JAKARTA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur mengagendakan penanaman 39.000 pohon setiap tiga bulan sekali. Aksi penanaman pohon di wilayah Jawa Timur itu sebagai komitmen Banteng Jatim menjalankan instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terkait menjaga kelestarian lingkungan.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH Said Abdullah, mengatakan program penanaman pohon ini dilatarbelakangi kebutuhan meningkatkan kepedulian lingkungan hidup dan mitigasi bencana. Khususnya bencana hidrometeorologi yang masih mengancam berbagai daerah di Indonesia termasuk Jawa Timur.
“Dari sini kita harus meningkatkan kepedulian bersama kawan-kawan di Jatim terhadap apa yang sudah diajukan, yakni penanaman pohon dan menjaga sungai serta mencegah buang sampah sembarangan,” ungkap Said Abdullah di sela Rakernas I PDI Perjuangan tahun 2026 di Jakarta, Minggu (11/1/2026).
Dia menjelaskan target penanaman pohon yang ditetapkan setiap tiga bulan sekali adalah sekitar 1.000 pohon oleh DPD Jatim dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP di 38 kabupaten/kota masing-masing 1.000 pohon. Dengan demikian total diproyeksikan sekitar 39.000 pohon yang akan ditanam berkala untuk memperkuat upaya pelestarian lingkungan dan mengurangi risiko bencana.
Said menambahkan, wilayah Jawa Timur diprediksi masih berpotensi mengalami berbagai bencana hidrometeorologi akibat dinamika cuaca ekstrem.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur sepanjang 11–20 Januari 2026, yang dapat memicu banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung dan hujan es di berbagai wilayah.
Program penanaman pohon ini, jelas Said, juga sejalan dengan instruksi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, yang selama ini menekankan pentingnya menjaga lingkungan hidup sebagai wujud cinta tanah air dan tanggung jawab terhadap generasi mendatang.
Selain fokus pada penanaman pohon, Said Abdullah mengajak seluruh kader partai dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari hal yang sederhana. Yakni dengan menjaga sungai, lingkungan dan mengurangi perilaku membuang sampah sembarangan demi mengurangi risiko bencana yang bisa meningkat pada musim hujan. (yols/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










