Sabtu
05 September 2026 | 2 : 52

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kunjungi Industri Batik Kinnara Kinnari, Bupati Ipuk Dukung Perbedayaan Ekonomi Perempuan

PDIP-Jatim-Bupati-Ipuk-26062024

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mendukung pemberdayaan ekonomi khususnya kaum perempuan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Ipuk ketika mengunjungi industri batik Kinnara Kinnari yang diproduksi oleh ibu-ibu Buddhis yang tergabung dalam kelompok Panca Vihara di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Selasa (25/6/2024).

Bupati Ipuk mengapresiasi kelompok perempuan Buddhis tersebut, karena selain sebagai dharma mereka, usaha batik Buddhis juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi, khususnya bagi kaum perempuan.

“Ini salah satu upaya peningkatan kemandirian ekonomi. Ibu-ibu rumah tangga diberdayakan menjadi perajin batik sehingga memiliki penghasilan untuk menambah pendapatan keluarganya,” ujar Bupati Ipuk.

Dalam pertemuan tersebut, politisi PDI Perjuangan itu menghadiahi surat rekomendasi untuk memfasilitasi pengurusan hak kekayaan intelektual (HKI) produk batik Kinnara Kinnari agar memperoleh perlindungan secara hukum atas karya mereka.

“HKI penting agar produk yang kita buat tidak diakui oleh pihak lain. Dengan HKI, daya saing dan jangkauan pasar juga lebih meningkat,” tuturnya.

Untuk diketahui, batik Kinnara Kinnari mengusung motif filosofi ajaran Buddha. Seperti corak roda Dhamma, daun Bodhi, Teratai, dan sebagainya.

“Awalnya kami mendapatkan pelatihan membatik di Vihara tempat kami melakukan pujadharma. Dari sana, kami tercetus ingin membuat usaha batik bersama,” terang salah satu penggagas Batik Kinnara Kinnari, Indah Yuswaningtyas.

Indah berharap eksistensi batik Kinnara Kinnari dapat membawa berkah dan kebaikan bagi semuanya. Sejak berdiri, mereka konsisten mengangkat corak-corak Buddhis dalam karyanya. Menurut mereka, ini adalah cara untuk terlibat dalam menghidupkan ajaran Buddha.

Berjalan tiga tahun, kelompok ini telah memproduksi sedikitnya 25 corak yang mengkombinasikan batik tradisional Banyuwangi dengan motif Buddhis. Batik produksi mereka telah merambah ke pasar nasional, melalui penjualan online. Per lembar kain batik dibanderol dengan harga Rp. 135-150 ribu.

“Jika ditotal sudah ribuan yang terjual. Vihara-vihara dari seluruh Indonesia sudah pernah memesan batik Buddhis kami,” ungkap Indah. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

LEGISLATIF

Tambahan Fiskal Rp223 Miliar di P-APBD Jember 2026, PDIP: Apa Manfaat Nyatanya Buat Warga?

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Jember mempertanyakan manfaat tambahan ruang fiskal sekitar Rp223,12 ...
OLAHRAGA

Trenggalek Bertekad Tembus 10 Besar Porprov Jatim 2027

KONI Trenggalek menargetkan masuk 10 besar Porprov Jatim 2027 meski anggaran terbatas. Dari 40 atlet yang siap ...
EKSEKUTIF

Tanam Pohon Peringatan Hari Lahir Kejaksaan, Wabup Antok Berharap Srigati Bisa Jadi Agro Wisata

NGAWI – Kejaksaan Negeri Ngawi menanam sejumlah pohon buah di kawasan wisata religi Palereman Srigati, Desa ...
KRONIK

Imbas 1.600 Pekerja PT INKA Banyuwangi Dirumahkan, DPRD Desak Pemkab dan Pusat Turun Tangan

BANYUWANGI – Ketua DPRD Kabupaten Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, menyatakan keprihatinan mendalam atas ...
OLAHRAGA

Bupati Fauzi Lepas Assyabaab U-13, Titipkan Pesan Penting Soal Karakter dan Disiplin

SUMENEP – Sebanyak 25 anggota Assyabaab U-13 resmi dilepas menuju Kabupaten Jember untuk mengikuti kompetisi Zona ...
LEGISLATIF

Baktiono Dorong RT/RW Dilibatkan Aktif dalam Pendataan Bansos, Data Desil Harus Sesuai Kondisi Riil Warga

SURABAYA – Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Baktiono mendorong pemerintah melibatkan RT dan RW secara aktif ...