Sabtu
29 Agustus 2026 | 3 : 02

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

Konsisten Kembangkan Wisata Berbasis Pelestarian Alam

pdip-jatim-rakorbid-pariwisata-dpp

pdip-jatim-rakorbid-pariwisata-dppJAKARTA – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, konsisten dengan pengembangan wisata berbasis pelestarian alam sebagai pembangunan potensi wisatanya. Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa itu memiliki ragam wisata alam yang layak dikunjungi, antara lain Kawah Ijen, Alas Purwo, Jilen, Pulau Merah, dan Teluk Hijau.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, kalau ke Banyuwangi yang dijual adalah alam, karena ekosistemnya cukup lengkap.

Pengembangan saat ini, di antaranya pembangunan akses yang lebih bagus ke Taman Nasional Ijen, yang dikenal sebagai primadona wisata Banyuwangi.

Untuk pengelolaan, pihaknya berencana membuat nota kesepahaman dengan Kementerian Kehutanan. Sebab, hampir seluruh lokasi di Taman Nasional Ijen dikelola Kementerian Kehutanan melalui Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Hal itu dilakukan untuk memompa minat wisatawan yang datang. Sekarang, jelas Anas, sebagian akses jalan sudah bagus, tapi tetap dikendalikan di beberapa tempat tertentu sehingga mobil tidak semuanya boleh masuk.

“Rencana Banyuwangi ini akan semakin kuat dengan nota kesepahaman antara Pemda dan Kemenhut untuk membangun akses tanpa merusak ekosistem,” kata Azwar Anas, saat di Jakarta, beberapa hari lalu.

Selain akses, yang kini tengah menjadi fokus pemerintahnya adalah pengelolaan sampah dan sumber daya manusia (SDM). Mengenai sampah, Anas menilai perlunya integrasi dengan banyak pihak mengingat masalah saat ini, tempat wisata di Banyuwangi belum memiliki cukup tempat sampah.

“Untuk SDM harapannya ada pemandu. Supaya ada edukasi terhadap pengunjung yang datang,” jelasnya.

Dalam lima tahun terakhir, sektor pariwisata di Banyuwangi diharapkan terus menggeliat. Kunjungan wisatawan nusantara melonjak 161 persen dari 651.500 orang (2010) menjadi 1.701.230 orang (2015).

Adapun wisatawan mancanegara meningkat 210 persen dari kisaran 13.200 di tahun 2010, menjadi 41.000 pada tahun 2015.

Pariwisata juga ikut menggerakkan ekonomi warga setempat. Pendapatan per kapita Banyuwangi menurut Badan Pusat Statistik (BPS) melonjak 62 persen dari Rp 20,8 juta per orang per tahun pada 2010, menjadi Rp 33,6 juta per kapita per tahun pada 2014.

Sementara itu, saat DPP PDI Perjuangan menggelar Rapat Koordinasi Pariwisata di Jakarta, Selasa (12/4/2016) lalu, Azwar Anas termasuk salah satu kepala daerah yang diundang sebagai pemateri.

Bupati yang diusung PDI Perjuangan di Pilkada 2015 lalu itu diminta menyampaikan kebijakan dan program pembangunan untuk memajukan sektor pariwisata daerah sebagai langkah meningkatkan ekonomi kerakyatan. (goek)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KRONIK

Sunyoto Gelar Reses di Badegan, Warga Usul Infrastruktur Jalan dan Talud Jadi Prioritas Utama

PONOROGO – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Ponorogo, Sunyoto, menggelar reses di kediamannya, Desa ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan Pastikan Pilkades Jember 2027 Gratis bagi Calon

JEMBER – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember memastikan calon kepala desa tidak dibebani biaya dalam Pemilihan Kepala ...
LEGISLATIF

Fraksi PDI Perjuangan–PAN Minta Belanja Daerah Surabaya Harus Beri Manfaat Nyata

SURABAYA – Fraksi PDI Perjuangan–PAN DPRD Kota Surabaya mendorong peningkatan kualitas belanja daerah dalam ...
KRONIK

Secangkir Kopi, Ketela Rebus, dan Malam Panjang di Tengah Muktamar NU

JOMBANG – Selepas waktu Isya, seorang pria paruh baya berjalan perlahan menuju sebuah tenda sederhana di sekitar ...
EKSEKUTIF

Jelang Hari Jadi ke-832, Mas Ipin Jadikan Jalan Mulus Kado untuk Warga Trenggalek

TRENGGALEK – Menjelang Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek, Bupati M. Nur Arifin menunjukkan komitmen melanjutkan ...
KABAR CABANG

DPC Tulungagung Pompa Semangat Ranting dan Anak Ranting se-Kecamatan Kota, Minta Pemilu 2029 Menang Tebal

TULUNGAGUNG – Pengurus Ranting dan Anak Ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Kota Tulungagung masa bakti 2026-2031 ...