Jumat
23 Oktober 2026 | 6 : 54

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Lewat Pertunjukan Wayang, PDIP Ingatkan Pentingnya Persatuan Bangsa

pdip-jatim-wayangan-dpp-pdip

JAKARTA – PDI Perjuangan menggelar pertunjukan wayang kulit dengan dalang Ki Enthus Susmono, Sabtu (8/4/2017) malam. Pagelaran seni tradisional untuk memperingati HUT ke-44 PDIP ini memukau ribuan masyarakat di Kelurahan Kebagusan dan Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, pagelaran ini diharapkan bisa mengingatkan pentingnya persatuan bangsa.

Pagelaran wayang dengan lakon Dewa Ruci ini juga dinilai penting, untuk mengingat bagaimana Islam masuk ke Indonesia dan Sunan Kalijogo memakai wayang sebagai sarana menyebarkan agama Islam.

“Melalui wayang ini kita ingat kembali persatuan bangsa. Juga belajar bagaimana Islam masuk ke Indonesia dan Sunan Kalijogo memakai wayang sebagai sarana menyebarkan agama Islam. Ada dimensi ketuhanan dan memperhatikan dimensi sosial. Melalui wayang kita melihat tatanan kehidupan melawan keankaramurkaan dilakukan,” kata Hasto.

Sehingga, tambah dia, PDIP sebagai rumah kebangsaan penting mengingatkan dalam Pilkada DKI Jakarta ini banyak pihak mengingkari prinsip dasar kekuatan bangsa Indonesia.

“Dengan prinsip kebangsaan inilah Indonesia dibangun untuk semua warga negara tanpa membedakan status sosial, jenis kelamin, suku, ras, agama. Makanya PDI-P tidak pernah membedakan-bedakan sesama masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Hadir juga dalam acara itu, putri Proklamator RI Sukmawati Soekarnoputri maupun Lurah hingga RT dan RW di sekitar Kebagusan dan Lenteng Agung.

Dalang Ki Enthus sebelum memulai pentas mengaku diminta DPP PKB untuk menyukseskan Ahok-Djarot dalam Pilgub DKI Jakarta 2017. Terlebih, tak ada larangan dalam agama Islam untuk wayang.

Bahkan sebaliknya, wayang adalah sarana untuk dakwah. “Para ulama dan kiai NU menegaskan bahwa wayang adalah sarana dakwah Islam,” ujar Ki Enthus.

Bupati Tegal ini juga mengatakan bahwa Ahok ibarat kotak sudah ada isinya. “Kalau calon yang lain masih kosong dan kalau kotak kosong masih banyak bunyinya dan banyak omong padahal belum ada isinya. Tapi beda pilihan jangan merusak persatuan,” tegas Ki Enthus.

Dalam pagelarannya, Ki Enthus menggambarkan bagaimana perjuangan Bima mencari air kehidupan seperti halnya perjuangan Ahok-Djarot dalam membenahi DKI Jakarta yang banyak tantangan dan rintangan. Namun, Bima tetap terus melangkah menghadapi berbagai kendala itu. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Anggaran Surabaya 2027 Prioritaskan Pendidikan, Kesehatan, dan Penanganan Banjir

SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya memprioritaskan pendidikan, kesehatan, dan penanganan banjir dalam penyusunan ...
EKSEKUTIF

Hari Santri 2026, Rijanto Dorong Santri Blitar Kuasai Teknologi dan Ikut Membangun Daerah

BLITAR – Bupati Blitar Rijanto mendorong para santri menguasai ilmu agama sekaligus teknologi agar mampu mengambil ...
UMKM

Mendorong Kemandirian UMKM Kebun Sagu hingga Pantai Sumilir Tuban

TUBAN – Penguatan ekonomi pegiat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan wisata Tuban terus dilakukan ...
KRONIK

Mahasiswa Kritisi Anggaran, Sinung Dorong Pembenahan PAD dari Sektor Kopi

BONDOWOSO – Sejumlah mahasiswa dari enam perguruan tinggi di Bondowoso mengkritik efisiensi anggaran pemerintah ...
KRONIK

Terima Aliansi Ulama Jatim, Yordan Pastikan Kawal Aspirasi hingga ke Pusat

SURABAYA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Yordan M. Batara-Goa, menegaskan akan mengawal ...
KABAR CABANG

Kebakaran TPA Supit Urang, Kader PDIP Kota Malang Salurkan Masker dan Air Minum

Kader PDI Perjuangan Kota Malang menyalurkan masker bagi warga dan air minum untuk petugas pemadam kebakaran di ...