
BATU – Para peserta pelatihan pelatih regu penggerak pemilih (guraklih) di Wisma Perjuangan Batu, 27-31 Desember 2019, diharapkan segera melakukan rekrutmen dan pelatihan sepulang mengikuti pelatihan.
Hal itu dikatakan Ketua DPD PDI Perjuangan Kusnadi dalam sambutannya membuka acara Pelatihan Pelatih (training of trainer/TOT) Guraklih yang digelar PDIP Jatim, Sabtu (28/12/2019). “Sepulang dari sini, mulailah merekrut guraklih dan melatihnya,” katanya.
Maksud dari pelatihan yang diikuti peserta dari 19 kabupaten/kota yang akan menggelar Pilkada 2020 ini, jelas Kusnadi, untuk mewujudkan PDI Perjuangan sebagai partai pelopor seperti amanat Kongres Bali 2019.
Baca juga: Wisma Perjuangan Siap Cetak Kader Militan
“Ada lima syarat bagi sebuah partai untuk menjadi partai pelopor. Disiplin ideologi, disiplin organisasi, disiplin teori, disiplin program, dan disiplin tindakan,” kata Kusnadi yang juga Ketua DPRD Jatim ini.
Lima disiplin tersebut kata Kusnadi, saling terkait. Pada disiplin organisasi, Kusnadi juga menyoroti beberapa peserta yang terlambat hadir mengikuti pembukaan.

“Setelah pembukaan, tidak boleh lagi ada peserta yang baru masuk dan ikut pelatihan. Apapun alasannya. Nanti DPD akan menyurati DPC mengapa peserta yang dikirimkan bisa terlambat. Ini bagaimana kita akan menjadi pelopor, kalau kita tidak berdisiplin dalam organisasi,” ujarnya.
Dia juga mengucapkan selamat datang kepada peserta. “Selamat datang di rumah sendiri. Kalau gedung ini belum ada namanya, tapi kalau keseluruhan, kompleksnya bernama Wisma Perjuangan,” ucap Kusnadi.
Kepala Sekolah TOT Guraklih, Hari Yulianto dalam laporannya mengatakan, selama beberapa hari ke depan, peserta akan dibekali materi-materi seputar tugas pokok dan fungsi guraklih.
“Peserta dari 19 DPC yang akan mengikuti pilkada 2020, akan dibekali dengan materi-materi pemetaan, survei, dan penggalangan,” ujarnya. (her)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS









