oleh

Mbak Puti Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan Kepada Kalangan Pelajar di Surabaya

-Legislatif-78 kali dibaca

SURABAYA – Puti Guntur Soekarno atau akrab disapa Mbak Puti, anggota DPR/MPR RI menyosialisasikan 4 pilar kebangsaan kepada para pelajar di Hotel Holiday, Surabaya, Sabtu (5/6/2021) malam.

Melalui media daring, cucu dari Bung Karno ini mengajak para pelajar untuk memiliki kebanggaan terhadap Kota Surabaya.

“Pelajar di Surabaya harus bangga. Kita semua tahu kalau Bung Karno, Bapak Proklamator Indonesia belajar pergerakan di Surabaya, sewaktu kos di rumah HOS Cokroaminoto,” kata Puti.

Untuk itu, Puti Guntur Soekarno menyarankan kepada para pelajar untuk berkunjung ke rumah HOS Cokroaminoto. Kunjungan untuk mengetahui kehidupan Bapak Bangsa, Soekarno saat belajar dan berjuang politik pergerakan dari rumah tersebut.

“Dari belajar itulah, pelajar mampu mengambil manfaat sulitnya untuk berjuang mendirikan Republik Indonesia,” katanya.

Untuk terus mengingat perjuangan Bung Karno, lanjut Mbak Puti, pelajar harus memahami nasionalisme. Pasalnya, saat ini yang muncul ditengah masyarakat adalah perang ideologi untuk meruntuhkan Pancasila.

Fakta tersebut, ungkap dia, membuat MPR RI terus membangun kesadaran dan pemahaman ideologi Pancasila. Pemahaman ini dirumuskan dalam program sosialisasi 4 pilar MPR RI untuk seluruh warga negara Indonesia.

“Program ini telah dirumuskan almarhum Bapak Taufik Kiemas yang selalu menggelorakan Pancasila,” terang Puti.

Ketua Gerakan Pelajar Nasionalis (GPN), Rakin Rafa Raditiya mengaku sangat berterimakasih atas kesempatan untuk berdiskusi dengan cucu Soekarno. Menurut dia, kesempatan ini sangat jarang sekali. Untuk itu, pihaknya banyak mengambil ilmu yang ditularkan Puti.

“Kami sampaikan terimakasih kepada Mbak Puti yang telah memberikan pengalaman dan pengetahuan kebangsaan. Kami siap untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila,” katanya.

Rafa menerangkan, NKRI adalah harga mati untuk terus diperjuangkan. Untuk itu, pengenalan dan sosialisasi Pancasila akan terus diamalkan. Hal ini dilakukan untuk mengantipasi paham-paham anti Pancasila yang mulai muncul di Indonesia.

“Kami bertekad akan menyosialisasikan nilai-nilai Pancasila,” ucap dia. (hs)