongan-Gresik), Nasyirul Falah Amru yang akrab ...
EKSEKUTIF

Bupati Blitar Dorong Santri Percaya Diri dan Berani Tampil Lewat Lomba Pidato

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong para santri terus mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum, ...