SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus melakukan penataan stan para pedagang di gedung Hitech Mall. Hal ini sebagai upaya mengembalikan fungsi Hitech Mall sekaligus mengoneksikannya kembali dengan kompleks kesenian THR (Taman Hiburan Rakyat).
Sebelumnya, Pemkot Surabaya telah mengawali upaya ini dengan merelokasi para pedagang ke lantai dasar pada Selasa (5/4/2022) lalu.
“Hitech sudah ditata sama teman-teman, (pedagang) di pindah ke bawah. Ke depan memang kita kembalikan lagi. Di Hitech Mall ini juga ada gedung kesenian, taman remaja. Maka ketika membangun konsep ini bisa jadi satu, itu tidak bisa terpisah-pisah,” terang Wali Kota Eri Cahyadi dalam keterangannya di Surabaya, Minggu (10/4/2022).
Dia mengungkapkan, bahwa penataan yang dilakukan pemkot di Hitech Mall ini konsepnya berbagi tempat. Artinya, bagaimana para pedagang di Hitech Mall tetap ada, begitu juga dengan keberadaan gedung kesenian seperti sedia kala.

“Masa Surabaya kota besar tidak ada keseniannya. Surabaya ini kan ada ludruk, tarian dan sebagainya. Berarti kita harus punya gedung kesenian yang kita koneksikan dengan gedung Hitech Mall,” jelas dia.
Di samping mengembalikan Hitech Mall beserta kompleks THR, pihaknya juga berencana membangun kembali Taman Remaja Surabaya (TRS) sebagai tempat ruang terbuka untuk aktivitas kesenian. Seperti sebelumnya, TRS menjadi pusat anak pelajar SD – SMP menampilkan bakat kesenian.
“Kita akan membangun Taman Remaja tetap menjadi tempat terbuka untuk pentas anak-anak SD-SMP yang seperti dulu. Karena ini sejarah, jangan sampai dilupakan. Jadi untuk tempat kesenian memang kita fokuskan ke sana, selain di Balai Pemuda,” terang politisi PDI Perjuangan ini.
Bahkan, untuk mendukung pembangunan itu, Eri Cahyadi juga bakal mengundang investor. Sebab, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya tentu tidak akan cukup jika digunakan untuk membangun semuanya.
“Intinya bagaimana semua itu bisa bergerak, untuk kesenian, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) IT dan masyarakat Surabaya, termasuk Hitech Mall. Kejayaan seni budaya harus kita kembalikan lagi,” pungkasnya. (yols/pr)
BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS










