Selasa
27 Oktober 2026 | 5 : 30

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Ina Ammania Ingatkan Guru Madrasah, AI Tak Bisa Gantikan Keteladanan

PDIP-Jatim-Ina-Ammania-22092026

BONDOWOSO – Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, mengingatkan guru madrasah agar tidak menyerahkan proses pendidikan sepenuhnya kepada kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menurutnya, teknologi dapat membantu siswa memahami pelajaran, tetapi tidak bisa menggantikan keteladanan, pembentukan karakter, dan bimbingan moral dari guru.

Hal itu disampaikan Ina dalam kegiatan Ngobrol Pendidikan Agama Islam (NGOPI) yang diselenggarakan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah di Ballroom Hotel Ijen View, Bondowoso, Senin (26/10/2026).

Ia menjelaskan, perkembangan internet, telepon pintar, dan AI telah mengubah cara siswa memperoleh pengetahuan. Mereka dapat mencari informasi, menerjemahkan bahasa, menyusun rangkuman, hingga mendapatkan jawaban atas pertanyaan pelajaran dalam hitungan detik.

Namun, kemudahan tersebut tidak menghapus tanggung jawab guru dalam mendidik siswa. Guru tidak cukup hanya memastikan peserta didik menguasai materi pelajaran, tetapi juga perlu membentuk kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.

“Guru tidak hanya membantu siswa menjadi pintar, tetapi juga membimbing mereka menjadi pribadi yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, berakhlak mulia dan peduli terhadap sesama,” ujar Ina.

Ia juga mengungkapkan, AI dapat memberikan penjelasan tentang nilai moral, tetapi tidak mampu menggantikan keteladanan nyata yang ditunjukkan guru melalui sikap, ucapan, dan tindakan sehari-hari.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI itu juga menekankan pentingnya kearifan pedagogis, yakni kemampuan guru memahami kondisi dan kebutuhan peserta didik sebelum menentukan metode pembelajaran.

Ia mencontohkan siswa yang mendapat nilai rendah dalam pelajaran Matematika. AI mungkin dapat menyediakan latihan tambahan, tetapi guru perlu mencari tahu penyebab kesulitan siswa, mulai dari ketidakpahaman terhadap materi hingga persoalan kepercayaan diri atau kondisi keluarga.

Menurut Ina, guru tidak seharusnya hanya terpaku pada angka dan hasil ujian. Pemahaman terhadap kondisi siswa diperlukan agar pendampingan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Ia mengingatkan, penggunaan teknologi juga harus disertai pembentukan etika digital. Guru perlu membimbing siswa agar menggunakan AI secara jujur dan bertanggung jawab, sekaligus mencegah penyebaran informasi keliru serta perundungan melalui media digital.

“Guru yang hebat bukan hanya guru yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, melainkan guru yang mampu menggunakan ilmu dan teknologi dengan bijaksana dalam membentuk manusia yang cerdas, berkarakter dan berakhlak mulia,” tegasnya.

Sementara itu, dosen Universitas At Taqwa Bondowoso, Bachtiar Rifa’i, yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut, mengingatkan guru agar tidak menjadikan AI sebagai satu-satunya sumber belajar.

“Teknologi informatika itu dijadikan sebagai salah satu saja, sebagai salah satu sumber belajar, tapi bukan satu-satunya,” kata Rifa’i.

Menurutnya, guru madrasah perlu memverifikasi setiap informasi yang dihasilkan AI, terutama ketika digunakan untuk pembelajaran agama Islam. Penjelasan tentang hadis, misalnya, perlu ditelusuri sumber dan status kesahihannya.

Adapun informasi mengenai Al-Qur’an harus diperiksa berdasarkan surah, nomor ayat, terjemahan, serta penjelasan dalam kitab tafsir.

Menurut Rifa’i, penggunaan AI tetap diperlukan untuk mempercepat pencarian pengetahuan. Namun, guru harus menggunakan kompetensi keilmuan dan pertimbangan kritis sebelum menyampaikan hasilnya kepada siswa.

“Iya, tidak bisa kita menyalahkan AI juga, tapi kita menjadikan AI itu sebagai salah satu media untuk mempercepat pengetahuan, memperoleh pengetahuan,” tandasnya. (art/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Ina Ammania Ingatkan Guru Madrasah, AI Tak Bisa Gantikan Keteladanan

BONDOWOSO – Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, mengingatkan guru madrasah agar tidak menyerahkan proses ...
SEMENTARA ITU...

Ski Air Ngawi Bidik 10 Emas di Popda Jatim XV 2026, Total Target 20 Medali

NGAWI – Cabang olahraga (cabor) ski air Kabupaten Ngawi membidik 20 medali dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah ...
KRONIK

Kawal Kasus Kekerasan Anak Medokan, Armuji Dukung Evaluasi UU Perlindungan Anak

SURABAYA – Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Anti-Perundungan ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Dorong Wira Wiri Kenpark–Purabaya Naik Kelas, Kapasitas Armada Perlu Ditambah

SURABAYA – Tingginya keterisian penumpang dan panjangnya jarak perjalanan menjadi alasan Ketua Komisi C DPRD ...
MILANGKORI

Mbah Jenggot, Penjaga Langen Tayub Tuban yang Bertahan di Antara Panggung dan Perjuangan Hidup

Sejak 2001, Suparminto setia menjadi cucuk lampah seni Langen Tayub. Ketika tanggapan ramai, ada penghasilan untuk ...
SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi Ajak Rider Trail Perkuat Gotong Royong, Bantu Pembangunan Masjid di Trenggalek

TRENGGALEK – Hobi memacu adrenalin di jalur perbukitan dan hutan bisa berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. ...