KEDIRI – Indonesia Indicator (I2), sebuah perusahaan Intelijen Media, mencatat sepanjang 2022, sebanyak 20 politisi muda menguasai panggung pemberitaan media online di Tanah Air. Ke-20 figur politisi muda yang bersinar itu berusia di bawah 40 tahun.
Salah satunya, adalah Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. “Umumnya, politisi muda Terpegah dan Tervokal pada 2022 itu berasal dari mereka yang menjadi kepala daerah,” ujar Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (I2), Rusika Herlambang kepada media, Jumat pekan lalu.
Menurut Rustika, jajaran 20 figur yang masuk dalam daftar Politisi Muda Terpegah dan Tervokal 2022 menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kader politik yang bagus. Media, kata dia, mem-framing positif kinerja para politisi muda tersebut.
“Hal itu terlihat adanya terobosan-terobosan baru dalam pemerintahan mereka, pro-aktif, dinamis, dan mulai menggunakan atau melakukan manajemen media dan media sosial dengan baik,” kata Rustika.
Masuk 20 daftar Politisi Muda Terpegah dan Tervokal, bagi Hanindhito, capaian itu tak lepas posisinya sebagai kepala daerah. Dia baru menjabat sebagai bupati pada 26 Februari 2021 lalu.
Sebagai bupati muda, Mas Dhito panggilan akrabnya memang memiliki strategi komunikasi yang baik. Politisi PDI Perjuangan itu menjadi salah satu bupati yang tergolong aktif dalam media sosial terutama instagram.
Tak jarang Mas Dhito terlihat membalas aduan warganya yang disampaikan di instagram pribadinya. Saat ini, media sosial memang tak dipungkiri menjadi media komunikasi cukup efektif untuk menjaring persoalan yang terjadi di lapangan.
Dalam pemerintahannya Mas Dhito juga memanfaatkan aplikasi Halo Mas Bup. Aplikasi ini dibuat sebagai sistem laporan untuk memudahkan warga berkomunikasi dengan pemerintah.
Ada pula Jumat Ngopi yang merupakan akronim dari ngobrol persoalan dan solusi. Bedanya dalam acara ini warga dapat bertatap muka secara langsung dengan bupati.
Melalui kegiatan ini warga dapat menyampaikan aspirasi, persoalan di daerah kepala bupati untuk dicarikan solusi, saat itu pula.
Tentunya dari acara itu banyak konten-konten bisa diangkat menjadi bahan pemberitaan di media. Belum lagi terkait program kerja yang dijalankan, seperti bidang infrastruktur dan pelayanan yang cukup menarik menjadi sorotan media.
Terlebih sejak awal kepemimpinannya dua program itu terlihat sangat populer. Dalam pelayanan, pengurusan administrasi kependudukan (adminduk) misalnya inovasi terus dilakukan untuk memudahkan akses bagi masyarakat.
Kemudian bidang infrastruktur, selain jalan termasuk pembangunan jembatan. Salah satunya Jembatan Ngadi di Kecamatan Mojo yang menghubungkan antara Kabupaten Kediri dengan Tulungagung. Jembatan yang mengalami kerusakan sejak 2017 itu berhasil dibangun di masa kepemimpinan Mas Dhito.
Disisi lain, keterbukaan dan komunikasi yang baik tokoh terhadap media tentu akan berimbas pada kuantitas pemberitaan. Terlebih, banyak terobosan baru dilakukan Mas Dhito dalam pemerintahan.
Selain pemberitaan yang menyebut sebagai politisi muda terpegah dan tervokal, belum lama ini nama Bupati Hanindhito juga muncul dalam pemberitaan terkait Pilgub Jatim 2024. Mas Dhito disebut sebagai salah satu sosok baru di antara kepala daerah lain yang cukup memiliki pengalaman.
Tentunya penyebutan nama itu tak lepas dari rekam jejak kepemimpinannya di Kabupaten Kediri dan terekspose media.
Meski belum pasti, Mas Dhito akan ikut meramaikan bursa Pilgub Jatim 2024 atau tidak, tentunya penyebutan itu akan berdampak pada kenaikan kepopuleran dan elektabilitasnya. (putera/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










