Sabtu
31 Oktober 2026 | 12 : 09

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Legislator PDIP Siap Perjuangkan Madin dan Pengajarnya

pdip-jatim-mahfud-reses-bangkalan

pdip-jatim-mahfud-reses-bangkalanBANGKALAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Mahfud S.Ag mengatakan, madrasah diniyah (madin) jadi salah satu tumpuan utama dalam proses peningkatan kualitas keislaman masyarakat.

Oleh karena itu, kata Mahfud, sekolah berbasis agama Islam ini patut mendapat perhatian, karena memiliki peran strategis dalam pendidikan moral bangsa.

Perhatian lebih terhadap madin, dan pengajarnya, sebut Mahfud, diharapkan dari semua pihak, utamanya dari pemerintah.

Menurut anggota Komisi C DPRD Jatim ini, guru madin perlu diapresiasi dan diberi penghargaan, karena telah berjasa dalam hal mendidik dan mengajarkan ilmu keagamaan kepada anak- anak di lingkungannya.

“Sudah jadi kewajiban saya sebagai wakil rakyat untuk memperjuangkan madrasah diniyah. Kegigihan para guru dan pengelola lembaga harus diberi penghargaan,” kata Mahfud, kemarin.

Ke depan sambung Mahfud, berbagai macam upaya akan dilakukan agar pendidikan madin setara dengan dengan pendidikan umum. Sehingga tidak ada lagi ketimpangan dan diskriminasi antara dua lembaga pendidikan tersebut.

Pihaknya juga bakal memperjuangkan nasib sekolah diniyah agar mendapatkan bantuan seperti yang diharapkan.

“Bantuan pembangunan diusahakan secara bertahap seperti perbaikan-perbaikan gedung, karena tidak mungkin turun sekaligus. Jadi mohon sambung doa agar semua berjalan lancar,” ucapnya.

Sebelumnya, pada Senin (21/11/2016) lalu, Mahfud mendapat keluh kesah dari kalangan guru madrasah diniyah, saat menggelar reses di Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan. Para guru madin mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah terhadap lembaga pendidikan Islam.

Seperti disampaikan H Abdul Karim, salah seorang guru madin, madrasah diniyah selama ini terkesan diabaikan pemerintah. Menurutnya, ada kesenjangan antara pendidikan formal dan pendidikan berbasis keagamaan.

Minimnya perhatian pemerintah terhadap sekolah diniyah, sebut Abdul Karim, di antaranya bisa dilihat dari sulitnya mendapat bantuan, khususnya pembangunan maupun perbaikan gedung.

“Selama ini madrasah sangat jarang disentuh pembangunan infrastruktur,” ungkap guru madrasah di Desa Bilaporah Socah ini.

Selain itu, imbuh dia, kesejahteraan para guru juga diabaikan. Terbukti, sebutnya, hingga saat ini bantuan operasional pendidikan daerah (bosda) untuk madin tak kunjung cair.

“Kami harap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi tidak menutup mata,” harapnya. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Bangun Ekonomi Berbasis Zero Waste, Sri Untari Gandeng Warga Empat Desa di Kabupaten Malang

MALANG – Empat desa di Kabupaten Malang disiapkan menjadi proyek percontohan pengelolaan sampah berbasis zero waste ...
EKSEKUTIF

Museum Penataran Expo 2026 Angkat Warisan Budaya Takbenda, Pemkab Blitar Luncurkan Reservasi Online

BLITAR – Museum Penataran Expo 2026 menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Blitar mengenalkan kekayaan warisan budaya ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Larang Pungutan Perpisahan Siswa SD-SMP Negeri Surabaya, Dispendik Tegur Kasek

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melarang sekolah negeri membebani orang tua murid dengan pungutan ...
KRONIK

Wabup Ngawi Pastikan Bantu Perbaikan Rumah Rusak Terdampak Angin Kencang

NGAWI – Hujan disertai angin kencang menerjang Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (29/10/2026) petang. Cuaca ...
KRONIK

Peternak Ayam Terpuruk, Sonny Desak Pemerintah Kendalikan Harga Telur dan Pakan

BANYUWANGI – Kondisi peternak ayam petelur yang terus merugi akibat rendahnya harga telur dan tingginya biaya pakan ...
KRONIK

Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi Wajibkan ASN Kenakan Baju Adat Keraton Selama Tiga Hari

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mengajak berbagai elemen masyarakat ikut melestarikan budaya lokal ...