Senin
14 September 2026 | 6 : 40

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Lebaran 2020, Awi: Perkuat Silaturahmi lewat Teknologi Komunikasi

pdip-jatim-awi-230520-1

SURABAYA – Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan, Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah yang jatuh pada Minggu (24/5/2020) menjadi momen semangat gotong royong untuk menghadapi pandemi virus Corona (Covid)-19

“Kami mengajak warga Surabaya untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri tahun ini dengan penuh syukur. Serta, menguatkan semangat gotong royong untuk menghadapi pandemi Covid-19,” kata Adi Sutarwijono.

Ketua DPRD Kota Surabaya ini juga mengajak warga Kota Pahlawan untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah di tengah situasi pandemi Covid-19.

Menurut Awi, sapaan akrabnya, Hari Raya Idul Fitri tahun ini dirayakan dengan cara beda ketimbang tahun lalu. Karena ada imbauan agar warga tetap di rumah, tidak menggelar halalbihalal yang mengumpulkan banyak orang, dan tidak pulang kampung atau bepergian ke luar kota.

“Kita bersilaturahim dan saling memaafkan dengan tidak saling berjumpa fisik dan tidak bersalaman. Dengan memanfaatkan teknologi komunikasi, kita saling bermaaf-maafan. Kita tidak bersalaman, tapi hati pasti saling memaafkan. Kita perkuat tali silaturahmi dengan cara yang lain,” tuturnya.

Dia menambahkan, Lebaran tahun ini juga diharapkan bisa memperkuat gotong royong nasional dalam balutan silaturahmi antarwarga. Silaturahmi untuk memperkuat kohesivitas sosial harus diwujudkan dalam kerja gotong royong agar bangsa ini bisa melewati masa pandemi dengan baik.

“Kita bergotong royong dan ambil tanggung jawab sesuai bidang masing-masing. Termasuk warga bisa ambil tanggung jawab dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan, mulai cuci tangan pakai sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan orang, mengonsumsi gizi seimbang dan rajin olahraga,” sebut Awi.

Mantan pewarta ini lantas menyinggung sejarah halalbihalal yang diperkenalkan Presiden RI Soekarno dan salah satu pendiri Ormas Islam Nahdlatul Ulama (NU) KH Wahab Chasbullah.

Bung Karno saat itu meminta pendapat Kiai Wahab terkait situasi bangsa ketika itu, di awal kemerdekaan, yang penuh gejolak. Antar-elemen ketika itu terpecah sehingga oleh Bung Karno momentum Lebaran digunakan untuk membangun persaudaraan nasional.

“Maka muncullah istilah halalbihalal, saling memaafkan dan saling menghalalkan. Maka dalam konteks saat ini, Lebaran menjadi tradisi yang menyatukan. Kita saling memaafkan, lupakan semua perbedaan, dan kita perkuat kerja-kerja untuk menangani Covid-19 serta memulihkan kualitas kehidupan rakyat,” pungkasnya. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

SEMENTARA ITU...

SRC 2026 Jadi Kawah Candradimuka, Surabaya Bidik 250 Emas di Porprov 2027

SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadikan Surabaya Rising Champion (SRC) 2026 sebagai salah satu ...
HEADLINE

Soekarno Run Banyuwangi Libatkan Disabilitas Netra Layani Sport Massage Pelari

Soekarno Run Banyuwangi melibatkan penyandang disabilitas netra dalam layanan sport massage bagi peserta sebagai ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Gelar Pelatihan Pelatihan Kader Perempuan Akar Rumput

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menggelar pelatihan kader perempuan ...
KABAR CABANG

Perkuat Akar Rumput, DPC PDIP Kota Batu Road Show Serahkan SK ke Ranting

MALANG — Memperkuat konsolidasi hingga tingkat akar rumput, DPC PDI Perjuangan Kota Batu memilih turun langsung ...
KRONIK

Bupati Fauzi di Tatorbangan Ritual Culture 2026: Generasi Muda Harus Ambil Peran Jaga Warisan Leluhur

SUMENEP – Pemerintah Desa (Pemdes) Torbang, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, menggelar Tatorbangan Ritual ...
KRONIK

Atasi Kekeringan di Bojonegoro, Legislator Amin Thohari Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa Terdampak

​BOJONEGORO – Musim kemarau panjang yang memicu kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ...