Sabtu
13 Desember 2025 | 11 : 25

Kilang Pertamina di Cilacap Terbakar, Gus Falah Minta Investigasi Menyeluruh

pdip-jatim-gus-falah-bk-300121
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Nasyirul Falah Amru (Gus Falah).

JAKARTA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Nasyirul Falah Amru minta PT Pertamina (Persero) Tbk lakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden kebakaran di area pertangkian 39 Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap, Jawa Tengah yang terjadi Jumat (11/6/2021) lalu.

“Pendekatannya harus solutif, bukan asal pecat. Harus pendekatan investigatif, agar persoalan diketahui secara komprehensif,” kata Nasyirul dalam keterangannya kepada media, di Jakarta, Kamis.

Terlebih, lanjut pria yang biasa disapa Gus Falah ini, insiden itu bukan yang pertama, karena pada Maret lalu juga terjadi kebakaran dan ledakan di Kilang Pertamina Balongan, Indramayu.

Anggota Komisi VII DPR ini mengatakan, pengelolaan Pertamina sebagai perusahaan negara harus ditradisikan secara profesional dalam pengambilan keputusan. Gus Falah menyebut, bisa jadi ada banyak faktor kenapa kebakaran kilang bisa terulang.

“Karena bisa jadi bukan masalah teknis saja, makanya perlu dilakukan investigasi menyeluruh, termasuk dilakukan audit teknologi terhadap perangkat pencegahan kebakaran yang dimiliki Pertamina,” ujarnya.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi) PDI Perjuangan ini pun mengingatkan, jangan sampai dalam penanganan dan mencari solusi atas terulangnya kebakaran diorientasikan pada “mencari kambing hitam”. Sementara dari sisi perangkat teknologi diabaikan dengan alasan efisiensi.

“Karena kalau kita misalnya lihat dari sisi SDM Pertamina yang tergolong cepat mengatasi kebakaran, sebenarnya sudah cukup bagus. Yang terpenting adalah bagaimana ini ke depan tidak terulang lagi, sehingga harus diketahui secara menyeluruh apa saja faktor-faktornya,” tegas legislator dari dapil Lamongan-Gresik ini.

Diberitakan, kebakaran melanda area Pertamina Refinery Unit (RU) IV Cilacap pada Jumat sekitar pukul 19.45 WIB. Peristiwa kebakaran itu terjadi pada tangki T39 yang berisi benzena untuk produk dasar petrochemical di Kilang Cilacap.

Pada saat terbakar, tangki di area bundwall hanya berisikan sepertiga produk benzena atau sebanyak 1.100 barel dari kapasitas tangki 3.000 barel.

Kilang Cilacap merupakan satu dari enam kilang Pertamina dengan kapasitas pengolahan 270 ribu barel per hari, dan memiliki sekitar 200 tangki untuk menampung minyak mentah, gas, serta bahan bakar minyak (BBM).

Kilang Cilacap juga bernilai strategis, karena memasok 44 persen kebutuhan BBM dan 75 persen BBM di Pulau Jawa. Selain itu, kilang ini merupakan satu-satunya kilang di tanah air yang memproduksi aspal dan base oil. (goek)

Tag

Baca Juga

Artikel Terkini

KABAR CABANG

Wabup Antok Tekankan Pendidikan Integritas Sejak Dini pada Peringatan Hakordia di Ngawi

NGAWI – Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, menegaskan bahwa upaya pemberantasan korupsi harus dilakukan secara ...
KRONIK

Novita Hardini Bersama Kemenekraf Gelar Workshop untuk Pegiat Kriya

MAGETAN – Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini, menggelar workshop ekonomi kreatif pegiat kriya, di Hotel Bukit ...
SEMENTARA ITU...

DPRD Apresiasi Relokasi Pedagang Kesamben, Minta Pemkab Blitar Sempurnakan Fasilitas di Pasar Sementara

BLITAR – Para pedagang Pasar Kesamben yang terbakar 2022 lalu mulai menempati lokasi relokasi di Lapangan Babadan ...
KRONIK

Ini, Agenda Pertemuan Bupati Ipuk dengan Jajaran Direksi InJourney

JAKARTA – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, terus berupaya memperkuat peningkatan ekonomi daerah melalui ...
EKSEKUTIF

Raih Adiwiyata Terbanyak, Pemkot Surabaya Gencarkan Edukasi Peduli Lingkungan Sejak Dini

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berhasil meraih penghargaan Adiwiyata di tahun 2025. Prestasi ...
SEMENTARA ITU...

Pemerataan Pembangunan, Mas Ipin Berangkatkan Satu Keluarga Transmigrasi ke Sidrap

TRENGGALEK – Satu keluarga asal Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan akan bertransmigrasi ke Provinsi Sulawesi ...