MALANG – DPRD Kabupaten Malang memberi solusi terhadap permasalahan dampak polusi yang dialami masyarakat atas aktivitas Pabrik Gula (PG) Krebet Baru di Kecamatan Bululawang.
Solusi ini didapat usai DPRD Kabupaten Malang menggelar audiensi bersama perwakilan warga serta PG Krebet Baru, Rabu (22/10/25) lalu. Agenda ini dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Tantri Bararoh.
Diketahui, selama ini polusi debu menjadi ‘santapan’ sehari-hari warga sekitar PG. Selain limbah debu yang mengganggu, masyarakat juga mengeluh terkait keberadaan truk tebu yang parkir sembarangan.
Hasil pertemuan, Tantri menjelaskan jika pihaknya telah menelurkan sejumlah rekomendasi. Pertama, DPRD bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang, perwakilan warga dan PG Krebet Baru untuk berkoordinasi dengan DLH Provinsi Jawa Timur.
“Ini karena masalah polusi debu itu kewenangannya ada di DLH Provinsi Jatim. Nanti kami akan bersama untuk berkoordinasi supaya permasalahan ini bisa segera terselesaikan,” jelas Tantri, Senin (27/10/2025).
Rekomendasi kedua, ungkap politisi PDI Perjuangan itu, dewan mendorong PG Krebet Baru Bululawang segera melakukan pemasangan alat penangkap debu. Di mana alat ini akan dipasang saat masa perawatan mesin dan bisa difungsikan saat musim giling 2026 nanti.
Rekomendasi ketiga, pihaknya minta PG Krebet Baru melakukan pengawasan pada kendaraan truk yang mengangkut tebu. Truk yang tidak layak pakai, supaya tidak beroperasi karena sangat penting untuk keselamatan bersama.
Selain itu, Fraksi PDI Perjuangan juga mengeluarkan satu rekomendasi untuk PG Krebet Baru Bululawang terkait penyaluran CSR. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang, Abdul Qodir, minta penyaluran CSR dari PG Krebet Baru Bululawang dirupakan mobil siaga untuk warga.
“Mobil siaga untuk pelayanan kesehatan masyarakat yang jauh lebih penting manfaatnya dibanding bentuk CSR lainnya. Sebab masyarakat yang membutuhkan kendaraan ketika dalam kondisi mendesak, bisa terbantu dengan adanya mobil siaga yang ada di desa,” tegasnya. (ull/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










