Rabu
12 Agustus 2026 | 5 : 49

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kusnadi Minta Gubernur Jatim Realisasikan Program Social Safety Net

pdip-jatim-kusnadi-masker1

SURABAYA – Ketua DPRD Jawa Timur Kusnadi minta Gubernur Jatim segera melaksanakan program social safety net atau jaring pengaman sosial untuk masyarakat terdampak pandemi virus Corona (Covid-19).

Sebab, pengajuan realokasi dan refocusing APBD Jatim Tahun Anggaran 2020 untuk penanganan Covid-19 di Jatim sekitar Rp 2,3 triliun sudah bisa diterima pimpinan DPRD Jatim.

Kusnadi mengungkapkan, beberapa hari sebelumnya pimpinan dewan kita rapat koordinasi dengan Gubernur di Grahadi. Kemudian besoknya dilanjutkan dengan pertemuan dengan Sekdaprov Jatim di DPRD Jatim untuk penjelasan teknisnya.

“Intinya, kami mendorong supaya program social safety net yang disiapkan Pemprov Jatim bisa secepatnya direalisasikan,” kata Kusnadi, kemarin.

Menurut Kusnadi, sesuai rencana program social safety net atasi dampak Covid-19 di Jatim berlangsung selama tiga bulan yakni mulai April hingga Juni 2020 mendatang.

“Sekarang sudah mau masuk pekan kedua bulan April, makanya kami berharap segera dilaksanakan karena masyarakat terdampak sangat membutuhkan,” tambah dia.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim ini menyebut besaran anggaran yang disiapkan Pemprov Jatim senilai Rp 2,3 triliun itu sudah sesuai dengan intruksi pemerintah pusat, Yakni kisaran 35 persen dari kekuatan Belanja Langsung yang ada di APBD Jatim tahun 2020.

Menurutnya, anggaran tersebut berasal dari realokasi kegiatan perjalanan dinas, rapat-rapat koordinasi dan lain sebagainya.

“Juklak dan Juknis dari pemerintah pusat sudah jelas mana-mana yang bisa direalokasi dan refocusing untuk penanganan Covid-19,” jelas Kusnadi.

Dalam pelaksanaan program social safety net nanti, pihaknya juga berharap bisa tepat sasaran, khususnya warga masyarakat Jatim yang benar-benar terdampak Covid-19.

“Sejak diberlakukannya social distancing dan physical distancing banyak pelaku UMKM yang tutup. Padahal mereka ini tergolong pekerja harian sehingga kalau tidak jualan ya tidak ada pemasukan,” ungkapnya.

Selain itu, sejumlah pekerja di bidang transportasi, pariwisata dan perhotelan juga sangat terpukul sehingga di antara mereka terpaksa dirumahkan.

“Jangan lupa, orang yang sakit terjangkit Covid-19 dan terpaksa melakukan isolasi baik secara mandiri atau di rumah sakit juga perlu diberikan insentif berbasis keluarga,” tutup Kusnadi. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

KRONIK

Drama Tujuh Gol, Banteng Kalbar Taklukkan Maluku 4-3 di Soekarno Cup 2026

SURABAYA – Tim Banteng Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil mengamankan tiga poin perdana setelah memenangi laga ...
SEMENTARA ITU...

Wabup Lamongan Lepas 38 Anggota Pramuka ke Jambore Nasional 2026

LAMONGAN – Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Wakamabicab) Gerakan Pramuka Lamongan sekaligus Wakil Bupati ...
EKSEKUTIF

Mas Ipin Turun ke Pesisir Munjungan, Tegaskan Pemkab Trenggalek Hadir dan Serap Aspirasi Warga

TRENGGALEK – Bupati Trenggalek M. Nur Arifin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap hadir di tengah ...
LEGISLATIF

Kanang Serahkan Tiga Unit Combine Harvester untuk Poktan di Ngawi

NGAWI – Kabupaten Ngawi dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional. Di tingkat Jawa Timur, Ngawi juga ...
UMKM

Polikultur Rumput Laut dan Bandeng di Pangkahkulon Gresik Dilirik DPRD, Kades Sebut Air Tambak Jernih seperti Akuarium

GRESIK — Inovasi budidaya rumput laut yang dipadukan dengan ikan bandeng dan udang (polikultur) di Desa ...
SEMENTARA ITU...

Eri Cahyadi Ingatkan Mahasiswa Baru ITS: Jangan Hanya Andalkan AI, Perkuat Karakter dan Integritas

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan mahasiswa baru ITS agar tidak hanya mengandalkan AI, tetapi memperkuat ...