Selasa
26 Mei 2026 | 8 : 54

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Megawati Ungkap Rasa Bangganya Saat Jadi Paskibraka

pdip-jatim-240805-msp-bpip-1

JAKARTA – Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof.Dr.(H.C) Megawati Soekarnoputri menceritakan pengalaman bangga dan penuh rasa tanggung jawab saat menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka.

Hal ini dia sampaikan saat memberikan sambutan dalam acara penyerahan duplikat bendera pusaka kepada seluruh Kepala Daerah se-Indonesia di Balai Samudra, Jakarta, Senin (5/8/2024). Acara tersebut dihadiri para Paskibraka yang akan bertugas di upacara HUT RI.

Di awal pembuka, Megawati menyampaikan salam Pancasila. Hal ini untuk mengingatkan bahwa Indonesia masih punya ideologi Pancasila.

“Ini adalah (salam Pancasila) untuk mensosialisasikan secara benar sejarah isi daripada yang disebut Pancasila. Saya minta untuk diizinkan dalam sebuah pertemuan sebelum kita berbicara untuk mengingat bahwa ideologi kita itu adalah Pancasila, maka dengan kata-kata salam Pancasila,” kata Megawati.

“Jadi dengan segala permohonan saya, saya meminta karena nanti juga ada upacara dan akan diberikan bendera pusaka,” sambungnya.

Turut hadir mendampingi Megawati, Menteri Anak dan Pemberdayaan Perempuan Bintang Puspayoga dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey. Selain itu ada juga jajaran pimpinan BPIP yakni Kepala BPIP seperti Prof Yudian Wahyudi, Wakil Ketua Dewan Pengarah Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno.

Setelah itu, barulah dia menceritakan bagaimana pengalamannya menjadi Paskibraka. “Sekitar saya umur SMA, itu langsung merasa diberi beban. Bebannya apa? Saya mikir bahwa ini hidup mati bendera ini itu berada di tangan saya. Jadi saya sudah janji sama teman-teman saya waktu itu, kita mesti betul-betul bagus kelihatannya, ketika membawanya,” cerita Megawati.

“Merasa gitu, aku bakti pada negeri, gitu,” sambungnya.

Meski demikian, Ketua Umum PDI Perjuangan itu, merasa rasa bakti akan negeri ini terkikis, bahkan tak dirasakan oleh anak muda. Megawati tak menyalahkan anak muda sekarang, namun dia sedikit mengulas bagaimana terjadinya De-Soekarnoisasi di era Orde Baru atau pemerintahan Soeharto.

Megawati pun bercerita bagaimana di era itu Soekarno sebagai proklamator bangsa harus menjadi tahanan rumah, dan disolasi. “Gak boleh terima tamu, kalau keluarga aja harus pakai izin,” bebernya.

“Saya tidak punya masalah loh sama beliau (Soeharto) secara pribadi, tapi ini adalah fakta sejarah yang saya ceritakan. Jadi bukan saya provokator. Saya bingung sendiri juga, niatnya De-Soekarnoisasi apa? Hanya nahan bapak saya, kami keluarga kena juga. Enggak boleh sekolah, enggak boleh kuliah,” sebut Megawati.

Dia berharap, kejadian seperti ini tak akan terulang lagi. “Masa mau begitu lagi. Katanya ideologi Pancasila. Mbok ikuti aturan republik ini, jangan main-main lagi. Coba toh masa kita mau dibuat seperti itu lagi? Ya enggak lah,” ujarnya.

Menurut Megawati, hal ini dia sampaikan sebagai bentuk ekspresi dan menyampaikan kebenaran dalam sebuah demokrasi. Bukan mencoba menutupi sejarah.

“Makanya saya bilang kita ngomong aja. Kalau menganggap bahwa negara ini demokrasi, ada namanya demokratisasi, ada namanya demokratis,” papar dia. (red)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Ponpes Darul Falah Balongbendo Sidoarjo Terima Hewan Kurban dari DPD Jatim, Siap Distribusikan Daging ke Warga

SIDOARJO – Pondok Pesantren Darul Falah Desa Kemangsen Kecamatan Balongbendo menerima penyerahan hewan kurban dari ...
KRONIK

Raih Penghargaan RBD, Bupati Fauzi Tegaskan Pentingnya Identitas Budaya Masyarakat

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menganugerahkan penghargaan kepada Kabupaten ...
EKSEKUTIF

Genjot Produktivitas Petani, Rijanto Tekankan Pentingnya Peremajaan Lahan Tebu 

Bupati Blitar Rijanto menekankan pentingnya peremajaan lahan tebu melalui program bongkar ratoon untuk meningkatkan ...
HEADLINE

PDI Perjuangan Jatim Tebar 468 Ekor Sapi Kurban ke Pesantren dan Panti Asuhan

DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyalurkan 468 ekor sapi kurban ke berbagai daerah sebagai bentuk kepedulian dan ...
SEMENTARA ITU...

Stadion Ketonggo Ngawi Bersiap Jadi Tuan Rumah Liga 4 Nasional

NGAWI – Stadion Ketonggo di Ngawi bersiap menyambut gelaran putaran 64 besar Liga 4 Nasional yang akan berlangsung ...
EKSEKUTIF

Tingkat Kualitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Bupati Lukman Resmikan Kanal Pengaduan

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih ...