Kamis
12 Maret 2026 | 3 : 11

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Legislator Surabaya Cari Solusi Selamatkan BCB

pdip-jatim-agustin-poliana

pdip-jatim-agustin-polianaSURABAYA – Legislator DPRD Surabaya khawatir, bangunan cagar budaya (BCB) satu per satu punah karena kurang perhatian dan pengawasan. Mereka pun mencari solusi agar ikon-ikon sejarah Kota Pahlawan tersebut tetap lestari, sehingga bisa jadi salah satu destinasi wisata.

Solusi itu di antaranya disampaikan Ketua Komisi D DPRD Surabaya Agustin Poliana. Menurutnya, jika tak ada perhatian lebih, bangunan cagar budaya yang punah akan bertambah, seperti robohnya bangunan radio perjuangan Bung Tomo di Jalan Mawar.

Kota Surabaya, sebut Titin, sapaan akrab Agustin Poliana, memiliki banyak bangunan cagar budaya. Saksi sejarah itu di antaranya berdiri di sebelah utara Tunjungan.

“Di Jembatan Merah, Kembang Jepun, dan sekitarnya, kan banyak bangunan cagar budaya,” kata politisi PDI Perjuangan ini, kemarin.

Dia mengungkapkan, sejumlah bangunan cagar budaya sebagian konstruksinya sudah berubah bentuk dan fungsi. Misalnya, hanya sisi depan yang masih utuh, tapi bagian belakang sudah berubah, seperti BCB di selatan Tunjungan Center.

Oleh karena itu, komisi yang dia pimpin bakal mengundang dinas kebudayaan dan pariwisata (Disbudpar), tim cagar budaya, pemerhati dan pihak terkait lainnya, untuk mencari solusi membahas pelestarian BCB di kota Surabaya.

Dia menambahkan, perhatian terhadap bangunan bersejarah bukan hanya dengan menetapkan statusnya. Kemudian pembenahan dilakukan hanya saat momen-momen tertentu, seperti menjelang pelaksanaan Surabaya sebagai tuan rumah Prepatory Committe (PrepCom) 3 for UN Habitat III, Juli mendatang.

Legislator empat periode ini juga menyarankan agar Pemerintah Kota Surabaya bersedia menggandeng pihak swasta dalam melestarikan bangunan bersejarah. Dengan demikian, jika ada keterbatasan dana APBD untuk merawat BCB, ada pendapatan lain yang dapat digunakan.

“Pemkot bisa melibatkan swasta sebagai orang tua asuh BCB melalui CSR (corporate social responsibility),” katanya

Dia mengakui, dibutuhkan dana yang tidak sedikit untuk memelihara BCB di Surabaya. Selain Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tinggi, biaya operasional juga tak sedikit.

Sehingga jika pemiliknya tak mampu mengelola, bangunan itu dialihkan ke pihak lain. “Kecenderungan bangunan yang sudah pindah tangan tersebut untuk kepentingan bisnis,” ungkapnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

LEGISLATIF

52.000 Warga Lamongan Terdampak Penonaktifan BPJS PBI, Komisi D Dorong Rakor Lintas Sektor

LAMONGAN – Sebanyak 52 ribu warga Kabupaten Lamongan terdampak penonaktifan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran ...
LEGISLATIF

Tinjau Dua Lokasi Bencana Desa Randu Gede Dan Jabung, Diana Sasa Salurkan Sembako dan Bantuan Atap untuk Warga

MAGETAN – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Diana AV Sasa, meninjau langsung lokasi kejadian longsornya pondasi ...
KABAR CABANG

Fatayat NU Gresik Apresiasi Silaturahmi PDI Perjuangan

GRESIK – Suasana keakraban terpancar saat silaturahmi antara pihak PC Fatayat NU dengan DPC PDI Perjuangan Gresik, ...
KABAR CABANG

Konsolidasi Jelang Lebaran, Kader-kader Sidoarjo Diminta Peka dengan Dinamika Terjadi di Masyarakat

SIDOARJO – Menjelang Hari Raya Lebaran, kader-kader PDI Perjuangan Sidoarjo diminta untuk tetap responsif dengan ...
KRONIK

Diana Sasa Kunjungi Rumah Duka Bocah Ngawi yang Meninggal Tertimpa Pohon

NGAWI – Suasana haru menyelimuti kediaman pasangan Agus Triantoko (36) dan Supriyani (36) di Desa Tepas, Kecamatan ...
KABAR CABANG

Nuzulul Quran di Tuban, Kader Diminta Perkuat Kepedulian kepada Rakyat di Tengah Tekanan Ekonomi

TUBAN — Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Didik Prasetiyono, mengajak seluruh ...