Selasa
16 Desember 2025 | 10 : 27

Masinton: Aksi Demo 4 November Keluar Konteks

pdip-jatim-masinton-p

pdip-jatim-masinton-pJAKARTA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Masinton Pasaribu menilai, aksi demo di depan Istana pada Jumat (4/11/2016) malam telah keluar dari konteks tujuan utama para demonstran.

Meski begitu, dia tetap mengapresiasi aksi demo yang berjalan damai dan kondusif sampai pukul 18.00 WIB.

Masinton menilai, ada kalangan yang sengaja menunggangi aksi demonstrasi tersebut. Hal itu terlihat dari orasi-orasi yang diteriakkan, bernuansa provokatif.

“Kami lihat pidato nadanya berbau turunkan Jokowi. Ini di luar konteks niatan ulama. Ini ditunggangi aksi politik,” kata Masinton kepada di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (5/11/2016).

Begitu pula tuntutan yang diteriakkan orator dari atas mobil komando, jelas bermaksud menggoyang pemerintahan.

“Orasi semangat turunkan Jokowi, itu fakta provokatif. Ini tidak bisa dikaitkan dari persoalan saat ini, baik pilkada atau lainnya,” ujarnya.

Terkait oknum-oknum yang diduga menunggangi demonstrasi, dia tak bersedia menjelaskan lebih lanjut. Hanya, sebutnya, ada pihak-pihak yang seakan-akan merasa sebagai korban, padahal turut andil di dalamnya.

“Kami melihat bahwa dari mulai jauh hari sebelum aksi sampai saat aksi, ada yang tiba-tiba mengatakan seakan-akan menjadi korban fitnah. Lalu yang lain juga ada yang jadi heroik,” ujarnya.

Soal proses hukum atas calon Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama alias Ahok, menurut Masinton, tidak boleh diintervensi oleh kekuasaan dan tekanan massa.

Dia berpendapat, proses hukum terkait dugaan penistaan agama tersebut harus berjalan secara obyektif dan sesuai mekanisme yang berlaku.

“Ada mekanisme dalam proses hukum, mulai dari penyelidikan, penyidikan dan penuntutan. Tidak boleh proses hukum Pak Ahok diintervensi baik oleh kekuasaan maupun tekanan massa,” ucapnya.

Dia memastikan, Presiden Joko Widodo tidak pernah melindungi siapapun termasuk Ahok dalam proses hukum. Semua warga negara, kata dia sama kedudukan di hadapan hukum.

“Karena itu, kita hargai proses hukum, jangan sampai memaksakan kehendak dengan memanfaat massa untuk intervensi hukum,” tandas dia.

Pihaknya juga memastikan, bahwa PDI Perjuangan tidak akan mundur untuk mendukung Ahok di Pilgub DKI Jakarta, hanya karena dugaan penistaan agama. PDIP, kata dia sudah komitmen mendukung Ahok-Djarot untuk menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. (goek)

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Permukiman Kota Jember Dikepung Banjir, 2 Legislator Banteng Ini Langsung Gercep ke Lokasi Terdampak

JEMBER – Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto dan Anggota Fraksi PDI Perjuangan Wahyu Prayudi Nugroho bergerak cepat ...
KABAR CABANG

Jelang Konfercab dan Konferda, DPC PDIP Surabaya Matangkan Konsolidasi Organisasi

SURABAYA – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Surabaya memastikan pada Desember tahun ini seluruh ...
HEADLINE

Konferda–Konfercab Serentak di Surabaya, PDI Perjuangan Jatim Mantapkan Konsolidasi Pasca Kongres

SURABAYA — DPD PDI Perjuangan Jawa Timur memastikan kesiapan pelaksanaan Konferensi Daerah (Konferda) dan ...
KABAR CABANG

Konferda-Konfercab Serentak, Momentum Berdayakan Kader Perempuan

BANYUWANGI – DPC PDI Perjuangan Banyuwangi sambut Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) 38 ...
KRONIK

Sonny Dorong Kemandirian Budidaya Ikan, Perkuat Pokdakan dengan Bantuan Nila

BANYUWANGI – Upaya memperkuat sektor perikanan budidaya berbasis masyarakat terus dilakukan anggota Fraksi PDI ...
RUANG MERAH

Lima Kunci Kemenangan Banteng Jawa Timur dalam Soekarno Cup 2025

Oleh Eri Irawan TIM BANTENG Jawa Timur binaan DPD PDI Perjuangan Jatim berhasil menjuarai turnamen sepak bola ...