Selasa
20 Oktober 2026 | 6 : 21

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Krisis Mata Air di Lereng Penanggungan, Sugiyanto Bersama Generasi Muda Pasuruan Tanam Pohon

IMG-20260216-WA0035_copy_608x403

​KABUPATEN PASURUAN – Di tengah ancaman penurunan debit air akibat eksploitasi industri dan konsumsi masif, upaya pemulihan ekosistem kembali diperkuat di lereng Gunung Penanggungan, Kabupaten Pasuruan.

Melalui gerakan “Merawat Ibu Pertiwi”, ratusan relawan yang didominasi pelajar melakukan penanaman pohon serentak untuk menjaga keberlanjutan sumber air, Minggu (15/2/2026).

​Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Sugiyanto, dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pangengat Leluhur Terpa Junior (PLTJ). Aksi ini menandai kali kelima gerakan penghijauan dilakukan secara konsisten di kawasan tersebut.

​Melawan Dampak Eksploitasi
​Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Sugiyanto, menekankan bahwa kondisi ketersediaan air di lereng Penanggungan saat ini tengah menghadapi tantangan serius.

Eksploitasi air tanah dalam skala besar, baik untuk distribusi tangki maupun industri air minum kemasan, telah berdampak pada hilangnya sejumlah mata air alami.

​”Melindungi dan menjaga mata air ini sangat vital. Terlalu banyak sumber air yang dieksplorasi secara besar-besaran, sehingga sekarang ada titik-titik yang sudah tidak mengeluarkan air lagi,” ujar Sugiyanto.

​Ia mengingatkan bahwa perusahaan-perusahaan yang mengambil manfaat ekonomi dari sumber daya air di wilayah Pasuruan memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam upaya konservasi.

“Air adalah kebutuhan dasar manusia. Semua pihak harus bertanggung jawab menjaga kelestariannya,” tambahnya.

​Edukasi Ekologi Lintas Generasi
​Pemandangan berbeda terlihat dalam aksi kali ini dengan hadirnya ratusan siswa dari berbagai sekolah, seperti SMAN Pandaan, SMK Gempol, SMPN 2 Pandaan, hingga SMA Ma’arif Pandaan. Pelibatan pelajar bertujuan untuk menanamkan etika lingkungan sejak dini.

​Menurut Sugiyanto, sekolah memiliki peran kunci dalam membangun kesadaran siswa agar tidak hanya menjadi konsumen alam, tetapi juga pelindung.

​”Sekolah sudah memberikan fondasi agar anak didik bisa mencintai dan melestarikan alam. Inilah estafet penjagaan lingkungan yang kita butuhkan,” ungkapnya.

​Filosofi “Rawaten”
​Dalam kegiatan tersebut, sebuah pesan mendalam dari sesepuh setempat turut dibagikan untuk menggugah kesadaran peserta. Kata “Air” dimaknai melalui akronim bahasa Jawa: A (Aku), I (Iki), R (Rawaten), yang berarti “Saya ini, rawatlah.”

​Filosofi ini menjadi pengingat bahwa air bukan sekadar benda mati, melainkan elemen kehidupan yang “meminta” untuk dijaga agar tetap menghidupi manusia.

​Sebagai penutup, Sugiyanto memberikan peringatan reflektif bagi masyarakat luas mengenai pentingnya menjaga hutan di lereng gunung sebagai daerah tangkapan air utama.

​”Mari jaga dan lestarikan hutan kita, agar yang mengalir ke bawah adalah mata air, bukan air mata,” pungkasnya.(mdf/hs)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Festival Anak Sholeh, Ikhtiar Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak Mulia

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi berikhtiar membentuk generasi muda yang tidak hanya ...
KRONIK

Perda Lingkungan Jember Terancam Jadi Macan Kertas, Candra Desak Anggaran Perlindungan Gumuk

JEMBER – Perlindungan gumuk di Kabupaten Jember tak cukup berhenti pada pengesahan peraturan daerah. Ketua Komisi B ...
KABAR CABANG

DPC Magetan Panaskan Mesin Hingga Akar Rumput, Lantik 1.645 Pengurus Ranting

MAGETAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Magetan terus mengintensifkan konsolidasi organisasi ...
EKSEKUTIF

Bupati Malang Targetkan Zero ATS 2027, Kejar Paket A hingga C Bakal Gratis

MALANG – Bupati Malang HM Sanusi menargetkan Kabupaten Malang bebas Anak Tidak Sekolah (ATS) atau Zero ATS pada ...
LEGISLATIF

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Raperda Transportasi Terintegrasi Harus Jawab Kebutuhan Warga

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ...
EKSEKUTIF

Eri Cahyadi Minta Baznas Surabaya Prioritaskan Warga Miskin Desil 1

SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Surabaya memprioritaskan warga ...