Kamis
14 Mei 2026 | 2 : 13

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Mas Ipin Bagikan Sedekah “Selawe” dalam Tradisi Nyadran

pdip jatim 260509 nyadran dam bagong 1

Tradisi Nyadran Dam Bagong di Trenggalek berlangsung khidmat. Mas Ipin doakan petani diberi rezeki dan hasil pertanian melimpah.

TRENGGALEK — Tradisi Nyadran Dam Bagong di Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek, kembali digelar khidmat, Jumat (8/5/2026).

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin turut mengikuti rangkaian prosesi adat sambil memanjatkan doa bagi para petani yang menggantungkan hidup dari aliran irigasi Dam Bagong.

Bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu berharap para petani diberi kelancaran rezeki dan keberkahan hasil bumi.

“Alhamdulillah pinaringan lancar. Semoga rezekinya lumintu, airnya ada terus, pertaniannya bagus terus. Amin,” ujar Mas Ipin usai prosesi pelarungan kepala kerbau ke Dam Bagong.

Dalam tradisi tahunan tersebut, Mas Ipin juga membagikan sedekah Rp25 ribu kepada masyarakat yang hadir.

Menurutnya, nominal tersebut bukan soal besar kecilnya nilai uang, melainkan simbol doa dan harapan baik bagi masyarakat Trenggalek.

“Saya hanya sanepan saja. Semoga dapat selawe ewu, selawase wilujeng pinaringan wahyu, ditulung dumateng Allah SWT,” kata bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek itu.

Mas Ipin menjelaskan, angka “selawe” atau dua puluh lima dalam filosofi Jawa dimaknai sebagai “selawase wilujeng pinaringan wahyu”, yakni harapan agar masyarakat selalu diberi keselamatan, kesejahteraan, dan pertolongan oleh Allah SWT.

Tradisi Nyadran Dam Bagong diawali dengan kirab Mahesa atau kerbau menuju Pendopo Trenggalek.

Dalam prosesi itu dilakukan upacara adat penyerahan perangkat penyembelihan sebelum kerbau dibawa menuju Pendopo Makam Setono Bagong untuk menjalani prosesi jamasan.

Pada malam harinya, masyarakat disuguhi pagelaran wayang kulit sebagai bagian dari rangkaian tradisi budaya yang sudah berlangsung turun-temurun.

Puncak tradisi berlangsung pada Jumat pagi saat kepala, kulit, dan kaki kerbau dilarung ke Dam Bagong. Momen tersebut menjadi bagian yang paling ditunggu masyarakat.

Warga rela berdesakan bahkan menyelam ke sungai demi mendapatkan bagian kerbau yang dipercaya membawa berkah dan keselamatan.

Tradisi Nyadran Dam Bagong sendiri menjadi salah satu ritual budaya yang masih terus dijaga masyarakat Trenggalek sebagai bentuk rasa syukur atas kelimpahan air dan hasil pertanian. (aris/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Grisa Job Fair, Pemkab Ngawi Sinergikan Bidang Pendidikan dengan Industri

NGAWI – Halaman SMK PGRI 1 Ngawi dipadati pencari kerja dalam gelaran Grisa Job Fair 2026, Rabu (13/5/2026). Tidak ...
KABAR CABANG

Suratun Nasikhah Minta Minimal Satu Kader Muda Masuk Calon Pengurus Ranting PDIP

Suratun Nasikhah meminta minimal satu kader muda masuk komposisi calon pengurus ranting PDIP di tingkat desa. ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Sebut Penanganan Stunting di Surabaya Berhasil karena Gotong Royong

Eri Cahyadi menyebut keberhasilan penanganan stunting di Surabaya lahir dari gotong royong dan kolaborasi berbagai ...
KRONIK

UPRINTIS Futsal League 2026 Sukses Digelar, Mas Ipin Tunggu Full Season Bulan Depan

UPRINTIS Futsal League 2026 di Trenggalek sukses digelar. Novita Hardini siapkan Full Season lebih meriah bulan ...
KRONIK

Bupati Lukman Coba Tanam Padi dengan Rice Transplanter, Dorong Modernisasi Pertanian

BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memperkuat sektor pertanian dengan modernisasi alat dan metode ...
KRONIK

Bu Risma Melayat ke Rumah Duka Sopir Ambulans Baguna Sidoarjo, Serahkan Santunan BPJS Rp 118,5 Juta

​SIDOARJO – Mantan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, menyerahkan secara langsung santunan kematian dari BPJS ...