Selasa
27 Oktober 2026 | 7 : 01

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kusnadi Minta Gubernur Jatim Realisasikan Program Social Safety Net

pdip-jatim-kusnadi-masker1

SURABAYA – Ketua DPRD Jawa Timur Kusnadi minta Gubernur Jatim segera melaksanakan program social safety net atau jaring pengaman sosial untuk masyarakat terdampak pandemi virus Corona (Covid-19).

Sebab, pengajuan realokasi dan refocusing APBD Jatim Tahun Anggaran 2020 untuk penanganan Covid-19 di Jatim sekitar Rp 2,3 triliun sudah bisa diterima pimpinan DPRD Jatim.

Kusnadi mengungkapkan, beberapa hari sebelumnya pimpinan dewan kita rapat koordinasi dengan Gubernur di Grahadi. Kemudian besoknya dilanjutkan dengan pertemuan dengan Sekdaprov Jatim di DPRD Jatim untuk penjelasan teknisnya.

“Intinya, kami mendorong supaya program social safety net yang disiapkan Pemprov Jatim bisa secepatnya direalisasikan,” kata Kusnadi, kemarin.

Menurut Kusnadi, sesuai rencana program social safety net atasi dampak Covid-19 di Jatim berlangsung selama tiga bulan yakni mulai April hingga Juni 2020 mendatang.

“Sekarang sudah mau masuk pekan kedua bulan April, makanya kami berharap segera dilaksanakan karena masyarakat terdampak sangat membutuhkan,” tambah dia.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim ini menyebut besaran anggaran yang disiapkan Pemprov Jatim senilai Rp 2,3 triliun itu sudah sesuai dengan intruksi pemerintah pusat, Yakni kisaran 35 persen dari kekuatan Belanja Langsung yang ada di APBD Jatim tahun 2020.

Menurutnya, anggaran tersebut berasal dari realokasi kegiatan perjalanan dinas, rapat-rapat koordinasi dan lain sebagainya.

“Juklak dan Juknis dari pemerintah pusat sudah jelas mana-mana yang bisa direalokasi dan refocusing untuk penanganan Covid-19,” jelas Kusnadi.

Dalam pelaksanaan program social safety net nanti, pihaknya juga berharap bisa tepat sasaran, khususnya warga masyarakat Jatim yang benar-benar terdampak Covid-19.

“Sejak diberlakukannya social distancing dan physical distancing banyak pelaku UMKM yang tutup. Padahal mereka ini tergolong pekerja harian sehingga kalau tidak jualan ya tidak ada pemasukan,” ungkapnya.

Selain itu, sejumlah pekerja di bidang transportasi, pariwisata dan perhotelan juga sangat terpukul sehingga di antara mereka terpaksa dirumahkan.

“Jangan lupa, orang yang sakit terjangkit Covid-19 dan terpaksa melakukan isolasi baik secara mandiri atau di rumah sakit juga perlu diberikan insentif berbasis keluarga,” tutup Kusnadi. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Ina Ammania Ingatkan Guru Madrasah, AI Tak Bisa Gantikan Keteladanan

BONDOWOSO – Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, mengingatkan guru madrasah agar tidak menyerahkan proses ...
SEMENTARA ITU...

Ski Air Ngawi Bidik 10 Emas di Popda Jatim XV 2026, Total Target 20 Medali

NGAWI – Cabang olahraga (cabor) ski air Kabupaten Ngawi membidik 20 medali dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah ...
KRONIK

Kawal Kasus Kekerasan Anak Medokan, Armuji Dukung Evaluasi UU Perlindungan Anak

SURABAYA – Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Anti-Perundungan ...
LEGISLATIF

Eri Irawan Dorong Wira Wiri Kenpark–Purabaya Naik Kelas, Kapasitas Armada Perlu Ditambah

SURABAYA – Tingginya keterisian penumpang dan panjangnya jarak perjalanan menjadi alasan Ketua Komisi C DPRD ...
MILANGKORI

Mbah Jenggot, Penjaga Langen Tayub Tuban yang Bertahan di Antara Panggung dan Perjuangan Hidup

Sejak 2001, Suparminto setia menjadi cucuk lampah seni Langen Tayub. Ketika tanggapan ramai, ada penghasilan untuk ...
SEMENTARA ITU...

Doding Rahmadi Ajak Rider Trail Perkuat Gotong Royong, Bantu Pembangunan Masjid di Trenggalek

TRENGGALEK – Hobi memacu adrenalin di jalur perbukitan dan hutan bisa berjalan beriringan dengan kepedulian sosial. ...