Sabtu
26 September 2026 | 8 : 24

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Kunjungi Industri Batik Kinnara Kinnari, Bupati Ipuk Dukung Perbedayaan Ekonomi Perempuan

PDIP-Jatim-Bupati-Ipuk-26062024

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mendukung pemberdayaan ekonomi khususnya kaum perempuan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Ipuk ketika mengunjungi industri batik Kinnara Kinnari yang diproduksi oleh ibu-ibu Buddhis yang tergabung dalam kelompok Panca Vihara di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Selasa (25/6/2024).

Bupati Ipuk mengapresiasi kelompok perempuan Buddhis tersebut, karena selain sebagai dharma mereka, usaha batik Buddhis juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi, khususnya bagi kaum perempuan.

“Ini salah satu upaya peningkatan kemandirian ekonomi. Ibu-ibu rumah tangga diberdayakan menjadi perajin batik sehingga memiliki penghasilan untuk menambah pendapatan keluarganya,” ujar Bupati Ipuk.

Dalam pertemuan tersebut, politisi PDI Perjuangan itu menghadiahi surat rekomendasi untuk memfasilitasi pengurusan hak kekayaan intelektual (HKI) produk batik Kinnara Kinnari agar memperoleh perlindungan secara hukum atas karya mereka.

“HKI penting agar produk yang kita buat tidak diakui oleh pihak lain. Dengan HKI, daya saing dan jangkauan pasar juga lebih meningkat,” tuturnya.

Untuk diketahui, batik Kinnara Kinnari mengusung motif filosofi ajaran Buddha. Seperti corak roda Dhamma, daun Bodhi, Teratai, dan sebagainya.

“Awalnya kami mendapatkan pelatihan membatik di Vihara tempat kami melakukan pujadharma. Dari sana, kami tercetus ingin membuat usaha batik bersama,” terang salah satu penggagas Batik Kinnara Kinnari, Indah Yuswaningtyas.

Indah berharap eksistensi batik Kinnara Kinnari dapat membawa berkah dan kebaikan bagi semuanya. Sejak berdiri, mereka konsisten mengangkat corak-corak Buddhis dalam karyanya. Menurut mereka, ini adalah cara untuk terlibat dalam menghidupkan ajaran Buddha.

Berjalan tiga tahun, kelompok ini telah memproduksi sedikitnya 25 corak yang mengkombinasikan batik tradisional Banyuwangi dengan motif Buddhis. Batik produksi mereka telah merambah ke pasar nasional, melalui penjualan online. Per lembar kain batik dibanderol dengan harga Rp. 135-150 ribu.

“Jika ditotal sudah ribuan yang terjual. Vihara-vihara dari seluruh Indonesia sudah pernah memesan batik Buddhis kami,” ungkap Indah. (ars/set)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

MILANGKORI

Malam Ketika Para Penari Tayub Diwisuda, Merawat Warisan Leluhur Trenggalek

ALUNAN gamelan terdengar mengalun di tengah keheningan malam. Irama musik tradisional itu berpadu dengan gerak ...
OLAHRAGA

Pemkot Surabaya Siapkan Fasilitas Olahraga Gratis untuk Putaran Nasional Piala Soeratin

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sejumlah fasilitas olahraga milik pemerintah kota untuk ...
KRONIK

Bukan Cuma Soal Trofi, Bupati Lukman Sebut PORSADIN Jadi Ajang Level Up Karakter Santri Bangkalan

BANGKALAN – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, mengingatkan para santri diniyah untuk menjaga kepercayaan dan tanggung ...
KRONIK

E-PAD dan SIMPLING Masuk Nominasi JAWARA 2026, Bupati Ipuk: Kami Kembangkan Sesuai Kebutuhan Masyarakat

BANYUWANGI – Dua inovasi Banyuwangi, E-PAD dan SIMPLING (Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Laboratorium ...
KABAR CABANG

DPC Ngawi Cek Rutin Kesehatan Pengurus, Agar Tetap Bugar Dampingi Rakyat

NGAWI – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ngawi menggelar pemeriksaan kesehatan bagi pengurus partai di Kantor ...
LEGISLATIF

Anas Karno: Layanan Online dan Kehadiran ASN di Balai RW Harus Berjalan Bersamaan

SURABAYA – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya Anas Karno menegaskan seluruh upaya untuk memberikan pelayanan ...