oleh

Membedah Feminisme Nasionalis ala Bung Karno

pdip-jatim-eva-kursus-kader-yogyaYOGYAKARTA – Peserta kursus kader perempuan PDI Perjuangan DI Yogyakarta mendiskusikan buku Sarinah, Selasa (4/6/2016). Diskusi dipimpin Sekretaris Badiklatpus PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari.

Menurut Eva, buku Sarinah didiskusikan dan dikembangkan untuk memastikan landasan ideologi gerakan perempuan PDI Perjuangan sesuai ajaran Bung Karno (BK).

Mengutip Sarinah, Eva Sundari menegaskan bahwa BK menyarankan gerakan perempuan Indonesia agar berakar pada nasionalisme Indonesia, kondisi riel Indonesia.

Asumsi penting dari gerakan perempuan nasionalisme, sebut Eva, bahwa kesetaraan gender adalah bersifat kodrati, dan.gerakan ditujukan untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Perbaikan status perempuan harus dimotori kelompok perempuan sendiri, walau untuk itu perlu didukung kelompok laki-laki,” kata politisi yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI itu.

Dia menambahkan, BK setuju pendapat Charles Fourrier yang menyatakan bahwa kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh tingkat kemajuan perempuan.

Dalam konteks ini Eva Sundari mengusulkan agar kader laki-laki PDI Perjuangan memotori adanya gerakan laki-laki pro-kesetaraan gender, sesuai amanat BK di Sarinah.

“Dukungan kaum laki-laki inilah yang masih lemah, sehingga perbaikan status perempuan berjalan lambat di Indonesia,” ujarnya.

Kursus kader perempuan yang digelar DPD PDI Perjuangan DIY ini bertema Peran Perempuan di Politik dan Pembangunan Semesta Berencana. Selain Eva, Ketua Badiklatda DPD DIY Sri Bayu Selaaji menyampaikan materi tentang problem umum perempuan dan berbagai aliran feminisme berikut strategi juang masing-masing aliran.

Kursus perempuan yang dibuka dan ditutup Wakil Ketua DPD Yuni Setia Rahayu ini diikuti 30 peserta terdiri dari pengurus DPD dan 5 DPC se-Yogya. 10 alumni terbaik akan menjadi peserta kaderisasi berikutnya, yakni tingkat madya. (sa)