Senin
27 Juli 2026 | 1 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Maksimalkan Perlindungan Perempuan dan Anak, Pemkab Trenggalek Dirikan Pos Curhat di Setiap Desa

pdip-jatim-231121-pos-crhat-2

TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek terus maksimalkan upaya terhadap perlindungan perempuan dan anak, yang diwujudkan dengan adanya Pos Curhat yang dibentuk di setiap desa.

Hal itu diungkapkan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat pembekalan konselor Rumah Perempuan dan Perlindungan Anak (RPPA) yang dilaksanakan di Pendapa Manggala Praja Nugraha, Senin (20/11/2023).

Pos Curhat sendiri fokus pada tiga hal, yakni mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan manusia, serta ketidakadilan akses baik dalam hal ekonomi maupun pendidikan.

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang muncul ke permukaan, menurut Mas Ipin belum tentu mencerminkan jumlah yang sebenarnya. Karena mungkin banyak yang tidak berani bersuara.

“Makanya fokusnya adalah bagaimana kita memiliki jejaring untuk kemudian bisa mendengar, bisa menyaring semua keluhan itu sebanyak-banyaknya,” ungkap Mas Ipin.

“Jadi tidak ada kasus bukan berarti tidak ada kekerasan, itu yang perlu digarisbawahi. Jadi yang penting sekarang awarness-nya ditingkatkan,” sambungnya.

Sementara itu Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek Novita Hardini, S.E., M.E., menekankan pentingnya sinergi peran mulai dari lingkup keluarga. Di mana pengasuhan anak tidak hanya bertumpu pada peran ibu.

“Dulu PKK, 2016 ada program namanya Satu Jam Bersama Ayah, nah ini saya muter ke beberapa sekolah, tidak hanya ayah menemani hanya fisiknya saja tetapi juga lahir batinnya menemani anak-anak belajar dan bermain,” ungkap Novita.

Sedangkan terkait Pos Curhat, Bunda Novita menjelaskan bahwa tidak sekadar lapor namun juga perlu adanya interaksi.

Sehingga para konselor juga dilatih untuk bisa memberikan pendampingan psikologis.

“Pencegahan kita juga ada, tetapi kita juga ada pendampingan. Jadi setiap ada masalah baik itu di kasus anak, remaja, sampai ibu-ibu, bahkan bapak-bapak juga biasanya mereka datang dengan masalahnya masing-masing,” ucapnya.

“Kemudian kami dari Tim Penggerak PKK melatih konselor untuk bisa menjadi pendamping yang baik dan positif bagi masyarakat,” imbuh istri Bupati Trenggalek itu. (man/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Jejak Luka yang Tak Selesai di Rumah Banteng Jember

JEMBER – Sisa hujan masih menetes dari ujung tenda ketika para kader Partai mulai memenuhi halaman Kantor DPC PDI ...
KABAR CABANG

Kudatuli dan Kompas Sejarah bagi Generasi Penerus

MADIUN – Tiga puluh tahun telah berlalu. Waktu bergerak, pemerintahan berganti, dan wajah politik Indonesia ...
KOLOM

Kudatuli dan Pelajaran Demokrasi

Oleh Djarot Saiful Hidayat* SETIAP 27 Juli, ingatan kolektif bangsa ini seharusnya berhenti sejenak. Bukan untuk ...
KABAR CABANG

Renungan Kudatuli, Fery Sudarsono: Kebebasan Politik Dibayar dengan Darah dan Nyawa

MADIUN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Madiun menegaskan kebebasan politik dan demokrasi yang dinikmati masyarakat ...
KABAR CABANG

Peringati Kudatuli Bersama Seluruh PAC Tulungagung, Erma Tekankan Pentingnya Jas Merah

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar peringatan peristiwa ...
KABAR CABANG

Saksi Hidup Kudatuli Trenggalek: Jual Emas dan Mesin Diesel Demi Bela Megawati di Jakarta

TRENGGALEK – Bagi para kader PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek, peristiwa kerusuhan 27 Juli 1996 atau Tragedi ...