Sabtu
15 Agustus 2026 | 8 : 39

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

KPU: Pelantikan Jokowi-JK 20 Oktober Tak Bisa Dibatalkan

Jokowi-JK di kapal phinisi

Jokowi-JK di kapal phinisiJAKARTA – Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla tetap akan dilantik 20 Oktober depan. Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay menegaskan, pelantikan Jokowi-JK tidak bisa dibatalkan.

Menurut Hadar, rakyat akan sangat marah jika proses pelantikan presiden-wakil presiden hasil pilpres 2014 itu nantinya dipolitisasi anggota MPR. Wacana pemboikotan pelantikan Jokowi-JK, kata Hadar, sulit dilakukan karena masyarakat mengawasi proses tersebut secara ketat.

“Masyarakat akan mengawasi, rakyat akan marah kalau pelantikan dipermainkan,” kata Hadar kepada wartawan saat di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (9/10/2014).

Hadar menambahkan, proses pengambilan sumpah ada di tangan pimpinan MPR. “Pelantikan sudah otomatis saja, tidak bisa dipolitisasi,” ujar dia.

Bersama komisioner Arif Budiman, Hadar bertemu pimpinan MPR untuk membahas rencana pelantikan Jokowi-JK pada 20 Oktober mendatang. KPU, lanjut Hadar, hanya akan memberitahukan soal prosedur administrasi kepada pimpinan MPR. Pasalnya, pelantikan tak bisa dibatalkan.

“Ini prosedur administrasi saja. Karena hasil pemilu sudah ditetapkan. Presiden sudah ada jadi harus dilantik,” jelasnya.

Terkait pelantikan ini, imbuhnya, KPU tak menyiapkan apa pun, karena anggaran pelantikan dilokasikan MPR.

Sehari sebelumnya, Ketua MPR Zulkifli Hasan menepis adanya upaya penjegalan pelantikan Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden. Dia menegaskan, MPR akan menyukseskan pelantikan presiden dan wapres terpilih, Jokowi-JK.

”Itu pemikiran-pemikiran aneh saja saya kira,” ujar Zulkifli kepada wartawan di gedung DPR, Rabu (8/10/2014).

MPR, tambah Zulkifli, siap membantu menyukseskan program pembangunan pemerintah. Pemerintahan yang berjalan dengan baik akan berimbas pada peningkatan kesejahteraan rakyat. ”Itu tujuan sesungguhnya kita berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

MPR, lanjut dia, adalah lembaga yang mengutamakan persatuan dan kesatuan. Karena itu, Zulkifli berniat menjadikan lembaga yang dipimpinnya sebagai pemersatu perbedaan-perbedaan yang ada, baik itu di parlemen sendiri maupun dengan pemerintah.

Sementara itu, Joko Widodo tetap meyakini bahwa Koalisi Merah Putih tidak akan menjegal pemerintahannya mendatang meski koalisinya tidak berada di jajaran pimpinan parlemen periode 2014-2019. “Sistem kita itu apa? Presidensial. Kamu tahu ndak?” ujar Jokowi kepada wartawan di Balaikota, Jakarta, Kamis (9/10/2014).

Dia mengaku tidak habis pikir jika ada pemikiran bahwa parlemen bakal menjegal pemerintahan mendatang. Jokowi menegaskan, seharusnya tidak perlu ada pemikiran seperti itu.

“Ini demi kepentingan rakyat dan negara loh, bukan kepentingan Jokowi. Nanti baru tarung lima tahun lagi,” ujar Jokowi. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Serapan Belanja Modal Jember Rendah, DPRD Minta Pemkab Buka Strategi

JEMBER – Realisasi belanja modal dalam APBD Kabupaten Jember 2026 baru mencapai 16,55 persen hingga semester ...
LEGISLATIF

APBD Magetan 2027 Masih Andalkan Dana Transfer Pusat, Pemkab Diminta Genjot PAD

MAGETAN – Pemerintah Kabupaten Magetan diminta untuk terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) seiring postur ...
SEMENTARA ITU...

Punjul: Kepemimpinan Bukan soal Kedudukan, tapi Seberapa Besar Manfaat

BATU – Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Batu, Punjul Santoso, mengingatkan para pengurus muda ...
SEMENTARA ITU...

Pesan Doding untuk Paskibraka Trenggalek: Kalian Bukan Sekadar Pengibar Bendera

Ketua DPRD Trenggalek Doding Rahmadi berpesan kepada Paskibraka 2026 agar tidak memaknai tugas pengibaran bendera ...
KRONIK

Gesah Bareng Ambi Bupati: Cara Ipuk Cari Solusi Langsung Masalah Pangan

BANYUWANGI – Berbagai persoalan yang dihadapi petani, nelayan, peternak, hingga pelaku perkebunan di Banyuwangi ...
KRONIK

Relief Gumuk Lumpang Rusak, DPRD Jember Minta Dugaan Perusakan Diusut

JEMBER – Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, meminta polisi mengusut dugaan perusakan Objek Diduga Cagar ...