Rabu
22 Juli 2026 | 12 : 45

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

“Lebih Baik Bantu Menginformasikan Keberadaan TKI di Najran”

Situasi kota Najran

Situasi kota NajranJEDDAH – Ketua Perwakilan Luar Negeri (Perwalu) PDI Perjuangan Saudi Arabia Sharief Rachmat mengajak semua pihak bisa menahan diri dalam mengomentari gejolak antara Saudi Arabia dan pasukan bersenjata milisi Houthi di Yaman.

“Ada baiknya semua pihak bisa menahan diri dalam mengomentari gejolak yang terus memanas antara Arab Saudi dan pasukan bersenjata milisi Houthi di Yaman. Jangan berlebihan, karena efeknya bisa kepada WNI di Arab Saudi. Akan lebih baik bila kita membantu pemerintah memberi informasi keberadaan TKI di kota Najran dan sekitarnya,” kata Sharief Rachmad, , sebagaimana rilis yang diterima Infokom PDI Perjuangan Jawa Timur, Minggu (17/5/2015).

Diberitakan, sebanyak 25 tenaga kerja wanita (TKW) saat ini ditampung di salah satu rumah di kota Najran, Arab Saudi. Lokasi rumah ini berada di wilayah perbatasan Arab Saudi-Yaman yang rawan konflik.

Mereka merasa ditipu oleh sebuah perusahaan penyalur jasa TKI (PJTKI). Sebab dijanjikan oleh pihak PJTKIS akan dipekerjakan sebagai pejahit, tetapi setibanya di Arab Saudi sekitar enam bulan lalu, mereka dipekerjakan dan diperjualbelikan sebagai pekerja rumah tangga.

Dharmakirty Syailendra, Konjen RI Jeddah mengatakan, saat ini pejabat dan staf KJRI Jeddah telah berada di Najran serta terus melakukan koordinasi dengan otoritas setempat untuk menyelesaikan masalah 25 TKW tersebut. Menurut Dharmakirty Syailendra, penangan kasus 25 TKI tersebut harus kerjasama dengan otoritas terkait di Najran.

Langkah Konjen RI Jeddah pun didukung Perwalu PDI Perjuangan setempat. “Dalam peraturan yang berlaku di Arab Saudi, Kedutaan atau Konsulat negara manapun bila ingin menjemput warganya yang bermasalah dari rumah majikan atau lainnya, harus sepengetahuan atau seizin Kemenlu Arab Saudi. Selain itu, dalam penjemputannya juga perlu didampingi kepolisian setempat,” jelas Sharief.

Menurutnya, bisa saja Kedutaan atau Konsulat menjemput langsung tanpa izin, tetapi dampaknya akan menerima nota protes diplomatik dari Arab Saudi dan bisa berujung ke pengusiran staf atau pejabat dari Arab Saudi yang melanggar peraturan negara setempat. Karena yang menyangkut hak privasi dilindungi UU di Arab Saudi.

“Upaya Konjen sebaiknya kita dukung serta percayakan kepada KBRI dan KJRI di Arab Saudi agar dapat mengevakuasi 25 TKI tersebut, sekaligus WNI lainnya yang berada di kota Najran dan sekitarnya,” ujar Sharief. (pri)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

Syaifuddin Zuhri Dorong Turnamen Usia Dini Digelar Rutin untuk Cetak Pesepak Bola Berkualitas

SURABAYA – Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mendorong turnamen sepak bola usia dini digelar secara rutin ...
KABAR CABANG

DPC Bojonegoro Gandeng Praktisi, Latih Petani Bikin Pupuk Organik Murah Meriah

BOJONEGORO – Upaya menjaga ketahanan pangan dan merespons tingginya harga pupuk kimia terus dilakukan di daerah. ...
KRONIK

Sambut Bulan Kemerdekaan, Bupati Lukman Pimpin ASN Percantik Kota Bangkalan

BANGKALAN – Menyambut Bulan Kemerdekaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menggerakkan aparatur sipil negara ...
EKSEKUTIF

Pemkab Ngawi Siapkan Regulasi Mengemudi Sepeda Motor bagi Anak Usia 17 Tahun Ke Bawah

NGAWI – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengaku prihatin atas meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas yang ...
EKSEKUTIF

Mas Dhito Tinjau Lahan Calon Hotel Haji Pertama di Indonesia Dekat Bandara Dhoho

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau lahan calon hotel haji pertama di Indonesia di dekat Bandara ...
LEGISLATIF

Asmadi Minta UMKM Dilibatkan dalam Revitalisasi GOR Ganesha, Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

BATU – Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Asmadi, meminta Pemerintah Kota Batu melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, ...