Rabu
28 Oktober 2026 | 12 : 20

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Maksimalkan Perlindungan Perempuan dan Anak, Pemkab Trenggalek Dirikan Pos Curhat di Setiap Desa

pdip-jatim-231121-pos-crhat-2

TRENGGALEK – Pemkab Trenggalek terus maksimalkan upaya terhadap perlindungan perempuan dan anak, yang diwujudkan dengan adanya Pos Curhat yang dibentuk di setiap desa.

Hal itu diungkapkan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin saat pembekalan konselor Rumah Perempuan dan Perlindungan Anak (RPPA) yang dilaksanakan di Pendapa Manggala Praja Nugraha, Senin (20/11/2023).

Pos Curhat sendiri fokus pada tiga hal, yakni mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan manusia, serta ketidakadilan akses baik dalam hal ekonomi maupun pendidikan.

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang muncul ke permukaan, menurut Mas Ipin belum tentu mencerminkan jumlah yang sebenarnya. Karena mungkin banyak yang tidak berani bersuara.

“Makanya fokusnya adalah bagaimana kita memiliki jejaring untuk kemudian bisa mendengar, bisa menyaring semua keluhan itu sebanyak-banyaknya,” ungkap Mas Ipin.

“Jadi tidak ada kasus bukan berarti tidak ada kekerasan, itu yang perlu digarisbawahi. Jadi yang penting sekarang awarness-nya ditingkatkan,” sambungnya.

Sementara itu Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek Novita Hardini, S.E., M.E., menekankan pentingnya sinergi peran mulai dari lingkup keluarga. Di mana pengasuhan anak tidak hanya bertumpu pada peran ibu.

“Dulu PKK, 2016 ada program namanya Satu Jam Bersama Ayah, nah ini saya muter ke beberapa sekolah, tidak hanya ayah menemani hanya fisiknya saja tetapi juga lahir batinnya menemani anak-anak belajar dan bermain,” ungkap Novita.

Sedangkan terkait Pos Curhat, Bunda Novita menjelaskan bahwa tidak sekadar lapor namun juga perlu adanya interaksi.

Sehingga para konselor juga dilatih untuk bisa memberikan pendampingan psikologis.

“Pencegahan kita juga ada, tetapi kita juga ada pendampingan. Jadi setiap ada masalah baik itu di kasus anak, remaja, sampai ibu-ibu, bahkan bapak-bapak juga biasanya mereka datang dengan masalahnya masing-masing,” ucapnya.

“Kemudian kami dari Tim Penggerak PKK melatih konselor untuk bisa menjadi pendamping yang baik dan positif bagi masyarakat,” imbuh istri Bupati Trenggalek itu. (man/pr)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Patemo Desak PU Pengairan Selesaikan Sengkarut Lahan Proyek Sungai Gonggo

BANYUWANGI – Warga Dusun Ringinagung, Desa Pesanggaran, menyatakan dukungan penuh terhadap pengerjaan proyek ...
LEGISLATIF

Dukung Target UHC, PDIP Ponorogo Desak Peningkatan Alokasi Jaminan Kesehatan di RAPBD 2027

PONOROGO – Fraksi PDI Perjuangan maPAN DPRD Ponorogo mendorong peningkatan alokasi Penerima Bantuan Iuran Daerah ...
LEGISLATIF

Diana Sasa: Integrasi Trans Jatim Harus Mudahkan Penumpang sampai Tujuan Akhir

Fraksi PDIP DPRD Jatim meminta Trans Jatim terintegrasi dengan feeder, angkutan lokal, terminal, dan stasiun agar ...
EKSEKUTIF

Rijanto Ajak Muslimat NU Jadi Penggerak Pembangunan dan Kesejahteraan Blitar

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mengajak lebih dari 3.000 anggota Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) memperkuat peran ...
KRONIK

Ina Ammania Ingatkan Guru Madrasah, AI Tak Bisa Gantikan Keteladanan

BONDOWOSO – Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, mengingatkan guru madrasah agar tidak menyerahkan proses ...
SEMENTARA ITU...

Ski Air Ngawi Bidik 10 Emas di Popda Jatim XV 2026, Total Target 20 Medali

NGAWI – Cabang olahraga (cabor) ski air Kabupaten Ngawi membidik 20 medali dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah ...