Sabtu
12 September 2026 | 12 : 23

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Legislator PDIP Siap Perjuangkan Madin dan Pengajarnya

pdip-jatim-mahfud-reses-bangkalan

pdip-jatim-mahfud-reses-bangkalanBANGKALAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Mahfud S.Ag mengatakan, madrasah diniyah (madin) jadi salah satu tumpuan utama dalam proses peningkatan kualitas keislaman masyarakat.

Oleh karena itu, kata Mahfud, sekolah berbasis agama Islam ini patut mendapat perhatian, karena memiliki peran strategis dalam pendidikan moral bangsa.

Perhatian lebih terhadap madin, dan pengajarnya, sebut Mahfud, diharapkan dari semua pihak, utamanya dari pemerintah.

Menurut anggota Komisi C DPRD Jatim ini, guru madin perlu diapresiasi dan diberi penghargaan, karena telah berjasa dalam hal mendidik dan mengajarkan ilmu keagamaan kepada anak- anak di lingkungannya.

“Sudah jadi kewajiban saya sebagai wakil rakyat untuk memperjuangkan madrasah diniyah. Kegigihan para guru dan pengelola lembaga harus diberi penghargaan,” kata Mahfud, kemarin.

Ke depan sambung Mahfud, berbagai macam upaya akan dilakukan agar pendidikan madin setara dengan dengan pendidikan umum. Sehingga tidak ada lagi ketimpangan dan diskriminasi antara dua lembaga pendidikan tersebut.

Pihaknya juga bakal memperjuangkan nasib sekolah diniyah agar mendapatkan bantuan seperti yang diharapkan.

“Bantuan pembangunan diusahakan secara bertahap seperti perbaikan-perbaikan gedung, karena tidak mungkin turun sekaligus. Jadi mohon sambung doa agar semua berjalan lancar,” ucapnya.

Sebelumnya, pada Senin (21/11/2016) lalu, Mahfud mendapat keluh kesah dari kalangan guru madrasah diniyah, saat menggelar reses di Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan. Para guru madin mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah terhadap lembaga pendidikan Islam.

Seperti disampaikan H Abdul Karim, salah seorang guru madin, madrasah diniyah selama ini terkesan diabaikan pemerintah. Menurutnya, ada kesenjangan antara pendidikan formal dan pendidikan berbasis keagamaan.

Minimnya perhatian pemerintah terhadap sekolah diniyah, sebut Abdul Karim, di antaranya bisa dilihat dari sulitnya mendapat bantuan, khususnya pembangunan maupun perbaikan gedung.

“Selama ini madrasah sangat jarang disentuh pembangunan infrastruktur,” ungkap guru madrasah di Desa Bilaporah Socah ini.

Selain itu, imbuh dia, kesejahteraan para guru juga diabaikan. Terbukti, sebutnya, hingga saat ini bantuan operasional pendidikan daerah (bosda) untuk madin tak kunjung cair.

“Kami harap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi tidak menutup mata,” harapnya. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Dilema Air di Perumahan Elit, DPRD Surabaya Minta PDAM Segera Negosiasi dengan Pengembang

SURABAYA – Temuan adanya tiga perusahaan pengembang raksasa di Surabaya, termasuk kawasan hunian papan atas, ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi: Rp5 Juta per RW Jangan Habis untuk Seremoni, Harus Jadi Penghasilan Gen Z

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meminta anggaran kegiatan Generasi Z (Gen Z) sebesar Rp5 juta per RW ...
LEGISLATIF

Syaifuddin Minta Pemkot Surabaya Jemput Bola Data Desil, Jangan Tunggu Warga Mengadu

Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri meminta Pemkot jemput bola memperbarui data desil agar bantuan pendidikan dan ...
KRONIK

Ketua HKTI Magetan Suarakan Aspirasi Petani dan Tekankan Regenerasi di Rakerda HKTI Jatim

MAGETAN — Anggota DPRD Magetan dari PDI Perjuangan sekaligus Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ...
LEGISLATIF

Tunjang Kinerja Bamag Gresik, Nila Yani Serahkan Bantuan Perlengkapan Operasional

GRESIK – Dukungan terhadap penguatan pelayanan dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Gresik terus dilakukan. ...
KRONIK

Budi Leksono Desak PDAM Modernisasi Alat demi Jamin Kualitas Air Warga

SURABAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya mendesak PDAM Surya Sembada segera melakukan ...