TRENGGALEK — Bupati Mochamad Nur Arifin memastikan arah pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Trenggalek sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto, termasuk gagasan program gentengisasi yang ditekankan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas).
Bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu mengaku lega karena berbagai program strategis daerah yang tertuang dalam RPJMD maupun RPJPD telah selaras dengan prioritas pembangunan nasional.
“Saya sangat senang sekali hasilnya positif. Apa yang disampaikan Pak Presiden sudah kita respons dengan serius, bahkan sudah kita rencanakan,” kata Mas Ipin, dikutip Minggu (8/2/2026).
Salah satu arahan Presiden Prabowo yang mendapat perhatian khusus adalah gerakan gentengisasi, yang dinilai Mas Ipin sebagai bagian dari visi besar Indonesia Asri. Program tersebut bertujuan menata wajah kota agar lebih rapi, bersih, menarik, dan nyaman bagi masyarakat.
Menurut Mas Ipin, gentengisasi bukan sekadar soal infrastruktur fisik, melainkan menyangkut estetika kota, kualitas lingkungan, dan daya tarik wilayah, terutama dalam mendukung sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
“Kota yang bersih dan menarik adalah prasyarat penting agar potensi pariwisata bisa tumbuh optimal,” ujar bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek itu.
Ia menegaskan, arah kebijakan tersebut sejalan dengan konsep pembangunan Trenggalek sebagai kota atraktif yang selama ini menjadi fokus Pemkab. Konsep ini tidak hanya diwujudkan melalui penataan kawasan, tetapi juga lewat pembangunan karakter dan kesadaran lingkungan masyarakat.
Salah satu implementasinya adalah pendidikan lingkungan sejak dini melalui program “sangu sampah”, yang mendorong anak-anak memilah sampah dari rumah, membawanya ke sekolah, dan menukarkannya dengan nilai ekonomi.
“Ini sudah sesuai dengan RPJMD kita yang berbicara tentang kota atraktif. Bagaimana kita mendidik anak sejak kecil melalui program ‘sangu sampah’,” jelas Wakil Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) tersebut.
Selain gentengisasi, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya gerakan korve atau kerja bakti serta peran pemerintah daerah dalam membina satuan pendidikan, mulai tingkat SD hingga SMA, guna menumbuhkan budaya bersih lingkungan.
Mas Ipin menyebut, semangat tersebut telah lama diterapkan di Trenggalek. Masyarakat tidak hanya diajak bergotong royong membersihkan lingkungan, tetapi juga didorong untuk memilah sampah dan memahami nilai ekonomi dari pengelolaan sampah yang baik.
“Rakornas kemarin semakin menguatkan keyakinan kami bahwa arah pembangunan Trenggalek sudah tepat dan sejalan dengan arahan Bapak Presiden,” pungkasnya. (aris/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










