Senin
19 Oktober 2026 | 11 : 32

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Marakkan HUT Kemerdekaan, Sutardi Gelar Turnamen Catur

pdip jatim 220814 sutardi 1

MADIUN – Bermacam cara dilakukan untuk memeriahkan HUT ke-77 Kemerdekaan RI. Seperti yang dilakukan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Madiun Sutardi.

Legislator Banteng ini menggelar turnamen catur, kemarin. Pesertanya, tentu saja dari bermacam usia. Mulai anak-anak, remaja, hingga dewasa.

“Pesertanya ada 26 orang, semua dari Kota Madiun,” ungkap Sutardi di Kota Madiun, Minggu (14/8/2022).

Turnamen digelar satu hari di tempat sederhana, yakni di sebuah warung di depan stadion Wilis Kota Madiun.

Meski sederhana, aturan yang dipakai dalam turnamen catur ini tetap menggunakan aturan internasional yakni dengan sistem Swiss.

Turnamen sistem Swiss adalah format turnamen non-eliminasi yang menampilkan jumlah putaran kompetisi yang tetap, tetapi jauh lebih sedikit daripada turnamen round-robin. Dengan demikian setiap pesaing tidak memainkan semua pesaing lainnya.

Untuk ikut turnamen, syaratnya cukup mudah. Calon peserta hanya diwajibkan membayar Rp 5 ribu untuk registrasi.

Disediakan berbagai hadiah untuk para pemenang. Juara I mendapatkan hadiah Rp 250 ribu, juara II Rp 175 ribu, juara III Rp 75 ribu, juara IV Rp 50 ribu, juara V Rp 40 ribu.

Selain itu, juara 6-10 mendapat hadiah uang sebesar Rp 30 ribu dan peringkat 11-25 hadiahnya Rp 25 ribu.

Sutardi menjelaskan, kegiatan ini selain untuk memeriahkan HUT ke 77 kemerdekaan RI, juga untuk mengumpulkan para penggemar catur yang bermunculan di warung yang selama ini belum terwadahi.

Pun, diharapkan dengan perlombaan ini para penggemar catur bisa kenal satu sama lain sehingga tumbuh rasa kebersamaan dan kekeluargaan.

Ke depan, akan dibentuk komunitas sebagai wadah untuk kumpul bersama sehingga para pecinta catur semakin semangat dan menciptakan suasana guyub rukun di Kota Madiun khususnya.

“Kita wadahi supaya kalau ada kegiatan bisa kumpul bersama. Jadi mereka lebih semangat kalau punya komunitas,” ujarnya.

“Jadi, penggemar catur terwadahi sehingga terjadi komunikasi dan hubungan kekeluargaan yang sebelumnya belum kenal jadi kenal. Kalau paguyuban terbangun secara tidak langsung kita ikut menjaga stabilitas lingkungan masyarakat,” pungkas Sutardi. (ant/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Festival Anak Sholeh, Ikhtiar Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berikhtiar membentuk generasi muda yang tidak hanya ...
KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Panaskan Mesin Hingga Akar Rumput, Lantik 1.645 Pengurus Ranting

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus mengintensifkan konsolidasi organisasi ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Targetkan Zero ATS 2027, Kejar Paket A hingga C Bakal Gratis

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menargetkan Kabupaten Malang bebas Anak Tidak Sekolah (ATS) atau Zero ATS pada ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Raperda Transportasi Terintegrasi Harus Jawab Kebutuhan Warga

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Baznas Surabaya Prioritaskan Warga Miskin Desil 1

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya memprioritaskan warga ...