Selasa
21 Juli 2026 | 11 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Legislator PDIP Siap Perjuangkan Madin dan Pengajarnya

pdip-jatim-mahfud-reses-bangkalan

pdip-jatim-mahfud-reses-bangkalanBANGKALAN – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Mahfud S.Ag mengatakan, madrasah diniyah (madin) jadi salah satu tumpuan utama dalam proses peningkatan kualitas keislaman masyarakat.

Oleh karena itu, kata Mahfud, sekolah berbasis agama Islam ini patut mendapat perhatian, karena memiliki peran strategis dalam pendidikan moral bangsa.

Perhatian lebih terhadap madin, dan pengajarnya, sebut Mahfud, diharapkan dari semua pihak, utamanya dari pemerintah.

Menurut anggota Komisi C DPRD Jatim ini, guru madin perlu diapresiasi dan diberi penghargaan, karena telah berjasa dalam hal mendidik dan mengajarkan ilmu keagamaan kepada anak- anak di lingkungannya.

“Sudah jadi kewajiban saya sebagai wakil rakyat untuk memperjuangkan madrasah diniyah. Kegigihan para guru dan pengelola lembaga harus diberi penghargaan,” kata Mahfud, kemarin.

Ke depan sambung Mahfud, berbagai macam upaya akan dilakukan agar pendidikan madin setara dengan dengan pendidikan umum. Sehingga tidak ada lagi ketimpangan dan diskriminasi antara dua lembaga pendidikan tersebut.

Pihaknya juga bakal memperjuangkan nasib sekolah diniyah agar mendapatkan bantuan seperti yang diharapkan.

“Bantuan pembangunan diusahakan secara bertahap seperti perbaikan-perbaikan gedung, karena tidak mungkin turun sekaligus. Jadi mohon sambung doa agar semua berjalan lancar,” ucapnya.

Sebelumnya, pada Senin (21/11/2016) lalu, Mahfud mendapat keluh kesah dari kalangan guru madrasah diniyah, saat menggelar reses di Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan. Para guru madin mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah terhadap lembaga pendidikan Islam.

Seperti disampaikan H Abdul Karim, salah seorang guru madin, madrasah diniyah selama ini terkesan diabaikan pemerintah. Menurutnya, ada kesenjangan antara pendidikan formal dan pendidikan berbasis keagamaan.

Minimnya perhatian pemerintah terhadap sekolah diniyah, sebut Abdul Karim, di antaranya bisa dilihat dari sulitnya mendapat bantuan, khususnya pembangunan maupun perbaikan gedung.

“Selama ini madrasah sangat jarang disentuh pembangunan infrastruktur,” ungkap guru madrasah di Desa Bilaporah Socah ini.

Selain itu, imbuh dia, kesejahteraan para guru juga diabaikan. Terbukti, sebutnya, hingga saat ini bantuan operasional pendidikan daerah (bosda) untuk madin tak kunjung cair.

“Kami harap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi tidak menutup mata,” harapnya. (goek/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sambut Bulan Kemerdekaan, Bupati Lukman Pimpin ASN Percantik Kota Bangkalan

BANGKALAN – Menyambut Bulan Kemerdekaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menggerakkan aparatur sipil negara ...
EKSEKUTIF

Pemkab Ngawi Siapkan Regulasi Mengemudi Sepeda Motor bagi Anak Usia 17 Tahun Ke Bawah

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengaku prihatin atas meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas yang ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...
SEMENTARA ITU...

Ketika Pelari Kenya Terjebak di Jember, Gotong Royong Mengantarnya Pulang

JEMBER — Debu musim kemarau beterbangan di sepanjang jalan Kota Jember. Matahari siang memantulkan hawa panas dari ...
KRONIK

Puan Maharani Tekankan Literasi Digital dan Komunikasi Negara untuk Tangkal Hoaks tentang DPR

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan maraknya hoaks yang menyasar DPR RI menjadi pengingat pentingnya ...