
SURABAYA – Kabupaten Banyuwangi punya cara tersendiri untuk menangani warganya yang menderita gangguan jiwa, agar mereka bisa kembali diterima di tengah masyarakat. Salah satunya dengan mengajak orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) membuat produk kerajinan tangan.
Kepada wartawan, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, kerajinan tangan ini tak hanya berfungsi sebagai terapi, agar mereka tidak kambuh. “Juga untuk melatih mereka lebih fokus dan bisa mengendalikan emosi,” kata Anas, kemarin.
Anas menyebut program itu dengan nama Terapi Okupasi dan Pemberdayaan Orang dengan Gangguan Jiwa (Teropong Jiwa). Teropong Jiwa adalah program pemberian terapi kerja bagi ODGJ.
Pasien ODGJ yang sudah stabil setelah menjalani serangkaian pengobatan akan dilatih berbagai keterampilan kerajinan tangan untuk memulihkan emosinya.
Menurut Anas, Teropong Jiwa digagas dan dilaksanakan di Puskesmas Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi sejak 2017 lalu.
Saat ini, ada 27 ODGJ yang dilatih di tempat tersebut. Mereka diajari membuat aneka kerajinan tangan seperti miniatur kapal layar, lampu, gantungan kunci, tas belanja, dan aneka anyaman.
“Hasilnya cukup menggembirakan. Rata-rata, emosi mereka semakin stabil dan kooperatif,” jelas Anas.
Bagi ODGJ yang sudah cukup mampu, pihaknya mencarikan keluarga asuh bagi yang tidak memiliki keluarga. Kemudian, dikenalkan dengan pengusaha yang ingin memanfaatkan jasa dan keterampilan mereka.
Teropong Jiwa masuk dalam top 25 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) se-Jawa Timur 2019, untuk kategori kesehatan. Penghargaan Kovabik diserahkan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, kepada Bupati Anas pada Selasa (3/12/2019).
Selain Banyuwangi, sejumlah kabupaten dan kota juga menerima penghargaan yang sama, antara lain Agen Lingkungan Jaman Now SMPN 7 Situbondo, Among Tani Dinas Pertanian Kota Batu, Gadis Ayu Dispendukcapil Lumajang, Gema Saji Dinkes Bondowoso, dan Grebek Dahak TB UPTD Puskesmas Ngasem Kabupaten Kediri.
Selain itu, Kursi Biru Puskesmas Tanjungsari Dinkes Kota Surabaya, dan Siput Keliling DPM dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sumenep. (goek)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









