Selasa
27 Oktober 2026 | 7 : 01

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Masjid di Kantor DPC PDIP Kabupaten Malang, Simbol Politik yang Membumi

pdip jatim 260425 masjid dpc malang kab 1

Masjid At-Taufiq di kantor PDIP Kabupaten Malang jadi simbol perpaduan politik dan nilai spiritual, mendapat apresiasi tokoh NU dan Muhammadiyah.

MALANG — Siang itu, suasana di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang terasa berbeda. Di tengah hiruk-pikuk konsolidasi partai, berdiri sebuah bangunan yang menghadirkan nuansa teduh—Masjid At-Taufiq.

Masjid yang diresmikan Sabtu (25/4/2026) itu bukan sekadar tempat ibadah. Ia menjadi simbol bagaimana politik dan nilai spiritual berjalan berdampingan.

Peresmian dilakukan langsung oleh dua kader PDIP yang menjabat Bupati Malang HM Sanusi bersama anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo, disaksikan tokoh NU, Muhammadiyah, hingga berbagai elemen masyarakat.

Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, menyebut kehadiran masjid ini bukan sekadar pelengkap fisik kantor partai.

“Ini bukan hanya bangunan. Ini penegasan bahwa perjuangan politik harus tetap berakar pada nilai-nilai ketuhanan,” ujarnya.

Yang menarik, masjid ini tidak dibatasi hanya untuk kader. Pintu Masjid At-Taufiq terbuka untuk siapa saja.

Di tengah stigma politik yang kerap dianggap jauh dari kehidupan masyarakat, langkah ini justru menghadirkan ruang baru—bahwa kantor partai juga bisa menjadi tempat yang memberi manfaat langsung.

“Harapannya, kantor partai tidak hanya jadi tempat rapat, tapi juga ruang sosial dan spiritual bagi masyarakat,” kata Didik. (Baca juga: PDIP Kabupaten Malang Perkuat PAC Lewat Musancab, Kanang: Ini Saatnya Kita Melenting)

Tak berhenti di masjid, rencana pembangunan TPQ, gedung kebudayaan, hingga koperasi menjadi penanda bahwa fungsi partai ingin diperluas: dari sekadar politik menuju pelayanan sosial.

Langkah ini mendapat respons hangat dari tokoh lintas agama. Rais Syuriah PCNU Kabupaten Malang, Zainul Arifin, melihatnya sebagai sesuatu yang jarang namun penting.

“Kami merasa bangga. Ini bukti bahwa partai juga memperhatikan sisi spiritual masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Malang, Muhammad Nurul Humaidi, menilai langkah tersebut sejalan dengan nilai dasar bangsa.

“Ini wujud nyata dari sila pertama Pancasila. Ada kesadaran bahwa politik juga harus punya landasan nilai,” katanya.

Di saat yang sama, ribuan kader hadir dalam Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang menjadi agenda konsolidasi dan regenerasi partai.

Bagi banyak pihak, dua momentum ini—peresmian masjid dan Musancab—seolah menjadi satu pesan utuh: bahwa kekuatan partai tidak hanya dibangun dari struktur, tetapi juga dari nilai.

Di Kabupaten Malang, langkah ini menghadirkan wajah politik yang berbeda—lebih dekat, lebih membumi.

Bukan hanya soal kekuasaan, tetapi juga tentang bagaimana partai hadir di tengah masyarakat, tidak sekadar lewat kebijakan, tetapi juga lewat ruang-ruang kecil yang terasa langsung manfaatnya.

Masjid At-Taufiq mungkin hanya sebuah bangunan. Namun di balik itu, ada pesan yang lebih besar: politik tidak harus jauh dari kehidupan, justru bisa menjadi bagian darinya. (ull/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Ina Ammania Ingatkan Guru Madrasah, AI Tak Bisa Gantikan Keteladanan

BONDOWOSO – Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, mengingatkan guru madrasah agar tidak menyerahkan proses ...
SEMENTARA ITU...

Ski Air Ngawi Bidik 10 Emas di Popda Jatim XV 2026, Total Target 20 Medali

NGAWI – Cabang olahraga (cabor) ski air Kabupaten Ngawi membidik 20 medali dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah ...
KRONIK

Kawal Kasus Kekerasan Anak Medokan, Armuji Dukung Evaluasi UU Perlindungan Anak

SURABAYA – Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Anti-Perundungan ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Dorong Wira Wiri Kenpark–Purabaya Naik Kelas, Kapasitas Armada Perlu Ditambah

SURABAYA – Tingginya keterisian penumpang dan panjangnya jarak perjalanan menjadi alasan Ketua Komisi C DPRD ...
MILANGKORI

Mbah Jenggot, Penjaga Langen Tayub Tuban yang Bertahan di Antara Panggung dan Perjuangan Hidup

Sejak 2001, Suparminto setia menjadi cucuk lampah seni Langen Tayub. Ketika tanggapan ramai, ada penghasilan untuk ...
SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi Ajak Rider Trail Perkuat Gotong Royong, Bantu Pembangunan Masjid di Trenggalek

TRENGGALEK – Hobi memacu adrenalin di jalur perbukitan dan hutan bisa berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. ...